sekitar akhir tahun 2010, saya pernah berbincang dengan seorang sepupu saya yang telah saya anggap sebagai kakak saya sendiri, beliau bekerja di sebuah perusahaan, sedangkan saya waktu itu baru masuk salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Bandung.
Beliau menceritakan sebagian perjalanan hidupnya kepada saya, dengan seksama saya simak setiap kata yang beliau lontarkan kala itu.
hingga beliau berkata " saya mungkin telah bekerja dan memiliki penghasilan sendiri, namun saya menyesal karena dulu saya menolak ketika saya disuguhi kesempatan untuk berkuliah. jadi jangan kamu sia-siakan kesempatanmu sekarang. belajarlah dari kesalahanku. " kira-kira itulah yang beliau katakan.
entah apa maksudnya, saya tak mengerti.
kemudian semua kembali berjalan seperti biasa, saya masih berkuliah dengan asal-asalan. menyia-nyiakan waktu seakan waktu tak akan berlalu.
dan alhasil, baru satu tahun saya rasakan bangku kuliah, saya pun harus " lulus " lebih awal.
lama sudah saya tak berjumpa sepupu saya itu.
sampai suatu ketika saya bertemu kembali, namun dalam suasana yang tidak mengenakkan. sepupu saya didiagnosa terkena kanker lidah. namun ia masih sempat bercanda memperlihatkan benjolan di bawah lidahnya, kemudian berkata " nih liat. ini karena rokok. makanya stop ngrokok! " sambil tertawa mencoba menyinggung saya yang kala itu tengah menghisap batang rokok. saya hanya tersenyum.
kemudian setelahnya saya menjalani kehidupan seperti biasa,
namun sekitar beberapa bulan setelah pertemuan itu, akhirnya sepupu saya meninggal dunia.
kini, saya telah kembali menjajal studi di salah satu perguruan tinggi negeri swasta di Kota Bandung.
dan disini, saya akan bersungguh-sungguh. semua kenangan dan sebaris kalimat dari Almarhum, menyadarkan saya. ini amanahnya.
Terima kasih sepupuku, kakakku. Fajar ( Alm. )
seraya berdoa untukmu.
aamiin.
Senin, 03 Desember 2012
Senin, 24 September 2012
Phobia cek-up
Ibu,
suatu ketika ibu merasa tidak enak badan. lalu saya usulkan untuk memeriksakan kondisinya ke dokter umum yang berpraktek dekat kediaman kami. tanpa banyak berpikir Ibu mau saya ajak. ini tidak seperti biasanya.
kami pun pergi menuju tempat praktek si dokter. setelah mengantre kami pun masuk ke ruang periksa.
Ibu berbaring di tempat tidur yang telah disiapkan. kemudian dokter mendiagnosa. katanya" Ibu sabar ya "
kemudian ia melanjutkan :
Ibu menderita beberapa penyakit, yaitu :
penyakit jantung
penyakit lever
maag kronis
penyakit paru-paru
urat kejepit ( yang sewaktu-waktu bisa menjadi kelumpuhan )
penipisan bola mata ( yang sewaktu-waktu bisa mengakibatkan kebutaan )
walah-walah saya sampai bingung mendengar penjelasan dokter yang satu ini.
namun tidak demikian dengan Ibu. entah apa yang dia rasakan. mungkin takut. mungkin sedih. entahlah.
dan semenjak hari itu ibu tidak pernah mau lagi diperiksakan kesehatannya ke dokter manapun.
ya sudahlah Bu, biarpun jutaan penyakit menggerogoti tubuhmu, saya akan selalu mendampingimu, menyehatkanmu. ya karena kamu Ibuku.
suatu ketika ibu merasa tidak enak badan. lalu saya usulkan untuk memeriksakan kondisinya ke dokter umum yang berpraktek dekat kediaman kami. tanpa banyak berpikir Ibu mau saya ajak. ini tidak seperti biasanya.
kami pun pergi menuju tempat praktek si dokter. setelah mengantre kami pun masuk ke ruang periksa.
Ibu berbaring di tempat tidur yang telah disiapkan. kemudian dokter mendiagnosa. katanya" Ibu sabar ya "
kemudian ia melanjutkan :
Ibu menderita beberapa penyakit, yaitu :
penyakit jantung
penyakit lever
maag kronis
penyakit paru-paru
urat kejepit ( yang sewaktu-waktu bisa menjadi kelumpuhan )
penipisan bola mata ( yang sewaktu-waktu bisa mengakibatkan kebutaan )
walah-walah saya sampai bingung mendengar penjelasan dokter yang satu ini.
namun tidak demikian dengan Ibu. entah apa yang dia rasakan. mungkin takut. mungkin sedih. entahlah.
dan semenjak hari itu ibu tidak pernah mau lagi diperiksakan kesehatannya ke dokter manapun.
ya sudahlah Bu, biarpun jutaan penyakit menggerogoti tubuhmu, saya akan selalu mendampingimu, menyehatkanmu. ya karena kamu Ibuku.
Jumat, 07 September 2012
Sikutmu Di Pahaku.
mentari mulai condong ke arah barat, jingga cahayanya bangkitkan khayalan. ketenangan, kedamaian.
hari itu kami beranjak pulang. ya kami. saya bersama atasan dan seorang rekan, dengan sebuah mobil kecil kami lintasi jalanan yang tak rata menuju pondok peristirahatan.
tiba-tiba anganku melayang melamunkan yang entah apa.
namun seketika atasan kami yg duduk di kursi penumpang depan memposisikan kursinya bersiap untuk berbaring melepas lelah. aku yang duduk di belakang sendirian, tak menyangka apa yang akan dia lakukan. seketika sikutnya mencari tempat bersandar. dan tampaknya sikutnya menemukan tempat yang sempurna. di paha saya. ya di paha saya. dengan menekankan sikut dia tampak tenang. dan habislah saya menahan teriakan.sepanjang jalan.
hari itu kami beranjak pulang. ya kami. saya bersama atasan dan seorang rekan, dengan sebuah mobil kecil kami lintasi jalanan yang tak rata menuju pondok peristirahatan.
tiba-tiba anganku melayang melamunkan yang entah apa.
namun seketika atasan kami yg duduk di kursi penumpang depan memposisikan kursinya bersiap untuk berbaring melepas lelah. aku yang duduk di belakang sendirian, tak menyangka apa yang akan dia lakukan. seketika sikutnya mencari tempat bersandar. dan tampaknya sikutnya menemukan tempat yang sempurna. di paha saya. ya di paha saya. dengan menekankan sikut dia tampak tenang. dan habislah saya menahan teriakan.sepanjang jalan.
Rabu, 27 Juni 2012
cobaan datang lagi
kali ini, saya tengah menjalani hari libur dari pekerjaan saya.
seharusnya ini adalah saat-saat yang menyenangkan bagi saya.
awalnya memang seperti itu, namun setelah beberapa hari saya jalani, ini adalah liburan terburuk yang pernah saya alami.
saya memutuskan untuk pulang ke Bandung, ke rumah orang tua saya.
agar saya bisa merasa lebih tenang.
namun kenyataannya, saya malah harus mendapati kejadian yang sangat tidak mengenakan hati, bahkan mungkin saja dapat menghancurkan keutuhan keluarga saya.
tak perlu saya ceritakan panjang lebar disini.
intinya, saya mendapati keadaan yang membingungkan saya,
entah tindakan apa yang harus saya lakukan.
semua keadaan ini membuat saya tak mampu berpikir jernih.
mungkin ini adalah salah satu cobaan yang Tuhan berikan.
dan ini terasa sangat berat.
yah mungkin Tuhan berikan Ujian ini agar saya mampu menyikapinya dengan dewasa, bukan dengan emosi semata.
Baiklah, ini akan kuselesaikan dengan lembut dan indah. bukan dengan keluh kesah. bukan dengan pedang bersimbah darah.
seharusnya ini adalah saat-saat yang menyenangkan bagi saya.
awalnya memang seperti itu, namun setelah beberapa hari saya jalani, ini adalah liburan terburuk yang pernah saya alami.
saya memutuskan untuk pulang ke Bandung, ke rumah orang tua saya.
agar saya bisa merasa lebih tenang.
namun kenyataannya, saya malah harus mendapati kejadian yang sangat tidak mengenakan hati, bahkan mungkin saja dapat menghancurkan keutuhan keluarga saya.
tak perlu saya ceritakan panjang lebar disini.
intinya, saya mendapati keadaan yang membingungkan saya,
entah tindakan apa yang harus saya lakukan.
semua keadaan ini membuat saya tak mampu berpikir jernih.
mungkin ini adalah salah satu cobaan yang Tuhan berikan.
dan ini terasa sangat berat.
yah mungkin Tuhan berikan Ujian ini agar saya mampu menyikapinya dengan dewasa, bukan dengan emosi semata.
Baiklah, ini akan kuselesaikan dengan lembut dan indah. bukan dengan keluh kesah. bukan dengan pedang bersimbah darah.
Selasa, 19 Juni 2012
Pengorbanan Tiada Tara
tadi malam, saya mendapat begitu banyak pelajaran berharga tentang pengorbanan cinta.
ini cerita nyata. fakta. tanpa dusta.
seperti yang telah saya ceritakan di posting sebelumnya,
kini berlanjut lagi.
kemarin sore, teman saya pulang membawa seorang wanita muda yang katanya sudah dianggap seperti adiknya sendiri. buat saya, ya itu terserah saja.
tapi tidak demikian menurut mantan isterinya. di begitu marah, meski tidak dia ungkapkan. namun tampak jelas di matanya.
meskipun dia adalah mantan isteri teman saya, namun ia begitu menyayangi teman saya ini, sampai sampai ia nekad melarikan diri dari rumah orang tuanya di Bandung untuk mengurus keluarga mantan suaminya itu di Pangandaran.
dan sesampainya di Pangandaran ia hanya hidup dari uang yang ia hasilkan sendiri, bukan dari si mantan suami. padahal ia harus menghidupi mantan suaminya, ketiga anak mantan suaminya, dan satu anak mereka, juga dirinya sendiri.
sang mantan suami memang malas untuk bekerja, sekalinya mendapat pekerjaan, dan mendapat uang, ia habiskan sendiri tanpa memikirkan keadaan anak anaknya yang seharusnya ia urus.
Sungguh keadaan yang sangat ironis.
namun saya belajar dari sang mantan isteri. tentang pengorbanan yang telah ia lakukan, meski tidak dihargai oleh si mantan suami.
keadaan yang sangat sulit dijalani oleh seorang manusia yang biasa saja.
saya mengerti, inilah pengorbanan cinta yang sesungguhnya. yang membutakan mata hati, yang melumpuhkan logika.
ini cerita nyata. fakta. tanpa dusta.
seperti yang telah saya ceritakan di posting sebelumnya,
kini berlanjut lagi.
kemarin sore, teman saya pulang membawa seorang wanita muda yang katanya sudah dianggap seperti adiknya sendiri. buat saya, ya itu terserah saja.
tapi tidak demikian menurut mantan isterinya. di begitu marah, meski tidak dia ungkapkan. namun tampak jelas di matanya.
meskipun dia adalah mantan isteri teman saya, namun ia begitu menyayangi teman saya ini, sampai sampai ia nekad melarikan diri dari rumah orang tuanya di Bandung untuk mengurus keluarga mantan suaminya itu di Pangandaran.
dan sesampainya di Pangandaran ia hanya hidup dari uang yang ia hasilkan sendiri, bukan dari si mantan suami. padahal ia harus menghidupi mantan suaminya, ketiga anak mantan suaminya, dan satu anak mereka, juga dirinya sendiri.
sang mantan suami memang malas untuk bekerja, sekalinya mendapat pekerjaan, dan mendapat uang, ia habiskan sendiri tanpa memikirkan keadaan anak anaknya yang seharusnya ia urus.
Sungguh keadaan yang sangat ironis.
namun saya belajar dari sang mantan isteri. tentang pengorbanan yang telah ia lakukan, meski tidak dihargai oleh si mantan suami.
keadaan yang sangat sulit dijalani oleh seorang manusia yang biasa saja.
saya mengerti, inilah pengorbanan cinta yang sesungguhnya. yang membutakan mata hati, yang melumpuhkan logika.
Minggu, 17 Juni 2012
Rumah Tarzan
kini saya mendapatkan pekerjaan baru, namun ya masih di dunia proyek.
kali ini saya bekerja sebagai inspector lapangan di proyek hotel wirton Batu Karas.
gajinya lumayan memang, lebih baik dari pekerjaan saya sebelumnya.
namun jaraknya lebih jauh dari rumah, dan dengan fasilitas yang serba kurang memadai. untuk sementara memang, tapi sampai kapan?
ya saya tahu harus bersabar.
disini, saya tinggal di rumah rekan kerja saya, dengan seorang isterinya dan 4 anaknya.
yah, saya seperti menjadi bagian dari mereka, dengan terpaksa saya harus terima keadaan ini.
terpaksa ?
ya terpaksa, karena nyatanya keempat anak itu mampu membuat saya tidak kerasan tinggal berlama-lama disana. ditambah lagi masalah pelik keluarganya, sang isteri sering bercerita kepada saya tentang permasalahan keluargannya.
ditambah lokasi tempat tinggal teman saya ini berada di tengah perkebunan kelapa dan albasiah.
jauh dengan tetangga, tak ada televisi, apalagi internet.
disana hanya ada sebuah radio, dan ketika matahari kembali ke peraduan, saya hanya bisa terdiam.
tak ada yang bisa saya lakukan.
sungguh sangat membosankan.
sial.
apa tidak ada tempat yang lebih baik dari tempat itu ?
huh...
kali ini saya bekerja sebagai inspector lapangan di proyek hotel wirton Batu Karas.
gajinya lumayan memang, lebih baik dari pekerjaan saya sebelumnya.
namun jaraknya lebih jauh dari rumah, dan dengan fasilitas yang serba kurang memadai. untuk sementara memang, tapi sampai kapan?
ya saya tahu harus bersabar.
disini, saya tinggal di rumah rekan kerja saya, dengan seorang isterinya dan 4 anaknya.
yah, saya seperti menjadi bagian dari mereka, dengan terpaksa saya harus terima keadaan ini.
terpaksa ?
ya terpaksa, karena nyatanya keempat anak itu mampu membuat saya tidak kerasan tinggal berlama-lama disana. ditambah lagi masalah pelik keluarganya, sang isteri sering bercerita kepada saya tentang permasalahan keluargannya.
ditambah lokasi tempat tinggal teman saya ini berada di tengah perkebunan kelapa dan albasiah.
jauh dengan tetangga, tak ada televisi, apalagi internet.
disana hanya ada sebuah radio, dan ketika matahari kembali ke peraduan, saya hanya bisa terdiam.
tak ada yang bisa saya lakukan.
sungguh sangat membosankan.
sial.
apa tidak ada tempat yang lebih baik dari tempat itu ?
huh...
Senin, 11 Juni 2012
Jalan Tuhan
waktu pun berlalu.
tak terasa, entah bagaimana bisa
kini aku terdampar di pinggiran pantai, dan temukan mata pencaharian
baiklah, mungkin inilah jalan Tuhan
untuk ku, mungkin juga ini ujian,
mampukah aku ?
yah. aku pasti mampu.
disini, aku berdiri diatas kakiku sendiri.
hanya berharap pada Tuhan.
hanya mampu menatap lautan.
disini aku akan tegar
belajar
berkawan makhluk pantai
disini aku ditempa
agar mampu lahir kembali
sebagai lelaki sejati
tak terasa, entah bagaimana bisa
kini aku terdampar di pinggiran pantai, dan temukan mata pencaharian
baiklah, mungkin inilah jalan Tuhan
untuk ku, mungkin juga ini ujian,
mampukah aku ?
yah. aku pasti mampu.
disini, aku berdiri diatas kakiku sendiri.
hanya berharap pada Tuhan.
hanya mampu menatap lautan.
disini aku akan tegar
belajar
berkawan makhluk pantai
disini aku ditempa
agar mampu lahir kembali
sebagai lelaki sejati
Kamis, 31 Mei 2012
Malam terakhir
sepertinya ini adalah malam terakhir saya di perusahaan ini, di depan komputer ini, menekan keyboard ini, dengarkan lagu dari speaker ini.
ya, karena esok saya akan mulai berkemas meninggalkan tempat ini.
untuk selamanya, ya selamanya
sayang rasanya memejamkan mata malam ini, aku ingin menghabiskannya dengan sadar hingga fajar kembali menampakkan sinarnya.
banyak kisah cerita. suka duka, seperti sebelumnya, semua akan jadi kenangan indah di masa depan.
esok saya akan mulai hidup saya tanpa naungan siapapun. hanya saya dan Tuhan.
saya hanya mau berjalan diatas Bumi-Nya, dan berharap pada-Nya.
semoga keyakinan ini adalah sebuah kebenaran,
bukan sekedar keangkuhan.
bukan sekedar keegoisan.
Aamiin
ya, karena esok saya akan mulai berkemas meninggalkan tempat ini.
untuk selamanya, ya selamanya
sayang rasanya memejamkan mata malam ini, aku ingin menghabiskannya dengan sadar hingga fajar kembali menampakkan sinarnya.
banyak kisah cerita. suka duka, seperti sebelumnya, semua akan jadi kenangan indah di masa depan.
esok saya akan mulai hidup saya tanpa naungan siapapun. hanya saya dan Tuhan.
saya hanya mau berjalan diatas Bumi-Nya, dan berharap pada-Nya.
semoga keyakinan ini adalah sebuah kebenaran,
bukan sekedar keangkuhan.
bukan sekedar keegoisan.
Aamiin
Rasaku Akanmu
aku terlanjur jatuh dalam cengkramanmu
terpikat pesonamu
terhanyut tingkah lakumu
terbuai suaramu
aku tak ingin memilikimu
aku tak ingin menguasaimu
aku tak ingin merajaimu
aku hanya ingin sekedar menyayangimu
sekedar melindungimu
sekedar mengasihimu
karena aku memanglah aku
tak mampu membahagiakanmu
tak mampu hadirkan senyum manis di wajahmu
tak mampu sapa hangat
tak mampu menyentuhmu
kini biarlah aku, yah aku
pergi dari sekitarmu
pergi dari kehidupanmu
pergi dari hadapanmu
dan biarlah aku titipkan kau Pada Tuhan.
biarlah doaku tetap dampingimu
selamat tinggal.
yah selamat tinggal
hanya sekedar selamat tinggal...
terpikat pesonamu
terhanyut tingkah lakumu
terbuai suaramu
aku tak ingin memilikimu
aku tak ingin menguasaimu
aku tak ingin merajaimu
aku hanya ingin sekedar menyayangimu
sekedar melindungimu
sekedar mengasihimu
karena aku memanglah aku
tak mampu membahagiakanmu
tak mampu hadirkan senyum manis di wajahmu
tak mampu sapa hangat
tak mampu menyentuhmu
kini biarlah aku, yah aku
pergi dari sekitarmu
pergi dari kehidupanmu
pergi dari hadapanmu
dan biarlah aku titipkan kau Pada Tuhan.
biarlah doaku tetap dampingimu
selamat tinggal.
yah selamat tinggal
hanya sekedar selamat tinggal...
Rabu, 30 Mei 2012
SE vs OB
Hari ini H-1 dari hari pengunduran diri saya.
saya sudah membawa dan mengenalkan orang yang akan menggantikan saya di posisi 'Office Boy'.
pagi berjalan seperti biasa, tak ada yang istimewa.
namun pagi tadi, saya bangkit dari lelap tidur malam dengan dendam yang tak lagi tergenggam.
dan akhirnya, kesempatan pun datang
ketika target mulai masuk perangkap, saya langsung beri dia tinju tanpa ampun.
puas rasanya.
seketika emosi meledak, tak ada kata, hanya kepalan tangan yang mampu berbicara.
itulah, saya sudah coba untuk menahan amarah berbulan-bulan lamanya.
mungkin itu puncaknya, tapi saya masih ingin lebih dari itu.
ini sudah skenario saya menyambut kepergian saya dari perusahaan ini.
jadi, buat yang merasa dirugikan, ya maaf saja...
saya tidak ada pilihan.
jika ada yang tersakiti atau terluka, ya rasakanlah !
itu macan saya, ketika ia tak mampu saya tahan lagi, ya begitu lah...
kerasa sendiri kan ?
saya sudah membawa dan mengenalkan orang yang akan menggantikan saya di posisi 'Office Boy'.
pagi berjalan seperti biasa, tak ada yang istimewa.
namun pagi tadi, saya bangkit dari lelap tidur malam dengan dendam yang tak lagi tergenggam.
dan akhirnya, kesempatan pun datang
ketika target mulai masuk perangkap, saya langsung beri dia tinju tanpa ampun.
puas rasanya.
seketika emosi meledak, tak ada kata, hanya kepalan tangan yang mampu berbicara.
itulah, saya sudah coba untuk menahan amarah berbulan-bulan lamanya.
mungkin itu puncaknya, tapi saya masih ingin lebih dari itu.
ini sudah skenario saya menyambut kepergian saya dari perusahaan ini.
jadi, buat yang merasa dirugikan, ya maaf saja...
saya tidak ada pilihan.
jika ada yang tersakiti atau terluka, ya rasakanlah !
itu macan saya, ketika ia tak mampu saya tahan lagi, ya begitu lah...
kerasa sendiri kan ?
Selasa, 29 Mei 2012
Lanjutan Kisah Akhir Karir
hari ini,
adalah H-3 dari hari dikabulkannya pengunduran diri saya dari perusahaan ini.
hari ini banyak hal mengejutan yang terjadi.
pertama, saya ditanya oleh atasan alasan saya mengundurkan diri,
" kamu serius mau berhenti ? "
saya jawab "iya"
kemudian ia kembali bertanya " kenapa ? apa ada masalah dengan personil disini ? "
" ah enggak juga pak, saya cuma mau buka usaha kecil-kecilan. kalau pun saya ada masalah sama personil disini, saya pasti bisa menyelesaikannya sendiri." saya jawab kembali.
yah, disini memang ada seorang karyawan yang tidak disenangi karyawan lain.
Inisialnya " Drs. Enjan Janudin, M.Pd "
orang ini emang rada beda sama karyawan lain. serba lebih lah...
nah, gak lama kemudian, orang yang sedang kami bicarakan pun datang dengan marah sambil menendang pintu, mungkin karena kesal minta dijemput, tapi ga ada yang mau jemput. ( edan ga tuh )
hahahaha
dan kemudian atasan saya memarahinya karena dianggap telah membuat saya tidak kerasan bekerja di perusahaan ini.
kedua,
hampir senja, saya kembali ditanyakan keseriusan saya untuk mengundurkan diri dari perusahaan ini.
kali ini oleh Manager Kantor ( Office Manager ).
saya kembali menjawab dengan jawaban yang sama,
lalu dia bertanya hal yang sama " apa kamu keluar karena ada masalah sama personil lain ? "
yah jawaban saya pun tetap sama seperti sebelumnya.
nah kemudian ia menjelaskan, " Gini Zal, kamu itu mau di pindah posisinya jadi 'assistant Site Engineer' kalo kamu ga buru-buru keluar.... "
dan saya pun menjawab : " enggak ah Bu, saya sudah bulatkan tekad untuk berhenti bekerja, sekalipun saya akan ditempatkan di posisi yang lebih baik. "
( padahal sebenernya lumayan tertarik juga sih dengan penawaran yang dia berikan, hahaha)
tapi, kata sudah terlanjur terlontarkan, dan saya terlalu egois untuk menarik kata-kata saya kembali.
ini saya anggap sebagai konsekuensi dari apa yang telah saya katakan.
artinya, saya tidak boleh menyesali setiap keputusan yang sudah saya buat.
terserah apa kata orang, tapi ini prinsip saya. saya ingin keras memperlakukan diri saya sendiri.
hahaha....
saya tidak menyangka, pengunduran diri saya ini begitu menjadi sorotan. jadi "trending topic" lah kayanya.
hahaha
sebenarnya apa sih istimewanya saya ? saya kan hanya seorang "Office Boy" ?
posisi yang bisa dikerjakan siapapun ?
begitu berharga kah saya bagi mereka ?
aaahhh, sudahlah....
Thank's udah baca.
hahaha
adalah H-3 dari hari dikabulkannya pengunduran diri saya dari perusahaan ini.
hari ini banyak hal mengejutan yang terjadi.
pertama, saya ditanya oleh atasan alasan saya mengundurkan diri,
" kamu serius mau berhenti ? "
saya jawab "iya"
kemudian ia kembali bertanya " kenapa ? apa ada masalah dengan personil disini ? "
" ah enggak juga pak, saya cuma mau buka usaha kecil-kecilan. kalau pun saya ada masalah sama personil disini, saya pasti bisa menyelesaikannya sendiri." saya jawab kembali.
yah, disini memang ada seorang karyawan yang tidak disenangi karyawan lain.
Inisialnya " Drs. Enjan Janudin, M.Pd "
orang ini emang rada beda sama karyawan lain. serba lebih lah...
nah, gak lama kemudian, orang yang sedang kami bicarakan pun datang dengan marah sambil menendang pintu, mungkin karena kesal minta dijemput, tapi ga ada yang mau jemput. ( edan ga tuh )
hahahaha
dan kemudian atasan saya memarahinya karena dianggap telah membuat saya tidak kerasan bekerja di perusahaan ini.
kedua,
hampir senja, saya kembali ditanyakan keseriusan saya untuk mengundurkan diri dari perusahaan ini.
kali ini oleh Manager Kantor ( Office Manager ).
saya kembali menjawab dengan jawaban yang sama,
lalu dia bertanya hal yang sama " apa kamu keluar karena ada masalah sama personil lain ? "
yah jawaban saya pun tetap sama seperti sebelumnya.
nah kemudian ia menjelaskan, " Gini Zal, kamu itu mau di pindah posisinya jadi 'assistant Site Engineer' kalo kamu ga buru-buru keluar.... "
dan saya pun menjawab : " enggak ah Bu, saya sudah bulatkan tekad untuk berhenti bekerja, sekalipun saya akan ditempatkan di posisi yang lebih baik. "
( padahal sebenernya lumayan tertarik juga sih dengan penawaran yang dia berikan, hahaha)
tapi, kata sudah terlanjur terlontarkan, dan saya terlalu egois untuk menarik kata-kata saya kembali.
ini saya anggap sebagai konsekuensi dari apa yang telah saya katakan.
artinya, saya tidak boleh menyesali setiap keputusan yang sudah saya buat.
terserah apa kata orang, tapi ini prinsip saya. saya ingin keras memperlakukan diri saya sendiri.
hahaha....
saya tidak menyangka, pengunduran diri saya ini begitu menjadi sorotan. jadi "trending topic" lah kayanya.
hahaha
sebenarnya apa sih istimewanya saya ? saya kan hanya seorang "Office Boy" ?
posisi yang bisa dikerjakan siapapun ?
begitu berharga kah saya bagi mereka ?
aaahhh, sudahlah....
Thank's udah baca.
hahaha
Minggu, 27 Mei 2012
25-5-2012
25 Mei 2012, hari Jum'at.
tepat hari ini saya menyatakan, menyampaikan maksud saya untuk mengundurkan diri dari perusahaan sebagai "Office Boy".
padahal baru empat bulan saya bekerja di perusahaan ini,
namun dengan mantap dan penuh percaya diri saya menyampaikan maksud saya ini kepada atasan.
bukan masalah pekerjaan saya sebagai OB yang jadi masalah,
tapi disini saya merasa tak berdaya, tak bisa berkembang, dan malah melakukan hal yang sangat saya benci.
apa itu ? penipuan, pemalsuan.
saya tidak ingin jadi bagian dari mereka yang berusaha untuk dapatkan pundi-pundi kekayaan lewat jalan yang licik.
lagi pula selama berada disini aku terus berpura pura, berperan sebagai orang yang bertolak belakang dengan saya yang nyata senyata-nyatanya saya.
disini saya merasa terkekang. tak mampu melihat dan perhatikan yang ada di alam kehidupan.
disini aku menjadi pasif dan seakan hanya bergerak jika atasan saya menekan tombol melalui instruksinya.
25 Mei 2012, saya memberanikan diri untuk meminta pergi.
kemudian 31 Mei 2012, saya akan benar-benar pergi dari sini.
berat rasanya harus meninggalkan mereka yang selama ini menanamkan rasa nyaman di hati,
namun ini keputusan saya, ada kehidupan yang menantang dengan tegarnya. dan saya harus menaklukannya.
dua setengah tahun berada disini dan hanya menjadi Office Boy tanpa kesempatan berkembang ?
waktu yang terlalu lama untuk jiwa muda saya yang masih harus terus berkembang.
mungkin banyak raut wajah kekecewaan dari apa yang telah saya putuskan.
untuk ayah, Ibu, tenanglah....
saya akan berusaha berjalan diatas samudera kehidupan ini, dengan cara saya.
saya punya jiwa yang tak mampu terbeli oleh mereka.
terima kasih teman, kawan, sahabat.
atas segala perlakuan kalian yang begitu menyenangkan.
tepat hari ini saya menyatakan, menyampaikan maksud saya untuk mengundurkan diri dari perusahaan sebagai "Office Boy".
padahal baru empat bulan saya bekerja di perusahaan ini,
namun dengan mantap dan penuh percaya diri saya menyampaikan maksud saya ini kepada atasan.
bukan masalah pekerjaan saya sebagai OB yang jadi masalah,
tapi disini saya merasa tak berdaya, tak bisa berkembang, dan malah melakukan hal yang sangat saya benci.
apa itu ? penipuan, pemalsuan.
saya tidak ingin jadi bagian dari mereka yang berusaha untuk dapatkan pundi-pundi kekayaan lewat jalan yang licik.
lagi pula selama berada disini aku terus berpura pura, berperan sebagai orang yang bertolak belakang dengan saya yang nyata senyata-nyatanya saya.
disini saya merasa terkekang. tak mampu melihat dan perhatikan yang ada di alam kehidupan.
disini aku menjadi pasif dan seakan hanya bergerak jika atasan saya menekan tombol melalui instruksinya.
25 Mei 2012, saya memberanikan diri untuk meminta pergi.
kemudian 31 Mei 2012, saya akan benar-benar pergi dari sini.
berat rasanya harus meninggalkan mereka yang selama ini menanamkan rasa nyaman di hati,
namun ini keputusan saya, ada kehidupan yang menantang dengan tegarnya. dan saya harus menaklukannya.
dua setengah tahun berada disini dan hanya menjadi Office Boy tanpa kesempatan berkembang ?
waktu yang terlalu lama untuk jiwa muda saya yang masih harus terus berkembang.
mungkin banyak raut wajah kekecewaan dari apa yang telah saya putuskan.
untuk ayah, Ibu, tenanglah....
saya akan berusaha berjalan diatas samudera kehidupan ini, dengan cara saya.
saya punya jiwa yang tak mampu terbeli oleh mereka.
terima kasih teman, kawan, sahabat.
atas segala perlakuan kalian yang begitu menyenangkan.
Kamis, 24 Mei 2012
Tertawa Karena Tawa
SMA, masa-masa gila. jiwa muda yang masih belum terkendali.
suatu hari setelah pulang sekolah, setelah nongkrong di BK.
saat perjalanan pulang....
saya pulang diantar seorang teman.
dengan perasaan bahagia kami berjalan menapaki setiap geratan aspal.
langit teduh saat itu, matahari tak terlalu menggila menyengat tubuh kami.
dengan berbalutkan seragam putih-abu, diatas sebuah motor hitam.
kami berbincang di perjalanan...
dan entah apa yang kami ceritakan, saya lupa.
tapi sepertinya itu adalah cerita yang cukup lucu, karena saya masih ingat kami berdua tertawa.
berawal dari sinilah, sebuah kejadian langka dimulali.
mulanya kami tertawa dengan cerita kami berdua,
namun selanjutnya, kami malah tertawa geli mendengar tawa saya dan dia.
saya kegelian mendengar tawa teman saya itu,
dia juga malah kegelian mendengar tawa saya.
alhasil, sepanjang perjalanan kami tak mampu menghentikan tawa renyah kami berdua.
suara tawa lepas dan lantang. sepanjang jalan kami menjadi pusat perhatian.
yah, biarlah apa kata orang, tidak kami hiraukan.
yang kami lakukan hanya tertawa dan coba menikmatinya.
sesekali menyela berbicara saling meminta untuk hentikan tawa, namun tetap tak bisa.
Hah, saya rindu mengalaminya ingin rasanya mengulang waktu, atau sejenak rasakan kembali hal yang sama.
namun, yah inilah hidup. selalu ada perpisahan yang tak akan pernah terhindarkan.
kami kuliah di universitas yang berbeda selulusnya sekolah.
dan semenjak saat itu, kami sangat jarang bertemu, sudah beda jalan sepertinya.
tapi ya sudah lah, kini saya hanya bisa mengingat-ingat kejadian itu dan menjadikannya kenangan yang tak ingin terlupakan....
suatu hari setelah pulang sekolah, setelah nongkrong di BK.
saat perjalanan pulang....
saya pulang diantar seorang teman.
dengan perasaan bahagia kami berjalan menapaki setiap geratan aspal.
langit teduh saat itu, matahari tak terlalu menggila menyengat tubuh kami.
dengan berbalutkan seragam putih-abu, diatas sebuah motor hitam.
kami berbincang di perjalanan...
dan entah apa yang kami ceritakan, saya lupa.
tapi sepertinya itu adalah cerita yang cukup lucu, karena saya masih ingat kami berdua tertawa.
berawal dari sinilah, sebuah kejadian langka dimulali.
mulanya kami tertawa dengan cerita kami berdua,
namun selanjutnya, kami malah tertawa geli mendengar tawa saya dan dia.
saya kegelian mendengar tawa teman saya itu,
dia juga malah kegelian mendengar tawa saya.
alhasil, sepanjang perjalanan kami tak mampu menghentikan tawa renyah kami berdua.
suara tawa lepas dan lantang. sepanjang jalan kami menjadi pusat perhatian.
yah, biarlah apa kata orang, tidak kami hiraukan.
yang kami lakukan hanya tertawa dan coba menikmatinya.
sesekali menyela berbicara saling meminta untuk hentikan tawa, namun tetap tak bisa.
Hah, saya rindu mengalaminya ingin rasanya mengulang waktu, atau sejenak rasakan kembali hal yang sama.
namun, yah inilah hidup. selalu ada perpisahan yang tak akan pernah terhindarkan.
kami kuliah di universitas yang berbeda selulusnya sekolah.
dan semenjak saat itu, kami sangat jarang bertemu, sudah beda jalan sepertinya.
tapi ya sudah lah, kini saya hanya bisa mengingat-ingat kejadian itu dan menjadikannya kenangan yang tak ingin terlupakan....
Selasa, 22 Mei 2012
Langkah Gadis Teras
Dia seorang wanita yang selalu menarik tuk aku pandangi
gadis mungil yang kerap kali aku temui
di hamparan pagi teras rumah yang sepi
gadis manis dengan rambut terurai lembut
wajahnya lembut
dari teras rumah yang sepi
aku memandangnya kala dia melintas
kulit coklat eksotika gadis belia
langkahmu anggun menggoda
nampak berkelas mempesona
aku terpikat langkahmu
bukan wajahmu
bukan senyumu
bukan tutur manjamu
langkahmu anggun membuatku tergila
gadis mungil yang manja
aku tanamkan sebuah rasa
engkaulah si gadis teras.
gadis mungil yang kerap kali aku temui
di hamparan pagi teras rumah yang sepi
gadis manis dengan rambut terurai lembut
wajahnya lembut
dari teras rumah yang sepi
aku memandangnya kala dia melintas
kulit coklat eksotika gadis belia
langkahmu anggun menggoda
nampak berkelas mempesona
aku terpikat langkahmu
bukan wajahmu
bukan senyumu
bukan tutur manjamu
langkahmu anggun membuatku tergila
gadis mungil yang manja
aku tanamkan sebuah rasa
engkaulah si gadis teras.
Senin, 21 Mei 2012
Sawarna
Cita-cita tuk berada disana.
Pantai Sawarna, Banten.
akhirnya tercapai jua.
meski pada awalnya, keadaan tampak tak mendukung,
pertama, waktu kami akan pergi tuk berkumpul di suatu tempat, tiba-tiba hujan deras mengguyur.
" sial " itu kata yang pertama terlintas dalam benak.
setelah lama menunggu, akhirnya hujan pun reda.
lalu saya kembali ke rumah untuk mengambil jas hujan yang tertinggal. dengan maksud yah untuk jaga-jaga kalo nanti hujan akan kembali melanda.
dan "sial" yang kedua, pas tiba di rumah, dengan jas hujan telah di tangan. saya tidak sengaja menginjak pecahan kaca. luka cukup dalam hingga darah yang keluar cukup banyak. dan kondisi tubuh langsung drop.
akhirnya saya memutuskan untuk tidur karena tidak kuat menahan pusing di kepala.
dan sekitar pukul 04.00 WIB seorang teman menelpon saya, dan menanyakan kesiapan saya untuk pergi ke pantai sawarna.
awalnya saya jawab tidak.
lalu teman saya mengancam bahwa mereka tidak akan pergi tanpa saya.
akhirnya, ya saya jawab iya !
singkat cerita kami pun berangkat, dan bersenang-senang setibanya di sana.
kami pergi dan pulang dengan perasaan gembira, dan meninggalkan kenangan yang manis. teramat manis bahkan.
Pantai Sawarna, Banten.
akhirnya tercapai jua.
meski pada awalnya, keadaan tampak tak mendukung,
pertama, waktu kami akan pergi tuk berkumpul di suatu tempat, tiba-tiba hujan deras mengguyur.
" sial " itu kata yang pertama terlintas dalam benak.
setelah lama menunggu, akhirnya hujan pun reda.
lalu saya kembali ke rumah untuk mengambil jas hujan yang tertinggal. dengan maksud yah untuk jaga-jaga kalo nanti hujan akan kembali melanda.
dan "sial" yang kedua, pas tiba di rumah, dengan jas hujan telah di tangan. saya tidak sengaja menginjak pecahan kaca. luka cukup dalam hingga darah yang keluar cukup banyak. dan kondisi tubuh langsung drop.
akhirnya saya memutuskan untuk tidur karena tidak kuat menahan pusing di kepala.
dan sekitar pukul 04.00 WIB seorang teman menelpon saya, dan menanyakan kesiapan saya untuk pergi ke pantai sawarna.
awalnya saya jawab tidak.
lalu teman saya mengancam bahwa mereka tidak akan pergi tanpa saya.
akhirnya, ya saya jawab iya !
singkat cerita kami pun berangkat, dan bersenang-senang setibanya di sana.
kami pergi dan pulang dengan perasaan gembira, dan meninggalkan kenangan yang manis. teramat manis bahkan.
Selasa, 08 Mei 2012
Pengasingan
Disini saya memang bekerja, namun saya terkekang, terikat tanggung jawab.
awalnya biasa saja, tak terasa apa-apa.
namun setelah sekian lama, saya kemudian pulang dan berkeliling kota di alam malam bersama kawan.
dan saya lihat banyak yang berubah, padahal belum lama rasanya saya ke tempat ini. tapi sudah begitu banyak yang berubah.
seketika, saya merasa asing dengan tempat saya dulu habiskan waktu.
saya merasa terasing dari hingar bingar kota.
dari semaraknya pesta pora.
sebenarnya sejauh apa jarak tempat saya bekerja ?
ini masih satu kota. !
saya tak bisa nikmati berbagai macam hal yang ditawarkan, bahkan saya tak diperkenankan untuk tahu apa yang ditawarkannya.
malangnya nasib saya.
tapi ya sudahlah...
ini takdir saya, jalan hidup saya.
saya harus bertarung untuk hidup saya.
lupakan sejenak pesta pora, gemerlap lantai dansa, atau sesaknya jalanan kota.
untuk mimpi dan cita-cita.
awalnya biasa saja, tak terasa apa-apa.
namun setelah sekian lama, saya kemudian pulang dan berkeliling kota di alam malam bersama kawan.
dan saya lihat banyak yang berubah, padahal belum lama rasanya saya ke tempat ini. tapi sudah begitu banyak yang berubah.
seketika, saya merasa asing dengan tempat saya dulu habiskan waktu.
saya merasa terasing dari hingar bingar kota.
dari semaraknya pesta pora.
sebenarnya sejauh apa jarak tempat saya bekerja ?
ini masih satu kota. !
saya tak bisa nikmati berbagai macam hal yang ditawarkan, bahkan saya tak diperkenankan untuk tahu apa yang ditawarkannya.
malangnya nasib saya.
tapi ya sudahlah...
ini takdir saya, jalan hidup saya.
saya harus bertarung untuk hidup saya.
lupakan sejenak pesta pora, gemerlap lantai dansa, atau sesaknya jalanan kota.
untuk mimpi dan cita-cita.
Jumat, 27 April 2012
Kutukan Hari Kamis
saya bekerja di suatu perusahaan, dan semuanya berjalan seperti biasa. tak ada yang terasa aneh.
seiring waktu berjalan, saya mulai melihat kelakuan-kelakuan pegawai yang tidak saya suka.
membuat saya geram, ingin meninju mereka satu persatu rasanya.
sampai suatu ketika saya rasakan dendam yang sangat dalam kepada mereka yang telah membuat saya geram.
sampai suatu ketika saya rasakan dendam yang sangat dalam kepada mereka yang telah membuat saya geram.
waktu itu hari kamis. saya sangat ingat.
semenjak kejadian itu, entah mengapa setiap hari kamis, saya selalu merasakan kembali dendam yang ingin saya lampiaskan. tapi keadaan tidak mendukung untuk saya lakukan itu.
akhirnya saya hanya bisa menahannya, meski menjadi saya merasa tidak karuan.
ini yang saya sebut dengan "Kutukan Hari Kamis"
entah mengapa saya tiba-tiba menjadi tidak ramah, menyebalkan, dan terlihat resah.
dan biasanya keadaan ini berlanjut hingga hari berikutnya.
lalu hilang di hari sabtu, yang memang hari itu saya libur bekerja.
sialnya, gelisah yang saya rasakan itu tidak hilang begitu saja, harus di"refresh".
dan refreshing ini yang tidak murah. akibatnya saya harus merogoh kocek semakin dalam hanya untuk menghilangkan perasaan yang seperti Kutukan ini.
ingin rasanya hidup seperti mereka yang normal.
ingin sekali saya lepas dari Kutukan ini.
Tuhan, tolonglah saya, lepaskanlah saya dari kutukan ini....
aamiin....
Rabu, 25 April 2012
MERDEKA ?
saya merasa prihatin melihat kenyataan tentang kondisi Indonesia yang sekarang.
bagaimana tidak ?
semangat kemerdekaan sudah tidak lagi berkobar di setiap dada manusia Indonesia. mungkin saya termasuk juga di dalamnya.
Bahkan untuk sekedar nyanyikan lagu Indonesia Raya saja kita masih terbata-bata. Lagu Indonesia Raya kalah pamor oleh lagu-lagu cinta. atau bahkan yang lebih parah lagi, kita bahkan lupa bunyi dari setiap butir Pancasila.
yang sering kita lakukan sekarang ini adalah membuat diri lebih dan lebih kaya dengan harta, dengan tahta hingga lupa tetangga merintih sengsara.
saya sangat kecewa dengan keadaan yang ada, tapi apalah daya saya tak mampu berbuat lebih untuk kembalikan Indonesia yang sejahtera.
saya tak sanggup membayangkan jika Bung Karno, Bung Hatta, dan Para Pahlawan Revolusi masih hidup dan lihat keadaan Indonesia sekarang, yang dulu mereka Banggakan, Perjuangkan. Bertaruh jiwa dan raga, bahkan nyawa dan keluarga, hanya untuk ciptakan Indonesia yang merdeka.
dan bila mereka tahu akan seperti ini jadinya, mungkin mereka tidak akan repot-repot bersusah payah seperti itu, toh ternyata tak banyak yang bisa dibanggakan dari penerus bangsa.
saya tak berani untuk menatap mata Sang Garuda, yang berkaca-kaca melihat anak-anak Bangsa Indonesia hanya saling berselisih, berebut kuasa. dan jelas, Sang Garuda sangat kecewa.
bahkan Sang Merah Putih tak lagi berkibar kala diterpa angin, mungkin ia malas untuk berkibar dengan gagah di negeri yang hanya berisi bualan dan sumpah serapah.
saya malu pada Para Pahlawan, pada Sang Garuda, pada Merah Putih.
saya tak mampu berbuat apa-apa
Maafkan Saya.....
Karena tak mampu buat kalian bangga.
bagaimana tidak ?
semangat kemerdekaan sudah tidak lagi berkobar di setiap dada manusia Indonesia. mungkin saya termasuk juga di dalamnya.
Bahkan untuk sekedar nyanyikan lagu Indonesia Raya saja kita masih terbata-bata. Lagu Indonesia Raya kalah pamor oleh lagu-lagu cinta. atau bahkan yang lebih parah lagi, kita bahkan lupa bunyi dari setiap butir Pancasila.
yang sering kita lakukan sekarang ini adalah membuat diri lebih dan lebih kaya dengan harta, dengan tahta hingga lupa tetangga merintih sengsara.
saya sangat kecewa dengan keadaan yang ada, tapi apalah daya saya tak mampu berbuat lebih untuk kembalikan Indonesia yang sejahtera.
saya tak sanggup membayangkan jika Bung Karno, Bung Hatta, dan Para Pahlawan Revolusi masih hidup dan lihat keadaan Indonesia sekarang, yang dulu mereka Banggakan, Perjuangkan. Bertaruh jiwa dan raga, bahkan nyawa dan keluarga, hanya untuk ciptakan Indonesia yang merdeka.
dan bila mereka tahu akan seperti ini jadinya, mungkin mereka tidak akan repot-repot bersusah payah seperti itu, toh ternyata tak banyak yang bisa dibanggakan dari penerus bangsa.
saya tak berani untuk menatap mata Sang Garuda, yang berkaca-kaca melihat anak-anak Bangsa Indonesia hanya saling berselisih, berebut kuasa. dan jelas, Sang Garuda sangat kecewa.
bahkan Sang Merah Putih tak lagi berkibar kala diterpa angin, mungkin ia malas untuk berkibar dengan gagah di negeri yang hanya berisi bualan dan sumpah serapah.
saya malu pada Para Pahlawan, pada Sang Garuda, pada Merah Putih.
saya tak mampu berbuat apa-apa
Maafkan Saya.....
Karena tak mampu buat kalian bangga.
Selasa, 24 April 2012
2 Nama 2 Jiwa
saya terlahir dengan nama " Rizal Awwal Albar Matdese Putra" nama ini adalah pemberian orang tua, yah tentu di akta kelahiran juga itu namanya.
dengan nama ini, saya berusaha menjadi pribadi yang baik, seperti manusia yang sewajarnya.
karena nama ini tidak boleh tercemar sedikit pun. ini nama yang berarti banyak untuk saya.
dengan nama ini saya dibesarkan dengan penuh kasih dan cinta.
nah beranjak dewasa, tepatnya ketika masuk bangku SMA saya mempunyai nama baru, yang adalah pemberian dari kawan seperjuangan. hahaha.
LUPUS, begitulah saya dipanggil teman-teman, bahkan hingga mereka lupa siapa nama asli saya.
dengan nama ini saya menjadi manusia yang miliki pribadi yang berbeda.
menjadi seseorang yang liar, keras, dan semrawutan.
tapi baiknya, dengan nama ini saya mampu mengekspresikan semua rasa di dalam dada, bertindak tak terkendali, bahkan menggila tanpa harus mencemari nama asli saya yang saya jaga dengan hati-hati.
jadi, jika anda ingin panggil kebaikan saya, panggil saya "Rizal"
jika, anda ingin panggil kegilaan saya, panggil saya "Lupus"
dan anda akan tahu dimana perbedaannya....
dengan nama ini, saya berusaha menjadi pribadi yang baik, seperti manusia yang sewajarnya.
karena nama ini tidak boleh tercemar sedikit pun. ini nama yang berarti banyak untuk saya.
dengan nama ini saya dibesarkan dengan penuh kasih dan cinta.
nah beranjak dewasa, tepatnya ketika masuk bangku SMA saya mempunyai nama baru, yang adalah pemberian dari kawan seperjuangan. hahaha.
LUPUS, begitulah saya dipanggil teman-teman, bahkan hingga mereka lupa siapa nama asli saya.
dengan nama ini saya menjadi manusia yang miliki pribadi yang berbeda.
menjadi seseorang yang liar, keras, dan semrawutan.
tapi baiknya, dengan nama ini saya mampu mengekspresikan semua rasa di dalam dada, bertindak tak terkendali, bahkan menggila tanpa harus mencemari nama asli saya yang saya jaga dengan hati-hati.
jadi, jika anda ingin panggil kebaikan saya, panggil saya "Rizal"
jika, anda ingin panggil kegilaan saya, panggil saya "Lupus"
dan anda akan tahu dimana perbedaannya....
Minggu, 22 April 2012
Bunga Trotoar
di setiap menjelang pertengahan malam di kota kembang,
banyak sekali terdapat wanita wanita dengan pakaian yang menggoda berdiri di trotoar-trotoar jalan tertentu di Kota Kembang.
mereka bukanlah model jalanan,
mereka jajakan tubuh menjual kenikmatan kepada semua pria yang mau membelinya.
tidak peduli batasan usia si pelanggan, "bunga-bunga Trotoar" ini siap melayani.
kemudian ketika ada pria mendekat, ia menyapa dengan suara lembut memanja, gerak tubuh nan menggoda.
coba bangkitkan hasrat sang pria seraya mengajaknya bercinta.
Bunga Trotoar, wangimu tumbuhkan hasrat.
tubuhmu janjikan nikmat.
hingga jerumuskan pria-pria kesepian untuk singgah, dan sekedar usir dingin malam dalam dekapanmu.
engkau bekerja dengan tubuh bermandikan peluh,
engkau merintih menikmati segala rasa yang mereka berikan,
engkau berikan mereka kenikmatan, membiarkan mereka hingga merasa perkasa.
hingga lendir lendir berceceran.
kemudian kau raup uang yang kau butuhkan.
inikah kehidupan ?
inikah keadilan ?
Bunga-bunga Trotoar, malang nasibmu...
tak peduli dosa, apalagi kata orang...
karena kau pikir tak ada pilihan.
untuk hidup dan bertahan, hanya itu yang mampu kau lakukan....
banyak sekali terdapat wanita wanita dengan pakaian yang menggoda berdiri di trotoar-trotoar jalan tertentu di Kota Kembang.
mereka bukanlah model jalanan,
mereka jajakan tubuh menjual kenikmatan kepada semua pria yang mau membelinya.
tidak peduli batasan usia si pelanggan, "bunga-bunga Trotoar" ini siap melayani.
kemudian ketika ada pria mendekat, ia menyapa dengan suara lembut memanja, gerak tubuh nan menggoda.
coba bangkitkan hasrat sang pria seraya mengajaknya bercinta.
Bunga Trotoar, wangimu tumbuhkan hasrat.
tubuhmu janjikan nikmat.
hingga jerumuskan pria-pria kesepian untuk singgah, dan sekedar usir dingin malam dalam dekapanmu.
engkau bekerja dengan tubuh bermandikan peluh,
engkau merintih menikmati segala rasa yang mereka berikan,
engkau berikan mereka kenikmatan, membiarkan mereka hingga merasa perkasa.
hingga lendir lendir berceceran.
kemudian kau raup uang yang kau butuhkan.
inikah kehidupan ?
inikah keadilan ?
Bunga-bunga Trotoar, malang nasibmu...
tak peduli dosa, apalagi kata orang...
karena kau pikir tak ada pilihan.
untuk hidup dan bertahan, hanya itu yang mampu kau lakukan....
Jumat, 20 April 2012
Indonesia Raya
" Indonesia Raya " lagu kebanggaan Bangsa yang kini terasa asing di telinga seiring berlalunya masa.
dewasa ini, lagu "Indonesia Raya" ciptaan W.R. Soepratman, tidak begitu populer di kalangan manusia-manusia Indonesia yang kini sudah merdeka.
lagu yang penuh makna ini entah kenapa terasa asing di telinga.
mungkin karena sangat jarangnya dilantunkan, sehingga saya tidak lagi merasa getaran semangat kemerdekaan, semangat persatuan, apalagi tentang cinta untuk negara ini.
Lagu Indonesia Raya sekarang hanyalah dilantunkan di acara-acara upacara saja.
seperti upacara di sekolah-sekolah, atau upacara di dinas pemerintahan saja, itu pun dinyanyikan seperti asal-asalan saja, tanpa ada penjiwaan, bahkan sampai ada yang tidak hafal lirik lagunya.
W.R. Soepratman sungguh sia-sia menciptakan lagu penuh makna ini.
karena sekarang hanya menjadi lagu ceremonial belaka. hanya jadi barisan kata dengan nada yang tak sejalan dengan alur kehidupan bangsa Indonesia secara nyata. tanpa ada semangat merdeka, tanpa ada kebanggaan menyanyikannya.
"Indonesia Raya" lagu kebangsaan yang maknanya mulai terlupa.
dewasa ini, lagu "Indonesia Raya" ciptaan W.R. Soepratman, tidak begitu populer di kalangan manusia-manusia Indonesia yang kini sudah merdeka.
lagu yang penuh makna ini entah kenapa terasa asing di telinga.
mungkin karena sangat jarangnya dilantunkan, sehingga saya tidak lagi merasa getaran semangat kemerdekaan, semangat persatuan, apalagi tentang cinta untuk negara ini.
Lagu Indonesia Raya sekarang hanyalah dilantunkan di acara-acara upacara saja.
seperti upacara di sekolah-sekolah, atau upacara di dinas pemerintahan saja, itu pun dinyanyikan seperti asal-asalan saja, tanpa ada penjiwaan, bahkan sampai ada yang tidak hafal lirik lagunya.
W.R. Soepratman sungguh sia-sia menciptakan lagu penuh makna ini.
karena sekarang hanya menjadi lagu ceremonial belaka. hanya jadi barisan kata dengan nada yang tak sejalan dengan alur kehidupan bangsa Indonesia secara nyata. tanpa ada semangat merdeka, tanpa ada kebanggaan menyanyikannya.
"Indonesia Raya" lagu kebangsaan yang maknanya mulai terlupa.
korupsi di depan mata
saya bekerja di sebuah perusahaan yang bekerja sama dengan pemerintah untuk mengatasi masalah yang ada di wilayah pemerintahan suatu daerah.
saya menjabat sebagai keset.
saya hanya seorang pesuruh disini.
tapi orang sebodoh saya pun bisa merasakan, mendengarkan, kelakuan pejabat pejabat, atasan atasan saya bekerjasama merancang sebuah strategi untuk korupsi.
imbasnya, saya yang bodoh ini terus memikirkan mengapa saya ada di sini ?
menyaksikan sendiri praktik kotor ini. sementara saya tak berdaya untuk merubah apa-apa.
apakah semua yang saya makan ini haram ?
pikiran seperti ini selalu melintas dalam kepala saya,
membuat saya tidak kerasan lagi bekerja di tempat ini.
bukan karena suasana atau galaknya atasan saya, tapi karena saya tidak bisa hidup di lahan yang seharusnya saya hancurkan.
disini, saya seperti ada di kandang lawan.
tak ada yang bisa saya lakukan.
saya sudah muak dengan semua ini.
mungkin satu satunya jalan adalah pergi.
saya menjabat sebagai keset.
saya hanya seorang pesuruh disini.
tapi orang sebodoh saya pun bisa merasakan, mendengarkan, kelakuan pejabat pejabat, atasan atasan saya bekerjasama merancang sebuah strategi untuk korupsi.
imbasnya, saya yang bodoh ini terus memikirkan mengapa saya ada di sini ?
menyaksikan sendiri praktik kotor ini. sementara saya tak berdaya untuk merubah apa-apa.
apakah semua yang saya makan ini haram ?
pikiran seperti ini selalu melintas dalam kepala saya,
membuat saya tidak kerasan lagi bekerja di tempat ini.
bukan karena suasana atau galaknya atasan saya, tapi karena saya tidak bisa hidup di lahan yang seharusnya saya hancurkan.
disini, saya seperti ada di kandang lawan.
tak ada yang bisa saya lakukan.
saya sudah muak dengan semua ini.
mungkin satu satunya jalan adalah pergi.
Senin, 16 April 2012
Teller Bank
suatu hari saya sedang merasa sangat malas dan kesal.
kemudian saya diminta untuk pergi ke sebuah Bank di Kota Bandung.
seperti biasa, saya langsung ambil nomor antrean, isi form yang sudah disediakan kemudian duduk menunggu nomor antrean yang masih jauh dari nomor antrean milik saya.
setelah lama menunggu, tiba lah giliran saya.
kemudian saya berjalan menuju meja teller.
sapa hangat dan senyum manis terlihat dari petugas yang terlihat cantik.
tapi saya sedang merasa kesal, jadi gak ngaruh sama sekali.
setelah bla bla bla bla si petugas berkicau, saya langsung mengutarakan maksud saya untuk transfer uang.
dan setelahnya terjadilah percakapan dian tara kami.
teller bilang : Baik Bapak Rizal, ada lagi yang bisa Kami bantu ?
( masih dengan senyum manis di wajahnya )
saya : ada mbak.
( dengan muka asam )
teller : apa itu Pak ?
( tetap dengan nada lembut memanja )
Saya : ( saya dekati telinganya dan dengan sedikit berbisik dan nada mengancam ) Jangan panggil saya Bapak !
Teller : Baik, baik maaf.
( dengan wajah malu memerah )
dan kemudian saya pun keluar dan bergegas pergi meninggalkannya dengan dingin.
kemudian saya diminta untuk pergi ke sebuah Bank di Kota Bandung.
seperti biasa, saya langsung ambil nomor antrean, isi form yang sudah disediakan kemudian duduk menunggu nomor antrean yang masih jauh dari nomor antrean milik saya.
setelah lama menunggu, tiba lah giliran saya.
kemudian saya berjalan menuju meja teller.
sapa hangat dan senyum manis terlihat dari petugas yang terlihat cantik.
tapi saya sedang merasa kesal, jadi gak ngaruh sama sekali.
setelah bla bla bla bla si petugas berkicau, saya langsung mengutarakan maksud saya untuk transfer uang.
dan setelahnya terjadilah percakapan dian tara kami.
teller bilang : Baik Bapak Rizal, ada lagi yang bisa Kami bantu ?
( masih dengan senyum manis di wajahnya )
saya : ada mbak.
( dengan muka asam )
teller : apa itu Pak ?
( tetap dengan nada lembut memanja )
Saya : ( saya dekati telinganya dan dengan sedikit berbisik dan nada mengancam ) Jangan panggil saya Bapak !
Teller : Baik, baik maaf.
( dengan wajah malu memerah )
dan kemudian saya pun keluar dan bergegas pergi meninggalkannya dengan dingin.
Minggu, 15 April 2012
Cerita Sang Ayah
Suatu ketika saya tengah diguncang oleh perasaan jenuh yang sesak, sehingga membuat saya bimbang.
saya ceritakan semua kepada sang Ayah.
padahal saya sangat jarang sekali berbincang dengannya, apalagi untuk bercerita tentang masalah saya.
tapi entah mengapa hari itu saya tiba-tiba menghampirinya dan memulai ceritakan masalah saya.
dengan bijak, Ayah kemudian memberikan solusi yang paling tepat untuk masalah saya ini.
Ia sedikit bercerita tentang hidupnya.
sebuah pesan tersirat namun tak terucap dari mulutnya.
" Ini kehidupan Nak, tidak mudah. cobalah untuk menjalaninya. hadapilah. Aku membesarkanmu bukan untuk kalah, Aku membesarkanmu dengan jerih payah, Bangkitlah ! Bangkitlah ! "
pesan ini akan kulekatkan dalam-dalam dalam benak.
sungguh pesan inilah yang mampu membuatku kembali merasa hidup.
kata-kata yang keluar dari mulutnya terasa hingga ke dalam dada. hingga penat hilang begitu saja.
Meski selintas Ayah terlihat acuh terhadapku. seperti tak pernah menganggapku.
ternyata Ayah menyimpan cinta yang tak terhingga, yang tak pernah terucap dengan kata-kata.
sekali Ayah berbicara, cintanya langsung terasa.
terima kasih Ayah, engkau memang yang paling mampu mengerti Aku.
sini Ayah simpanlah harapanmu di pundakku.
saya ceritakan semua kepada sang Ayah.
padahal saya sangat jarang sekali berbincang dengannya, apalagi untuk bercerita tentang masalah saya.
tapi entah mengapa hari itu saya tiba-tiba menghampirinya dan memulai ceritakan masalah saya.
dengan bijak, Ayah kemudian memberikan solusi yang paling tepat untuk masalah saya ini.
Ia sedikit bercerita tentang hidupnya.
sebuah pesan tersirat namun tak terucap dari mulutnya.
" Ini kehidupan Nak, tidak mudah. cobalah untuk menjalaninya. hadapilah. Aku membesarkanmu bukan untuk kalah, Aku membesarkanmu dengan jerih payah, Bangkitlah ! Bangkitlah ! "
pesan ini akan kulekatkan dalam-dalam dalam benak.
sungguh pesan inilah yang mampu membuatku kembali merasa hidup.
kata-kata yang keluar dari mulutnya terasa hingga ke dalam dada. hingga penat hilang begitu saja.
Meski selintas Ayah terlihat acuh terhadapku. seperti tak pernah menganggapku.
ternyata Ayah menyimpan cinta yang tak terhingga, yang tak pernah terucap dengan kata-kata.
sekali Ayah berbicara, cintanya langsung terasa.
terima kasih Ayah, engkau memang yang paling mampu mengerti Aku.
sini Ayah simpanlah harapanmu di pundakku.
Jumat, 13 April 2012
Menjelang Perpisahan
hari ini, Jum'at, 13 April 2012
saya menyampaikan salam selamat jalan pada seorang rekan, yang seperti orang tua saya sendiri.
dengan berat saya beritahukan kepadanya, bahwa saya akan berhenti dari pekerjaan ini.
dan beliau pun tampak berat untuk melepasku.
dan kemudian, beliau menuju kamarnya, dan merogoh saku tasnya, kemudian kembali sambil membawa sebuah plastik yang terikat.
di plastik itu ada empat butir peluru kosong.
dan beliau memberikannya padaku dan berkata :
" ini buat kamu, mungkin kamu mau bikin ini jadi kalung... "
dan saya menjawab :
" tentu pak, ini akan saya jadikan kalung "
beberapa butir peluru kosong ini adalah barang yang selama ini saya dambakan.
dan betapa baiknya Tuhan, Ia memberikan apa yang aku inginkan dengan sejuta kenangan.
hingga butir-butir peluru yang tak aktif lagi menjadi barang yang sangat berarti.
terima kasih Tuhan, telah pertemukan aku dengan manusia yang seperti Beliau,
meski singkat, namun sangat berharga.
namun inilah kehidupan.
meski kita sering bercanda dan tertawa bersama,
namun akhirnya kita kan berpisah juga.
ini berat, namun harus kulakukan.
ini sulit, namun aku tak tahan terus terhimpit.
selamat tinggal Ayah, Kawan,
aku kan ingat setiap nasihat yang Kau berikan.
saya menyampaikan salam selamat jalan pada seorang rekan, yang seperti orang tua saya sendiri.
dengan berat saya beritahukan kepadanya, bahwa saya akan berhenti dari pekerjaan ini.
dan beliau pun tampak berat untuk melepasku.
dan kemudian, beliau menuju kamarnya, dan merogoh saku tasnya, kemudian kembali sambil membawa sebuah plastik yang terikat.
di plastik itu ada empat butir peluru kosong.
dan beliau memberikannya padaku dan berkata :
" ini buat kamu, mungkin kamu mau bikin ini jadi kalung... "
dan saya menjawab :
" tentu pak, ini akan saya jadikan kalung "
beberapa butir peluru kosong ini adalah barang yang selama ini saya dambakan.
dan betapa baiknya Tuhan, Ia memberikan apa yang aku inginkan dengan sejuta kenangan.
hingga butir-butir peluru yang tak aktif lagi menjadi barang yang sangat berarti.
terima kasih Tuhan, telah pertemukan aku dengan manusia yang seperti Beliau,
meski singkat, namun sangat berharga.
namun inilah kehidupan.
meski kita sering bercanda dan tertawa bersama,
namun akhirnya kita kan berpisah juga.
ini berat, namun harus kulakukan.
ini sulit, namun aku tak tahan terus terhimpit.
selamat tinggal Ayah, Kawan,
aku kan ingat setiap nasihat yang Kau berikan.
Kamis, 12 April 2012
Kutipan Mario Teguh
Tidak sedikit orang tersiksa di dalam pekerjaannya, tapi tidak berani menggerakkan diri untuk keluar, karena dia takut rezeki Tuhan tidak ada selain di tempat yang buruk itu.
Rezeki Tuhan tersebar di muka bumi.
Bukankah ada banyak orang yang makmur di bidang pekerjaan lain dan di luar tempat kita bekerja?
Masalahnya adalah nilai diri kita, yang harus kita tingkatkan, agar orang menghargai kita sesuai dengan yang kita harapkan, sekarang atau nanti, di sini atau di mana pun.
Tegaslah.
Rezeki Tuhan tersebar di muka bumi.
Bukankah ada banyak orang yang makmur di bidang pekerjaan lain dan di luar tempat kita bekerja?
Masalahnya adalah nilai diri kita, yang harus kita tingkatkan, agar orang menghargai kita sesuai dengan yang kita harapkan, sekarang atau nanti, di sini atau di mana pun.
Tegaslah.
Jumat, 06 April 2012
Karena Kau Bukan Aku
kau tak tahu apa rasaku
kau tak tahu apa pikirku
kau tak tahu apa maksudku
kau tak tahu apa inginku
karena kau bukan aku
kau tak tahu apa pikirku
kau tak tahu apa maksudku
kau tak tahu apa inginku
karena kau bukan aku
Tersesat
tersesat
entah dimana aku berada
bingung tuk tentukan arah
semua nampak sama
terperangkap di alam bebas
tak ada rantai
namun tak mampu langkah
dengan sejuta amarah
aku macan dalam kandang
dengan sejuta dendam
aku gelap dalam terang
entah dimana aku berada
bingung tuk tentukan arah
semua nampak sama
terperangkap di alam bebas
tak ada rantai
namun tak mampu langkah
dengan sejuta amarah
aku macan dalam kandang
dengan sejuta dendam
aku gelap dalam terang
Pelampiasan
akhir-akhir ini saya merasakan kegelisahan yang luar biasa, yang entah apa penyebabnya.
saya jadi kembali ingin lampiaskan perasaan ini.
ingin meledakkan amarah rasanya.
namun apa ? siapa sasarannya ?
saya tak punya apa-apa atau siapa-siapa sebagai pelampiasan saya.
dulu biasanya saya melampiaskan rasa ini dengan mabuk-mabukan, atau sekedar adu tinju dengan siapa saja.
atau bahkan cara yang paling menyenangkan adalah dengan menghisap beberapa linting marijuana yang mampu membuat saya tertawa lepas tanpa beban.
namun kini semua berbeda.
saya masih sangat merindukan aroma dan nikmatnya asap marijuana.
dunia serasa surga.
semua beban hilang rasanya.
marijuana.....
kapankah kita kan kembali bersama ?
saya jadi kembali ingin lampiaskan perasaan ini.
ingin meledakkan amarah rasanya.
namun apa ? siapa sasarannya ?
saya tak punya apa-apa atau siapa-siapa sebagai pelampiasan saya.
dulu biasanya saya melampiaskan rasa ini dengan mabuk-mabukan, atau sekedar adu tinju dengan siapa saja.
atau bahkan cara yang paling menyenangkan adalah dengan menghisap beberapa linting marijuana yang mampu membuat saya tertawa lepas tanpa beban.
namun kini semua berbeda.
saya masih sangat merindukan aroma dan nikmatnya asap marijuana.
dunia serasa surga.
semua beban hilang rasanya.
marijuana.....
kapankah kita kan kembali bersama ?
Kamis, 05 April 2012
Susilo Bambang Yudhoyono
jika kita telaah lebih mendalam, kinerja Presiden kita yang sekarang ini sangatlah buruk.
ga ada prestasi yang bisa dibanggakan. kecuali 4 album yang telah diluncurkan.
Presiden macam apa ? yang sibuk nyanyi-nyanyi sampai rekaman segala.
sementara rakyat semakin menjerit terhimpit keadaan.
katanya jumlah rakyat miskin di Indonesia berkurang.
nyatanya, kok malah makin banyak ya ?
SBY itu pendusta tingkat Dewa.
selama masa jabatannya malah makin banyak masalah yang melanda Republik ini.
terlalu banyak pengalihan issu.
sepertinya SBY ingin menutupi setiap kebusukannya, jadi rakyat dibuat bingung dengan bermunculannya kasus-kasus yang membingungkan dan gak pernah ada yang bisa terselesaikan.
SBY cenderung menggunakan jabatannya untuk kepentingan pribadi saja.
memperkaya diri. katanya mau berantas korupsi. tapi lihat sekarang nyatanya anggota Partainya sendiri yang banyak tersandung kasus korupsi. Apa Gak Malu Pak ?
Presiden kok bisanya nyanyi, sama curhat aja ?
Presiden macam apa ini ?
urusin dong rakyat yang kelaparan.
saran buat Pak SBY, mending jadi artis aja kalo hobi nyanyi. atau jadi penulis aja, kan Bapak hobi curhat, atau kalo pengen kaya, jadi pengusaha aja, jangan cuma ngembat duit rakyat !!
ga ada prestasi yang bisa dibanggakan. kecuali 4 album yang telah diluncurkan.
Presiden macam apa ? yang sibuk nyanyi-nyanyi sampai rekaman segala.
sementara rakyat semakin menjerit terhimpit keadaan.
katanya jumlah rakyat miskin di Indonesia berkurang.
nyatanya, kok malah makin banyak ya ?
SBY itu pendusta tingkat Dewa.
selama masa jabatannya malah makin banyak masalah yang melanda Republik ini.
terlalu banyak pengalihan issu.
sepertinya SBY ingin menutupi setiap kebusukannya, jadi rakyat dibuat bingung dengan bermunculannya kasus-kasus yang membingungkan dan gak pernah ada yang bisa terselesaikan.
SBY cenderung menggunakan jabatannya untuk kepentingan pribadi saja.
memperkaya diri. katanya mau berantas korupsi. tapi lihat sekarang nyatanya anggota Partainya sendiri yang banyak tersandung kasus korupsi. Apa Gak Malu Pak ?
Presiden kok bisanya nyanyi, sama curhat aja ?
Presiden macam apa ini ?
urusin dong rakyat yang kelaparan.
saran buat Pak SBY, mending jadi artis aja kalo hobi nyanyi. atau jadi penulis aja, kan Bapak hobi curhat, atau kalo pengen kaya, jadi pengusaha aja, jangan cuma ngembat duit rakyat !!
Rabu, 04 April 2012
Aku Ingin
aku ingin seperti udara
memberi tanpa tersadari
aku ingin seperti matahari
memberi mereka cahya abadi
aku ingin seperti api
berikan mereka kehangatan
aku ingin seperti bulan
sinari gelap malam
aku ingin seperti bintang
hiasi gelap langit malam
aku ingin seperti ini
karena aku ciptaan Tuhan
aku ingin seperti tanah
memberi mereka pijakan
aku ingin seperti air
berikan mereka kehidupan
aku ingin seperti matahari
memberi mereka cahya abadi
aku ingin seperti api
berikan mereka kehangatan
aku ingin seperti bulan
sinari gelap malam
aku ingin seperti bintang
hiasi gelap langit malam
aku ingin seperti ini
karena aku ciptaan Tuhan
Racun rasa
aku hisap engkau dengan seluruh nafasku
aku hisap engkau sedalam anganku
hingga kepulan asap beterbangan
yang padati udara di sekeliling angkasa
engkau meresap hingga dalam dada
engkau mengalir dalam setiap urat nadi
engkau hadir
buat aku tergila
jiwa terlepas dari raga
engkau bunuh aku dengan rasa
aku hisap engkau sedalam anganku
hingga kepulan asap beterbangan
yang padati udara di sekeliling angkasa
engkau meresap hingga dalam dada
engkau mengalir dalam setiap urat nadi
engkau hadir
buat aku tergila
jiwa terlepas dari raga
engkau bunuh aku dengan rasa
Selasa, 03 April 2012
selamat malam dunia
dunia memanglah tak seindah surga.
namun, malam cukup tenangkan jiwa.
ramai usai. enyah. pergi.
ramai usai. hadirkan sepi.
damaikan jiwa
menembus sukma
lelah terlepas raga
tak ada canda
tak ada duka
hingga esok kala mata terbuka
selamat malam dunia
Senin, 02 April 2012
Yang Entah Siapa
hey, engkau wanita yang kelak akan menjadi pendamping hidupku, yang entah siapa.
aku ingin menjadi bulan yang menerangi setiap malammu.
aku ingin menjadi bintang yang menghiasi langit di setiap malammu.
aku ingin menjadi embun yang sejukkan pagimu.
aku ingin menjadi mentari yang menyinari harimu.
hai, engkau wanita yang kelak akan menjadi pendamping hidupku, yang entah siapa.
aku ingin mampu menjadi penyejuk hatimu.
aku ingin mampu menjadi penghancur sedihmu.
aku ingin mampu menjadi peredam amarahmu.
aku ingin mampu menjadi penyambuk semangatmu.
aku ingin mampu menjadi sandaran di setiap rasa letihmu.
hai, engkau wanita yang kelak akan menjadi pendamping hidupku, yang entah siapa.
aku ingin merindukanmu di setiap detik yang kulalui tanpamu disisiku.
aku ingin merasakan mencintaimu di setiap aliran darah dalam tubuhku.
aku ingin mencintaimu dalam damai.
aku ingin mencintaimu dalam gundah.
aku ingin membencimu hanya dalam mimpiku.
hai, engkau wanita yang kelak akan menjadi pendamping hidupku, yang entah siapa.
aku ingin menjadi harapanmu.
aku ingin menjadi kenanganmu.
aku ingin menjadi kebanggaanmu.
hai, engkau wanita yang kelak akan menjadi pendamping hidupku, yang entah siapa.
aku ingin mampu menjadi suamimu.
aku ingin mampu menjadi kekasihmu.
aku ingin mampu menjadi temanmu.
aku ingin mampu menjadi sahabatmu.
aku ingin mampu menjadi pemimpinmu.
aku ingin mampu menjadi pemimpinmu.
aku ingin mampu menjadi seperti ayahmu.
aku ingin mampu menjadi seperti anakmu.
hai, engkau wanita yang kelak akan menjadi pendamping hidupku, yang entah siapa.
aku ingin mampu bertahan dalam perjuanganku untukmu.
aku ingin mampu membawamu ke dalam gelisah.
aku ingin mampu membawamu ke dalam sedih.
aku ingin mampu membawamu ke dalam bahagia.
hai, engkau wanita yang kelak akan menjadi pendamping hidupku, yang entah siapa.
aku ingin kita mampu menjadi satu.
aku ingin kita mampu berjuang bersama.
aku ingin kita mampu merawat anak-anak kita bersama.
aku ingin kita mampu menua bersama.
aku ingin kita mampu meraih ridha dan cinta Tuhan.
hai, engkau wanita yang kelak akan menjadi pendamping hidupku, yang entah siapa.
siapakah engkau ?
adakah engkau disana ?
atau dimana ?
aku ingin menjadi bulan yang menerangi setiap malammu.
aku ingin menjadi bintang yang menghiasi langit di setiap malammu.
aku ingin menjadi embun yang sejukkan pagimu.
aku ingin menjadi mentari yang menyinari harimu.
hai, engkau wanita yang kelak akan menjadi pendamping hidupku, yang entah siapa.
aku ingin mampu menjadi penyejuk hatimu.
aku ingin mampu menjadi penghancur sedihmu.
aku ingin mampu menjadi peredam amarahmu.
aku ingin mampu menjadi penyambuk semangatmu.
aku ingin mampu menjadi sandaran di setiap rasa letihmu.
hai, engkau wanita yang kelak akan menjadi pendamping hidupku, yang entah siapa.
aku ingin merindukanmu di setiap detik yang kulalui tanpamu disisiku.
aku ingin merasakan mencintaimu di setiap aliran darah dalam tubuhku.
aku ingin mencintaimu dalam damai.
aku ingin mencintaimu dalam gundah.
aku ingin membencimu hanya dalam mimpiku.
hai, engkau wanita yang kelak akan menjadi pendamping hidupku, yang entah siapa.
aku ingin menjadi harapanmu.
aku ingin menjadi kenanganmu.
aku ingin menjadi kebanggaanmu.
hai, engkau wanita yang kelak akan menjadi pendamping hidupku, yang entah siapa.
aku ingin mampu menjadi suamimu.
aku ingin mampu menjadi kekasihmu.
aku ingin mampu menjadi temanmu.
aku ingin mampu menjadi sahabatmu.
aku ingin mampu menjadi pemimpinmu.
aku ingin mampu menjadi pemimpinmu.
aku ingin mampu menjadi seperti ayahmu.
aku ingin mampu menjadi seperti anakmu.
hai, engkau wanita yang kelak akan menjadi pendamping hidupku, yang entah siapa.
aku ingin mampu bertahan dalam perjuanganku untukmu.
aku ingin mampu membawamu ke dalam gelisah.
aku ingin mampu membawamu ke dalam sedih.
aku ingin mampu membawamu ke dalam bahagia.
hai, engkau wanita yang kelak akan menjadi pendamping hidupku, yang entah siapa.
aku ingin kita mampu menjadi satu.
aku ingin kita mampu berjuang bersama.
aku ingin kita mampu merawat anak-anak kita bersama.
aku ingin kita mampu menua bersama.
aku ingin kita mampu meraih ridha dan cinta Tuhan.
hai, engkau wanita yang kelak akan menjadi pendamping hidupku, yang entah siapa.
siapakah engkau ?
adakah engkau disana ?
atau dimana ?
Selasa, 27 Maret 2012
Super Enjan
posting ini terinspirasi dari kekesalan saya melihat tingkah laku seorang manusia yang bernama Enjan Jaenudin.
kenapa ?
gini ceritanya....
Enjan ini adalah seorang pegawai di perusahaan konsultan yang adalah tempat dimana saya juga bekerja.
nah kenapa saya bisa sampai kesal sama si Enjan ini ?
alasannya, karena dia adalah orang terpelit yang pernah saya lihat di dunia ini.
dia itu pelitnya di segala bidang. dan mungkin mendapat gelar sarjana dari saya.
Enjan Jaenudin, S.Ap.
Sarjana Ahli Pelit.
hahahaha
gimana engga, dia itu, orang yang ngirit dan cenderung pelit, terlihat dari kelakuannya yang suka ngambil beras di kantor untuk dibawa ke rumah dinasnya yang disewakan oleh perusahaan. selain itu dia juga sering bawa makanan yang tidak seharusnya dia bawa.
bukan cuma makanan, malahan lampu, tempat tissue, baskom, ia apa aja bisa dia bawa.
padahal itu kan jatah saya.
Sialan.
karena saya belum mampu menjegal langkah si Enjan dalam menjalankan operasinya, ya saya pasrah saja.
dan mulai sekarang dia adalah Super En-Jan.
makhluk Tuhan yang tercipta yang paling pelit, dan lumayan genit.
hahahahaha
kenapa ?
gini ceritanya....
Enjan ini adalah seorang pegawai di perusahaan konsultan yang adalah tempat dimana saya juga bekerja.
nah kenapa saya bisa sampai kesal sama si Enjan ini ?
alasannya, karena dia adalah orang terpelit yang pernah saya lihat di dunia ini.
dia itu pelitnya di segala bidang. dan mungkin mendapat gelar sarjana dari saya.
Enjan Jaenudin, S.Ap.
Sarjana Ahli Pelit.
hahahaha
gimana engga, dia itu, orang yang ngirit dan cenderung pelit, terlihat dari kelakuannya yang suka ngambil beras di kantor untuk dibawa ke rumah dinasnya yang disewakan oleh perusahaan. selain itu dia juga sering bawa makanan yang tidak seharusnya dia bawa.
bukan cuma makanan, malahan lampu, tempat tissue, baskom, ia apa aja bisa dia bawa.
padahal itu kan jatah saya.
Sialan.
karena saya belum mampu menjegal langkah si Enjan dalam menjalankan operasinya, ya saya pasrah saja.
dan mulai sekarang dia adalah Super En-Jan.
makhluk Tuhan yang tercipta yang paling pelit, dan lumayan genit.
hahahahaha
Senin, 26 Maret 2012
yang tak pernah tertuntaskan
woy. hahaha
ini posting soal cerita pas SMA
mungkin buat kamu biasa aja tapi punya banyak arti bagiku.
zaman SMA emang zaman yang paling berkesan. sampai saat ini masih belum tergantikan.
mungkin kita semua yang udah pernah lewatin masa SMA punya pendapat yang sama.
dari mulai nongkrong bareng anak2,gila gilaan bareng anak2, kisah cinta, guru yang galak, guru yang baek, sampe tukang dagang yang jadi calo rokok.
BK
okay, pertama gua mo ceritain tentang gimana gokilnya gua ama anak-anak.
jadi pas SMA tuh gua gabung di salah satu geng di sekolah gua. BK 13 alias Bubur Kacang 13.
emang nama yang aneh sih buat kaliber sekelas geng sekolah. haha
nama BK 13 ini diambil dari nama tempat gua ama anak-anak nongkrong tepat di satu warung kopi yang terkenal karena bubur kacangnya yang jaraknya juga ga jauh2 amat dari sekolahan tempatnya pas banget di pinggir jalan kebon kopi.dan yang nongkrong di situ tuh kebanyakan ya.... anak-anak SMA 13 ( gue salah satunya ) hehe.
warung BK ini dijaga sama abang yang namanya Jaja. dan sering kita panggil Bang Jaja. Bang Jaja ama anak2 tuh udah deket banget, sampe sampe Bang Jaja tau kapan hari ultah anak2. iyalah gimana dia ga inget? soalnya tiap ada anak2 yang lagi ultah, dagangan Bang Jaja pasti abis. kayaknya sih tiap ada anak2 yang ultah bang Jaja catet di kalendernya. jadi kalo dia ultah lagi tinggal nagih dah. hahaha
banyak banget cerita-cerita yang sekarang jadi kenangan yang ga bakal pernah bisa gua lupain, mulai dari ketawa-ketawa liat parade tukang becak yang goes becaknya sambil susul-susulan. udah kaya sirkuit balapan becak aja tu jalan. haha
trus ngeliatin mobil-motor yang lalu-lalang di depan kita.
ngecengin cewe-cewe yang lewat, dempet-dempetan pas ujan, ngopi, ngeteh yang duitnya dikumpulin dari duit recehan anak-anak terus minum barengan, ato...ngutang ama bang Jaja.hahaha
tapi yang paling berkesan ya pas ada banci yang dandanannya amburadul abis, make-up nya tebel ga jelas, ama ondel-ondel juga msh cakepan ondel-ondel lewat tepat banget depan anak-anak yang pas banget lagi pada ngumpul. full skuad lah. dan setelah si banci lewat, tiba-tiba... huahahahahahahahahaha kita semua pada ketawa abis geli banget liat tu banci dandan ga karuan.
dan.... si banci itu balik lagi ! wah gawat !
dia dateng , trus marah-marah dan sialnya temen gua yang namanya Budi... dia dimarahin abis-abisan ama tu banci. banci ngomong blablablablablabla....
Budi jawab blablablablablabla.... dan nyosorin rokok ke si banci. dan si banci pun terdiam. menghisap rokoknya sampe abis. terus malah curhat ama ank-anak.
haduh.... banci gembel sialan !
gua udh takut aja. taunya mo minta rokok ama numpang curhat. sialaaan !
ya itu sedikit cerita gua ama anak-anak di BK13
BK13 " I'll never forget, I always remember "
BK13 " still alive in our soul ".
gila-gilaan di sekolah
nah, kalo gila-gilaan di sekolah emang udh lazim buat anak SMA, kalo ga gila, bukan SMA kan ?
pernah kita anak BK yang waktu itu sering ngumpul ada sekitar 20 orang lah.
itu kelas 1 SMA, anak baru gitu deh, nah di sekolah kita Wakasek Kesiswaannya tuh terkenal galak. anjing juga kalah galak kali ama dia. haha
namanya Hari Wibisono. kayaknya nama adeknya Hari Wibisini kali ya ?
haha.
di sekolah kita ada aturan yang ga ngebolehin pake celana seragam yang ngetat kalo ngelanggar, ya ga boleh masuk sekolah. nah pas waktu itu kan lagi In banget model celana ngetat. dan hampir semua anak BK pake celana model gitu.
alhasil kita semua ga boleh masuk sekolah. wah gawat nih, mo pulang takut dimarahin bonyok, mo maen ga punya duit, trus masa gua harus ga ketemu ama kecengan cuma karena masalah celana sih ?
tapi untungnya kita adalah anak-anak yang kreatif. ga boleh masuk lewat depan, ya lewat belakang. hehe
nah kita rame-rame deh menuju belakang sekolah yang sebelahan ama komplek perumahan. dan dipisahin sama satu selokan. biar bisa masuk sekolah, kita lewatin tuh solokan dan terjadilah gotong-royong saling menolong menembus gorong-gorong.
abis lewatin solokan, rintangan selanjutnya adalah benteng sekolah yang dihiasi kawat berduri. benteng yang tingginya sekitar 3 meter itu kita lewatin. caranya, manjat ke pundak temen. haha
ya.. kita gantian deh naek ke pundak temen, dan yang badannya paling gede harus mau dinaikin, dan masuk paling belakangan, kasian sih.. tapi, ya suruh sapa punya badan gede. hahaha
dan akhirnya kita berhasil masuk ke sekolah.
sialnya, pas mo masuk kelas, kita ketemu ama kesiswaan yang rada sarap itu lagi. jadi, ya... kita dihukum, terus tetep diusir keluar dari sekolah.
dan usaha kita waktu itu GAGAL TOTAL. SIAL !!!
ini posting soal cerita pas SMA
mungkin buat kamu biasa aja tapi punya banyak arti bagiku.
zaman SMA emang zaman yang paling berkesan. sampai saat ini masih belum tergantikan.
mungkin kita semua yang udah pernah lewatin masa SMA punya pendapat yang sama.
dari mulai nongkrong bareng anak2,gila gilaan bareng anak2, kisah cinta, guru yang galak, guru yang baek, sampe tukang dagang yang jadi calo rokok.
BK
okay, pertama gua mo ceritain tentang gimana gokilnya gua ama anak-anak.
jadi pas SMA tuh gua gabung di salah satu geng di sekolah gua. BK 13 alias Bubur Kacang 13.
emang nama yang aneh sih buat kaliber sekelas geng sekolah. haha
nama BK 13 ini diambil dari nama tempat gua ama anak-anak nongkrong tepat di satu warung kopi yang terkenal karena bubur kacangnya yang jaraknya juga ga jauh2 amat dari sekolahan tempatnya pas banget di pinggir jalan kebon kopi.dan yang nongkrong di situ tuh kebanyakan ya.... anak-anak SMA 13 ( gue salah satunya ) hehe.
warung BK ini dijaga sama abang yang namanya Jaja. dan sering kita panggil Bang Jaja. Bang Jaja ama anak2 tuh udah deket banget, sampe sampe Bang Jaja tau kapan hari ultah anak2. iyalah gimana dia ga inget? soalnya tiap ada anak2 yang lagi ultah, dagangan Bang Jaja pasti abis. kayaknya sih tiap ada anak2 yang ultah bang Jaja catet di kalendernya. jadi kalo dia ultah lagi tinggal nagih dah. hahaha
banyak banget cerita-cerita yang sekarang jadi kenangan yang ga bakal pernah bisa gua lupain, mulai dari ketawa-ketawa liat parade tukang becak yang goes becaknya sambil susul-susulan. udah kaya sirkuit balapan becak aja tu jalan. haha
trus ngeliatin mobil-motor yang lalu-lalang di depan kita.
ngecengin cewe-cewe yang lewat, dempet-dempetan pas ujan, ngopi, ngeteh yang duitnya dikumpulin dari duit recehan anak-anak terus minum barengan, ato...ngutang ama bang Jaja.hahaha
tapi yang paling berkesan ya pas ada banci yang dandanannya amburadul abis, make-up nya tebel ga jelas, ama ondel-ondel juga msh cakepan ondel-ondel lewat tepat banget depan anak-anak yang pas banget lagi pada ngumpul. full skuad lah. dan setelah si banci lewat, tiba-tiba... huahahahahahahahahaha kita semua pada ketawa abis geli banget liat tu banci dandan ga karuan.
dan.... si banci itu balik lagi ! wah gawat !
dia dateng , trus marah-marah dan sialnya temen gua yang namanya Budi... dia dimarahin abis-abisan ama tu banci. banci ngomong blablablablablabla....
Budi jawab blablablablablabla.... dan nyosorin rokok ke si banci. dan si banci pun terdiam. menghisap rokoknya sampe abis. terus malah curhat ama ank-anak.
haduh.... banci gembel sialan !
gua udh takut aja. taunya mo minta rokok ama numpang curhat. sialaaan !
ya itu sedikit cerita gua ama anak-anak di BK13
BK13 " I'll never forget, I always remember "
BK13 " still alive in our soul ".
gila-gilaan di sekolah
nah, kalo gila-gilaan di sekolah emang udh lazim buat anak SMA, kalo ga gila, bukan SMA kan ?
pernah kita anak BK yang waktu itu sering ngumpul ada sekitar 20 orang lah.
itu kelas 1 SMA, anak baru gitu deh, nah di sekolah kita Wakasek Kesiswaannya tuh terkenal galak. anjing juga kalah galak kali ama dia. haha
namanya Hari Wibisono. kayaknya nama adeknya Hari Wibisini kali ya ?
haha.
di sekolah kita ada aturan yang ga ngebolehin pake celana seragam yang ngetat kalo ngelanggar, ya ga boleh masuk sekolah. nah pas waktu itu kan lagi In banget model celana ngetat. dan hampir semua anak BK pake celana model gitu.
alhasil kita semua ga boleh masuk sekolah. wah gawat nih, mo pulang takut dimarahin bonyok, mo maen ga punya duit, trus masa gua harus ga ketemu ama kecengan cuma karena masalah celana sih ?
tapi untungnya kita adalah anak-anak yang kreatif. ga boleh masuk lewat depan, ya lewat belakang. hehe
nah kita rame-rame deh menuju belakang sekolah yang sebelahan ama komplek perumahan. dan dipisahin sama satu selokan. biar bisa masuk sekolah, kita lewatin tuh solokan dan terjadilah gotong-royong saling menolong menembus gorong-gorong.
abis lewatin solokan, rintangan selanjutnya adalah benteng sekolah yang dihiasi kawat berduri. benteng yang tingginya sekitar 3 meter itu kita lewatin. caranya, manjat ke pundak temen. haha
ya.. kita gantian deh naek ke pundak temen, dan yang badannya paling gede harus mau dinaikin, dan masuk paling belakangan, kasian sih.. tapi, ya suruh sapa punya badan gede. hahaha
dan akhirnya kita berhasil masuk ke sekolah.
sialnya, pas mo masuk kelas, kita ketemu ama kesiswaan yang rada sarap itu lagi. jadi, ya... kita dihukum, terus tetep diusir keluar dari sekolah.
dan usaha kita waktu itu GAGAL TOTAL. SIAL !!!
Minggu, 25 Maret 2012
Sekilas Bayangnya Dalam Mimpi
aku sulit mengerti...
setelah sekian lama aku melupakannya,
bahkan aku hampir tak mampu mengingat wajahnya.
seketika semua itu hadir kembali dalam mimpiku.
lembut wajahnya, manis senyumnya, bahkan manja suaranya.
mendengar renyah tawanya semua terasa begitu nyata.
seandainya saja ini bukan hanya sekedar mimpi.
seketika khayalku kembali melambungkan anganku tuk kembali bersamanya.
semua kenangan bersamanya kembali seakan berbondong-bondong memaksa masuki memoriku di masa lalu.
rasanya seakan tak ingin aku terbangun dari mimpi itu.
karena dalam mimpi itu aku mampu kembali rasakan indahnya cinta.
cinta yang telah lama mati suri.
itu memang hanya selintas mimpi, namun terasa sangat berarti hingga membekas di hati.
terima kasih Tuhan telah hadirkan bayangnya kedalam mimpiku.
dan mampu membuatku mengingat rasa cinta yang selama ini hampir terlupa.
dan mampu menghangatkan hati ini yang hampir membeku.
Terima Kasih Tuhan.......
setelah sekian lama aku melupakannya,
bahkan aku hampir tak mampu mengingat wajahnya.
seketika semua itu hadir kembali dalam mimpiku.
lembut wajahnya, manis senyumnya, bahkan manja suaranya.
mendengar renyah tawanya semua terasa begitu nyata.
seandainya saja ini bukan hanya sekedar mimpi.
seketika khayalku kembali melambungkan anganku tuk kembali bersamanya.
semua kenangan bersamanya kembali seakan berbondong-bondong memaksa masuki memoriku di masa lalu.
rasanya seakan tak ingin aku terbangun dari mimpi itu.
karena dalam mimpi itu aku mampu kembali rasakan indahnya cinta.
cinta yang telah lama mati suri.
itu memang hanya selintas mimpi, namun terasa sangat berarti hingga membekas di hati.
terima kasih Tuhan telah hadirkan bayangnya kedalam mimpiku.
dan mampu membuatku mengingat rasa cinta yang selama ini hampir terlupa.
dan mampu menghangatkan hati ini yang hampir membeku.
Terima Kasih Tuhan.......
Rabu, 21 Maret 2012
Titip Rindu Buat Ayah
Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwa
Benturan dan hempasan terpahat di keningmu
Kau nampak tua dan lelah, keringat mengucur deras
namun kau tetap tabah hm…
Meski nafasmu kadang tersengal
memikul beban yang makin sarat
kau tetap bertahan
Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
kini kurus dan terbungkuk hm…
Namun semangat tak pernah pudar
meski langkahmu kadang gemetar
kau tetap setia
Ayah, dalam hening sepi kurindu
untuk menuai padi milik kita
Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan
Anakmu sekarang banyak menanggung beban
Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
kini kurus dan terbungkuk hm…
Namun semangat tak pernah pudar
meski langkahmu kadang gemetar
kau tetap setia
Lagu Ebiet G Ade – Titip Rindu Buat Ayah
Benturan dan hempasan terpahat di keningmu
Kau nampak tua dan lelah, keringat mengucur deras
namun kau tetap tabah hm…
Meski nafasmu kadang tersengal
memikul beban yang makin sarat
kau tetap bertahan
Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
kini kurus dan terbungkuk hm…
Namun semangat tak pernah pudar
meski langkahmu kadang gemetar
kau tetap setia
Ayah, dalam hening sepi kurindu
untuk menuai padi milik kita
Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan
Anakmu sekarang banyak menanggung beban
Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
kini kurus dan terbungkuk hm…
Namun semangat tak pernah pudar
meski langkahmu kadang gemetar
kau tetap setia
Lagu Ebiet G Ade – Titip Rindu Buat Ayah
Selasa, 20 Maret 2012
Doaku, Untukku.
Aku seorang anak manusia
yang biasa-biasa saja.
Aku yang hina mencoba tuk mencari dimana cinta berada.
Aku tak mampu menemukannya.
apakah tak ada cinta di dunia ini untukku ?
apakah aku tak pantas tuk dicinta ?
atau apakah aku terlalu sempurna, hingga tak ada yang lain yang dapat melengkapi hidupku ?
Aku seorang anak manusia
yang biasa-biasa saja.
Aku selalu sendiri.
Aku jenuh dengan keadaan ini.
Aku ingin ada seseorang,
yang mampu melarang melakukan apa yang buruk bagiku.
yang mampu memaafkan kesalahanku.
yang mampu menuntun langkahku.
yang mampu meredam amarahku.
yang mampu menguji kesabaranku.
yang mampu membuatku merasa hidup dan berarti.
Tuhan, dengarlah doaku.
Kirimkanlah salah satu hamba-Mu tuk temani aku di dunia-Mu.
Beranikanlah aku untuk menyambut kehadirannya.
yang biasa-biasa saja.
Aku yang hina mencoba tuk mencari dimana cinta berada.
Aku tak mampu menemukannya.
apakah tak ada cinta di dunia ini untukku ?
apakah aku tak pantas tuk dicinta ?
atau apakah aku terlalu sempurna, hingga tak ada yang lain yang dapat melengkapi hidupku ?
Aku seorang anak manusia
yang biasa-biasa saja.
Aku selalu sendiri.
Aku jenuh dengan keadaan ini.
Aku ingin ada seseorang,
yang mampu melarang melakukan apa yang buruk bagiku.
yang mampu memaafkan kesalahanku.
yang mampu menuntun langkahku.
yang mampu meredam amarahku.
yang mampu menguji kesabaranku.
yang mampu membuatku merasa hidup dan berarti.
Tuhan, dengarlah doaku.
Kirimkanlah salah satu hamba-Mu tuk temani aku di dunia-Mu.
Beranikanlah aku untuk menyambut kehadirannya.
Manusia...
langit malam yang hitam tanpa bintang, tanpa bulan.
aku disini sendiri meratapi takdir yang kujalani.
seketika aku merenungi apa arti hidup ini ?
sunyinya malam semakin hanyutkan pikiranku
tentang hidup yang tidak pernah aku mengerti
begitu banyak manusia di dunia ini, begitu banyak masalah yang mereka hadirkan.
dimataku...
mereka begitu angkuh
mereka begitu keji
mereka begitu hina
mungkin aku juga sama.
kami saling mendusta,
kami saling menghina,
kami saling berburuk sangka,
kami hanyalah pendosa.
kami selalu bangga dengan dosa.
Tuhan izinkanlah aku, agar aku mengerti.
tentang aku, tentang dia, tentang mereka, tentang kami semua.
agar aku mampu menjalani hidup ini dengan seutuhnya, dengan tuntunanMu,
agar aku berjalan lurus ke arah-Mu
kami saling mendusta,
kami saling menghina,
kami saling berburuk sangka,
kami hanyalah pendosa.
kami selalu bangga dengan dosa.
Tuhan izinkanlah aku, agar aku mengerti.
tentang aku, tentang dia, tentang mereka, tentang kami semua.
agar aku mampu menjalani hidup ini dengan seutuhnya, dengan tuntunanMu,
agar aku berjalan lurus ke arah-Mu
Minggu, 18 Maret 2012
Rizal Awwal Albar Matdese Putra
ini kisah hidup saya yang saya dengar dari kesaksian orang-orang terdekat.
3 November 1991.
Ayah dan Ibu berikrar di depan Tuhan sebagai dua insan manusia yang saling mencintai dan berkomitmen untuk membangun keluarga baru. dan saling melengkapi.
saat itu usia ayah telah menginjak 30 Tahun, dan Ibu berusia 22 tahun.
pesta pernikahan hanya digelar dengan sederhana.
setelah sekian bulan bermesraan, kemudian Ibu membiarkan saya tumbuh dan menetap dalam rahimnya selama 9 bulan.
dan ketika saya akan lahir ke dunia ini, Ayah tidak mempersiapkan kelahiran saya dengan matang, tidak ada uang tabungan atau simpanan. karena saat itu keluarga sedang mengalami masalah keuangan yang serba kekurangan.
kemudian Ayah tidak kehilangan akal, ia mencari pinjaman kesana-kemari untuk biaya kehadiran saya di dunia. saudara yang punya rezeki berlebihan, tidak mau memberikan pinjaman, lalu ia pergi ke tempat seorang teman, dan akhirnya ia mampu membayar biaya persalinan.
terbayang di benak saya betapa gelisahnya, dan betapa merasa bersalahnya ia waktu itu.
dan akhirnya saya pun dapat hadir di dunia ini pada 7 Agustus 1992.
dan Ayah memberikan nama yang indah kepada saya:
Rizal Awwal Albar Matdese Putra.
yang artinya.
Rizal = laki-laki
Awwal = Pertama
Albar = Dermawan
Matdese = adalah singkatan nama Ayah saya. Mochammad Ali Toha ( Dunguscariang )
Putra = Anak laki-laki
jadi, anak laki-laki pertama yang mudah-mudahan dermawan anak Mochammad Ali Toha ( Dunguscariang ) yang benar-benar laki-laki.
dan kemudian, ia membuka sebuah usaha yang bergerak di bidang Photography dengan harapan agar mampu menafkahi keluarga dan cita-citanya yang paling besar adalah :
ketika usia saya belum menginjak 1 tahun, ia ingin mampu menyekolahkan saya hingga di perguruan tinggi dengan biaya dari usaha yang baru dibukanya.
ini alasan yang membuat saya selalu merasa ingin menangis, ketika saya sadar saya tidak mampu mewujudkan cita-citanya.
Maaf Ayah...
3 November 1991.
Ayah dan Ibu berikrar di depan Tuhan sebagai dua insan manusia yang saling mencintai dan berkomitmen untuk membangun keluarga baru. dan saling melengkapi.
saat itu usia ayah telah menginjak 30 Tahun, dan Ibu berusia 22 tahun.
pesta pernikahan hanya digelar dengan sederhana.
setelah sekian bulan bermesraan, kemudian Ibu membiarkan saya tumbuh dan menetap dalam rahimnya selama 9 bulan.
dan ketika saya akan lahir ke dunia ini, Ayah tidak mempersiapkan kelahiran saya dengan matang, tidak ada uang tabungan atau simpanan. karena saat itu keluarga sedang mengalami masalah keuangan yang serba kekurangan.
kemudian Ayah tidak kehilangan akal, ia mencari pinjaman kesana-kemari untuk biaya kehadiran saya di dunia. saudara yang punya rezeki berlebihan, tidak mau memberikan pinjaman, lalu ia pergi ke tempat seorang teman, dan akhirnya ia mampu membayar biaya persalinan.
terbayang di benak saya betapa gelisahnya, dan betapa merasa bersalahnya ia waktu itu.
dan akhirnya saya pun dapat hadir di dunia ini pada 7 Agustus 1992.
dan Ayah memberikan nama yang indah kepada saya:
Rizal Awwal Albar Matdese Putra.
yang artinya.
Rizal = laki-laki
Awwal = Pertama
Albar = Dermawan
Matdese = adalah singkatan nama Ayah saya. Mochammad Ali Toha ( Dunguscariang )
Putra = Anak laki-laki
jadi, anak laki-laki pertama yang mudah-mudahan dermawan anak Mochammad Ali Toha ( Dunguscariang ) yang benar-benar laki-laki.
dan kemudian, ia membuka sebuah usaha yang bergerak di bidang Photography dengan harapan agar mampu menafkahi keluarga dan cita-citanya yang paling besar adalah :
ketika usia saya belum menginjak 1 tahun, ia ingin mampu menyekolahkan saya hingga di perguruan tinggi dengan biaya dari usaha yang baru dibukanya.
ini alasan yang membuat saya selalu merasa ingin menangis, ketika saya sadar saya tidak mampu mewujudkan cita-citanya.
Maaf Ayah...
Jumat, 16 Maret 2012
Ekspresi
gak sedikit orang yang bilang saya adalah orang tanpa ekspresi, karena wajah saya yang datar....
mungkin ga salah pendapat orang-orang itu.
tapi sebenarnya, saya adalah orang yang ekspresif. hanya saja, saya tidak menuangkan ekspresi saya di wajah saya.
hanya rasa yang benar-benar membuat hati saya tergerak saja yang mampu saya tampilkan di wajah saya. namun untuk rasa yang biasa saja, tidak akan mampu mengubah ekspresi wajah saya.
saya akan terlihat benar-benar berekspresi dengan sepenuh hati ketika saya sedang ngeden sambil nongkrong di toilet. rasa mulas, melintir, dan keras. bercampur jadi satu.
ketika itulah saya benar-benar mengekspresikannya di wajah saya.
nyengir, meringis, dengan wajah memerah, keringat bercucuran, dan terkadang tutup hidung.
apa masih kurang berekspresi kah saya ?
jika anda masih anggap saya begitu, saksikan saja sendiri....
mungkin ga salah pendapat orang-orang itu.
tapi sebenarnya, saya adalah orang yang ekspresif. hanya saja, saya tidak menuangkan ekspresi saya di wajah saya.
hanya rasa yang benar-benar membuat hati saya tergerak saja yang mampu saya tampilkan di wajah saya. namun untuk rasa yang biasa saja, tidak akan mampu mengubah ekspresi wajah saya.
saya akan terlihat benar-benar berekspresi dengan sepenuh hati ketika saya sedang ngeden sambil nongkrong di toilet. rasa mulas, melintir, dan keras. bercampur jadi satu.
ketika itulah saya benar-benar mengekspresikannya di wajah saya.
nyengir, meringis, dengan wajah memerah, keringat bercucuran, dan terkadang tutup hidung.
apa masih kurang berekspresi kah saya ?
jika anda masih anggap saya begitu, saksikan saja sendiri....
Kamis, 15 Maret 2012
Fokus Pada Tujuan
saya hidup dengan cara saya, karena saya punya satu impian yang saya jadikan sebagai tujuan hidup saya.
dalam kehidupan ini tidak sedikit hal buruk yang telah saya lakukan sebelum saya menetapkan satu tujuan, banyaknya halangan, rintangan, tantangan, dan godaan. membuat saya tak mampu mengendalikan diri saya sendiri, hingga saya terjerumus ke dalam kehidupan hitam yang banyak dihindari orang. saat itu saya pikir ini adalah hal yang menyenangkan.
yah... karena dahulu saya tak punya tujuan, apalagi arah untuk mencapainya,
namun kini saya adalah orang yang mempunyai tujuan, saya punya impian besar yang harus saya wujudkan.
memang tidak mudah, dengan begitu banyak pengorbanan. begitu banyak kehilangan, namun saya harus fokus terhadap tujuan saya.
banyak hal yang harus saya lewatkan bersama teman, bersama keluarga.
tapi saya yakin apa yang telah saya korbankan hari ini adalah sedikit pengorbanan yang harus saya lakukan untuk menata masa depan, untuk menerangi jalan arah menuju tujuan saya.
dalam kehidupan ini tidak sedikit hal buruk yang telah saya lakukan sebelum saya menetapkan satu tujuan, banyaknya halangan, rintangan, tantangan, dan godaan. membuat saya tak mampu mengendalikan diri saya sendiri, hingga saya terjerumus ke dalam kehidupan hitam yang banyak dihindari orang. saat itu saya pikir ini adalah hal yang menyenangkan.
yah... karena dahulu saya tak punya tujuan, apalagi arah untuk mencapainya,
namun kini saya adalah orang yang mempunyai tujuan, saya punya impian besar yang harus saya wujudkan.
memang tidak mudah, dengan begitu banyak pengorbanan. begitu banyak kehilangan, namun saya harus fokus terhadap tujuan saya.
banyak hal yang harus saya lewatkan bersama teman, bersama keluarga.
tapi saya yakin apa yang telah saya korbankan hari ini adalah sedikit pengorbanan yang harus saya lakukan untuk menata masa depan, untuk menerangi jalan arah menuju tujuan saya.
Wanita, dan Cinta
saya adalah orang yang mudah untuk jatuh cinta, namun sulit untuk melupakan cinta.
setiap kali saya merasakan jatuh cinta, anehnya selalu saja dalam kondisi yang sama,
gini ceritanya. saya pernah jatuh cinta kepada seorang wanita yang benar-benar seperti apa yang saya idamkan, saya rasa dia juga punya rasa ketertarikan yang sama, bukannya kepedean, tapi itu nampak jelas terlihat di kedua bola matanya ketika ia menatap ke arah mata saya.
mungkin ini yang namanya cinta pada pandangan pertama.
tapi saya belum merasa yakin.
akhirnya saya lewatkan kesempatan emas itu untuk membuka peluang lebih besar dengan mengenal dirinya.
dan, tidak lama kemudian...
seorang teman saya tersenyum ke arahnya, dan ia membalas senyumannya.
saya mengambil kesimpulan, teman saya ini juga menyukainya, dan sepertinya wanita itu juga,
intinya, mereka saling suka.
yah, inilah bodohnya saya.
setelah melihat kejadian itu, kemudian saya menjauh dari sang wanita idaman, dan memberikan jalan pada teman saya itu, yang sebenarnya tidak begitu saya kenal. kami hanya sebatas teman.
beginilah saya, selalu merasa tidak enak jika harus bersaing dengan teman sendiri.
singkat cerita sang wanita idaman pun jatuh ke tangan teman saya.
dan untuk kesekian kalinya, saya gagal sebelum memulai pertarungan.
setiap kali saya merasakan jatuh cinta, anehnya selalu saja dalam kondisi yang sama,
gini ceritanya. saya pernah jatuh cinta kepada seorang wanita yang benar-benar seperti apa yang saya idamkan, saya rasa dia juga punya rasa ketertarikan yang sama, bukannya kepedean, tapi itu nampak jelas terlihat di kedua bola matanya ketika ia menatap ke arah mata saya.
mungkin ini yang namanya cinta pada pandangan pertama.
tapi saya belum merasa yakin.
akhirnya saya lewatkan kesempatan emas itu untuk membuka peluang lebih besar dengan mengenal dirinya.
dan, tidak lama kemudian...
seorang teman saya tersenyum ke arahnya, dan ia membalas senyumannya.
saya mengambil kesimpulan, teman saya ini juga menyukainya, dan sepertinya wanita itu juga,
intinya, mereka saling suka.
yah, inilah bodohnya saya.
setelah melihat kejadian itu, kemudian saya menjauh dari sang wanita idaman, dan memberikan jalan pada teman saya itu, yang sebenarnya tidak begitu saya kenal. kami hanya sebatas teman.
beginilah saya, selalu merasa tidak enak jika harus bersaing dengan teman sendiri.
singkat cerita sang wanita idaman pun jatuh ke tangan teman saya.
dan untuk kesekian kalinya, saya gagal sebelum memulai pertarungan.
Rabu, 14 Maret 2012
Saat Hari Itu Tiba
semua kesibukan dalam kehidupan saya, setiap detik dalam hari-hari saya, dalam setiap hembusan nafas saya, saya tahu, bahwa yang saya takutnya, yang saya hindari, namun yang pasti akan datang menghampiri. yaitu kematian, hari kematian saya.
kini dalam semua kesibukan saya, saya sibuk untuk mempersiapkan kematian saya,
dalam setiap detik waktu saya, saya semakin mendekati hari kematian saya.
dalam setiap hembusan nafas saya, saya menunggu tarikan nafas terakhir saya.
namun sebelum hari itu tiba, saya ingin dapat membahagiakan orang tua.
sebelum hari itu tiba, saya ingin lukiskan senyuman manis di setiap orang yang pernah ada mengisi hidup saya.
sebelum hari itu tiba, saya harap saya terlepas dari semua dosa.
sampai hari itu tiba, saya ingin mereka menangisi kepergian saya.
sampai hari itu tiba, saya ingin semua sempurna.
dan sampai hari itu tiba, saya ingin dapat dengan ringan meninggalkan mereka, dan segera bertemu dengan ALLAH SWT sang pencipta...
kini dalam semua kesibukan saya, saya sibuk untuk mempersiapkan kematian saya,
dalam setiap detik waktu saya, saya semakin mendekati hari kematian saya.
dalam setiap hembusan nafas saya, saya menunggu tarikan nafas terakhir saya.
namun sebelum hari itu tiba, saya ingin dapat membahagiakan orang tua.
sebelum hari itu tiba, saya ingin lukiskan senyuman manis di setiap orang yang pernah ada mengisi hidup saya.
sebelum hari itu tiba, saya harap saya terlepas dari semua dosa.
sampai hari itu tiba, saya ingin mereka menangisi kepergian saya.
sampai hari itu tiba, saya ingin semua sempurna.
dan sampai hari itu tiba, saya ingin dapat dengan ringan meninggalkan mereka, dan segera bertemu dengan ALLAH SWT sang pencipta...
Selasa, 13 Maret 2012
CD Jorok
sewaktu saya pergi untuk berlibur ke Yogyakarta, tempatnya para seniman terlahir dan menemukan jati diri mereka.
saya pergi dari Bandung dengan 3 orang teman saya, Andi Kribo, Reza Hamzah, dan Bayu Setiaji.
kami pergi dengan kereta kelas ekonomi tanpa nomor tempat duduk alias berdiri, atau jongkok, atau apapun.
kami kebagian tempat di gerbong makan, tapi kami tidak makan.... cuma numpang jongkok doang. sebenarnya di gerbong makan terdapat banyak kursi kosong, tapi tidak boleh ditempati kalo anda tidak makan, namanya juga gerbong makan ya?
hahahahaha
singkat cerita kami pun sampai di stasiun Lempuyangan Yogyakarta.
jam 5.30 pagi.
kami akhirnya kembali menginjak tanah dan dapat meluruskan kaki-kaki kami yang selama 9 jam terus ditekuk.
setelah semua badan kembali pada posisinya, satu per satu kami mandi.
dan kemudian sarapan, terus pergi menuju pusat kota, Jl. Malioboro.
singkat cerita, karena saya lagi malas mengetik panjang-panjang.
setelah 3 hari di sana, kami berencana untuk pulang, namun...
ternyata kami masih merasa betah berlama-lama.
baiklah, kami pun memutuskan untuk tinggal satu hari lagi.
nah celakanya, saya kehabisan baju, dan terpaksa memakai baju yang sama yang bau asemnya sudah begitu menyengat. hahaha
dan bukan hanya itu, sialnya, celana dalam saya juga sudah habis stoknya. dan kembali dengan terpaksa saya mengenakan celana dalam yang sama, yang entah baunya seperti apa.
hahahahahahaha
sebenarnya saya masih memiliki uang untuk membeli celana dalam, tapi untuk membeli celana dalam ternyata butuh mental baja buat menahan rasa malu yang ada.
karena mental saya tidak sekuat baja, yang sebenarnya saya sedikit mengalami keterbelakangan mental pun tidak berani membeli celana dalam.
sekali lagi, hahahahahaha
dan sialnya, mereka masih betah berlama-lama di Yogya.
kembali dengan terpaksa saya menuruti kemauan mereka.
dan pada saat hari berganti, celana dalam saya masih tak terganti.
dan ketika mereka mengetahui saya memakai celana dalam yang sama selama tiga hari, mereka menertawakan saya dengan puas, dan di perjalanan pulang mereka masih saja mengolok-olok saya.
dasar sial !! celana dalam Sial !!
saya pergi dari Bandung dengan 3 orang teman saya, Andi Kribo, Reza Hamzah, dan Bayu Setiaji.
kami pergi dengan kereta kelas ekonomi tanpa nomor tempat duduk alias berdiri, atau jongkok, atau apapun.
kami kebagian tempat di gerbong makan, tapi kami tidak makan.... cuma numpang jongkok doang. sebenarnya di gerbong makan terdapat banyak kursi kosong, tapi tidak boleh ditempati kalo anda tidak makan, namanya juga gerbong makan ya?
hahahahaha
singkat cerita kami pun sampai di stasiun Lempuyangan Yogyakarta.
jam 5.30 pagi.
kami akhirnya kembali menginjak tanah dan dapat meluruskan kaki-kaki kami yang selama 9 jam terus ditekuk.
setelah semua badan kembali pada posisinya, satu per satu kami mandi.
dan kemudian sarapan, terus pergi menuju pusat kota, Jl. Malioboro.
singkat cerita, karena saya lagi malas mengetik panjang-panjang.
setelah 3 hari di sana, kami berencana untuk pulang, namun...
ternyata kami masih merasa betah berlama-lama.
baiklah, kami pun memutuskan untuk tinggal satu hari lagi.
nah celakanya, saya kehabisan baju, dan terpaksa memakai baju yang sama yang bau asemnya sudah begitu menyengat. hahaha
dan bukan hanya itu, sialnya, celana dalam saya juga sudah habis stoknya. dan kembali dengan terpaksa saya mengenakan celana dalam yang sama, yang entah baunya seperti apa.
hahahahahahaha
sebenarnya saya masih memiliki uang untuk membeli celana dalam, tapi untuk membeli celana dalam ternyata butuh mental baja buat menahan rasa malu yang ada.
karena mental saya tidak sekuat baja, yang sebenarnya saya sedikit mengalami keterbelakangan mental pun tidak berani membeli celana dalam.
sekali lagi, hahahahahaha
dan sialnya, mereka masih betah berlama-lama di Yogya.
kembali dengan terpaksa saya menuruti kemauan mereka.
dan pada saat hari berganti, celana dalam saya masih tak terganti.
dan ketika mereka mengetahui saya memakai celana dalam yang sama selama tiga hari, mereka menertawakan saya dengan puas, dan di perjalanan pulang mereka masih saja mengolok-olok saya.
dasar sial !! celana dalam Sial !!
Senin, 12 Maret 2012
Sukses
ada yang bilang kaya gini :
" sukses itu sulit, tapi lebih sulit kalo nggak sukses ".
pendapat yang menurut saya sangat tepat.
tapi memang benar untuk meraih sukses kita akan dihadapkan dengan berbagai macam kegagalan.
kesuksesan itu tidak diraih dengan sekejap mata.
menurut saya, sukses adalah dimana ketika kita dapat mencapai tujuan hidup kita.
maka, setiap saya melangkah menuju apa yang menjadi tujuan dari hidup saya, saya selalu mempersiapkan diri untuk mampu menerima kegagalan. dan belajar dari kegagalan itu.
saya siap untuk gagal.
kalo siap sukses ya.. jangan ditanya.
saya akan melahap setiap kegagalan yang akan saya terima hingga kegagalan tidak lagi tersisa.
saya akan terima kejatuhan saya dan kembali berdiri, memulai dengan langkah baru yang lebih mantap di setiap langkahnya.
INI IMPIAN SAYA, JIKA INGIN BERSAMA SAYA, IKUTILAH LANGKAH SAYA. JANGAN MELAMBAT. KARENA SAYA TIDAK PUNYA WAKTU LEBIH UNTUK MENUNTUN ANDA.
SAYA SERIUS !!!
" sukses itu sulit, tapi lebih sulit kalo nggak sukses ".
pendapat yang menurut saya sangat tepat.
tapi memang benar untuk meraih sukses kita akan dihadapkan dengan berbagai macam kegagalan.
kesuksesan itu tidak diraih dengan sekejap mata.
menurut saya, sukses adalah dimana ketika kita dapat mencapai tujuan hidup kita.
maka, setiap saya melangkah menuju apa yang menjadi tujuan dari hidup saya, saya selalu mempersiapkan diri untuk mampu menerima kegagalan. dan belajar dari kegagalan itu.
saya siap untuk gagal.
kalo siap sukses ya.. jangan ditanya.
saya akan melahap setiap kegagalan yang akan saya terima hingga kegagalan tidak lagi tersisa.
saya akan terima kejatuhan saya dan kembali berdiri, memulai dengan langkah baru yang lebih mantap di setiap langkahnya.
INI IMPIAN SAYA, JIKA INGIN BERSAMA SAYA, IKUTILAH LANGKAH SAYA. JANGAN MELAMBAT. KARENA SAYA TIDAK PUNYA WAKTU LEBIH UNTUK MENUNTUN ANDA.
SAYA SERIUS !!!
Minggu, 11 Maret 2012
Lelaki
akhir-akhir ini saya selalu kepikiran, kenapa laki-laki selalu diibaratkan seperti binatang ?
mulai dari kucing garong, meong congkok, oray gibug, keong racun, kadal buntung, buaya darat, ada lagi buaya buntung.
kenapa coba ?
saya sebagai seorang lelaki tidak setuju jika saya disamakan atau diibaratkan binatang.
saya manusia.
mulai dari kucing garong, meong congkok, oray gibug, keong racun, kadal buntung, buaya darat, ada lagi buaya buntung.
kenapa coba ?
saya sebagai seorang lelaki tidak setuju jika saya disamakan atau diibaratkan binatang.
saya manusia.
Galau
kata yang akhir2 ini begitu sering saya dengar.
sebenarnya siapa sih yg pertama memunculkan satu kata yang menurut saya menjijikan ini ?
gimana nggak?
sekarang hampir setiap anak muda di Indonesia menggunakan kata ini di setiap kali mereka merasa sedih, sakit hati, atau apapun itu.
dan parahnya, fenomena satu kata ini telah menjadi "Tren" di kalangan anak muda di Indonesia, yg notabene masih cari2 perhatian.
jadi, ya... dikit-dikit galau. galau. dan galau.
akibatnya, mereka jadi terbentuk sebagai pribadi yang bermental "tahu".
nah, jika sampai terjadi demikian, apa masih ada harapan bagi Indonesia untuk maju ?
jika anak muda harapan bangsanya bermental seperti itu ?
Menjijikan Bukan ?
sebenarnya siapa sih yg pertama memunculkan satu kata yang menurut saya menjijikan ini ?
gimana nggak?
sekarang hampir setiap anak muda di Indonesia menggunakan kata ini di setiap kali mereka merasa sedih, sakit hati, atau apapun itu.
dan parahnya, fenomena satu kata ini telah menjadi "Tren" di kalangan anak muda di Indonesia, yg notabene masih cari2 perhatian.
jadi, ya... dikit-dikit galau. galau. dan galau.
akibatnya, mereka jadi terbentuk sebagai pribadi yang bermental "tahu".
nah, jika sampai terjadi demikian, apa masih ada harapan bagi Indonesia untuk maju ?
jika anak muda harapan bangsanya bermental seperti itu ?
Menjijikan Bukan ?
Apa Kata Dunia ?
Apa kata Dunia ?
itu sebuah kalimat penuh makna yang selalu menggelitik saya ketika seseorang mengatakannya karana alasan ini:
1 Gaya
kalo saya ga terlihat gaul "Apa Kata Dunia ?".
2 Jomblo
Kalo saya jomblo "Apa Kata Dunia ?".
bagi saya, seperti apa pun saya ya... terserah saya. saya peduli dengan gaya hidup saya, saya peduli dengan alur hidup saya. dan selama saya merasa nyaman melakoni segala aktifitas dalam hidup saya, saya tidak peduli dunia berkata apa.
karena saya hanya seorang manusia yang mencoba peduli dengan hidup saya dan menjalaninya dengan cara saya.
itu sebuah kalimat penuh makna yang selalu menggelitik saya ketika seseorang mengatakannya karana alasan ini:
1 Gaya
kalo saya ga terlihat gaul "Apa Kata Dunia ?".
2 Jomblo
Kalo saya jomblo "Apa Kata Dunia ?".
bagi saya, seperti apa pun saya ya... terserah saya. saya peduli dengan gaya hidup saya, saya peduli dengan alur hidup saya. dan selama saya merasa nyaman melakoni segala aktifitas dalam hidup saya, saya tidak peduli dunia berkata apa.
karena saya hanya seorang manusia yang mencoba peduli dengan hidup saya dan menjalaninya dengan cara saya.
Indonesia
Tanah airku Indonesia...
terbentang di lintasan garis khatulistiwa,
dengan pulau-pulau cantik di dalamnya,
dengan gadis-gadis manis di dalamnya,
dengan tanah yang diturunkan tuhan dari surga.
dengan lautan yang kaya.
dengan tanaman, binatang yang eksotis.
dengan hasil alam yang melimpah.
dengan manusianya yang ramah.
tidak heran mereka rela bertarung demi menguasai negeriku, tanah airku. Indonesiaku.
namun itu dulu, karena kini ....
lautmu tak sebiru dahulu, Indonesiaku.
sungaimu tak sejernih dahulu, Indonesiaku.
alammu tak seindah dahulu, Indonesiaku.
Manusiamu tak lagi seramah dahulu, Indonesiaku.
manusiamu kini hadirkan permusuhan, kebencian, dendam,
tumpahkan darah, luapkan amarah.
aku ingin Indonesiaku yang dahulu,
yang selalu dikisahkan nenek untuk mengantarku ke alam tidurku.
Apakah itu memang hanya dongeng nenek agar aku tertidur dalam mimpi yang indah ?
Apakah itu hanya dongeng khayalan belaka ?
Apakah itu hanya cerita karangan mereka ?
terbentang di lintasan garis khatulistiwa,
dengan pulau-pulau cantik di dalamnya,
dengan gadis-gadis manis di dalamnya,
dengan tanah yang diturunkan tuhan dari surga.
dengan lautan yang kaya.
dengan tanaman, binatang yang eksotis.
dengan hasil alam yang melimpah.
dengan manusianya yang ramah.
tidak heran mereka rela bertarung demi menguasai negeriku, tanah airku. Indonesiaku.
namun itu dulu, karena kini ....
lautmu tak sebiru dahulu, Indonesiaku.
sungaimu tak sejernih dahulu, Indonesiaku.
alammu tak seindah dahulu, Indonesiaku.
Manusiamu tak lagi seramah dahulu, Indonesiaku.
manusiamu kini hadirkan permusuhan, kebencian, dendam,
tumpahkan darah, luapkan amarah.
aku ingin Indonesiaku yang dahulu,
yang selalu dikisahkan nenek untuk mengantarku ke alam tidurku.
Apakah itu memang hanya dongeng nenek agar aku tertidur dalam mimpi yang indah ?
Apakah itu hanya dongeng khayalan belaka ?
Apakah itu hanya cerita karangan mereka ?
Jumat, 09 Maret 2012
Reggae
bagi saya music adalah bagian yang tidak dapat saya lepaskan dari hidup saya.
musik memberikan saya inspirasi, memberikan saya semangat dalam menjalani setiap bagian dari hidup saya, berbagai aliran musik pernah rasuki kehidupan saya, namun genre musik yang satu ini mampu membuka mata saya tentang dunia, tentang keguncangan, tentang penindasan yang dahulu tak pernah saya tahu.
Reggae Music
Reggae mampu membantu saya menjadi seseorang yang baru, yang mampu membantu saya merasuki rasa damai, mengorbankan semangat. memberikan kebahagiaan,
Reggae Music
bangkitkan rasa cinta, dan mampu membuang dendam dalam dada, hingga saya mampu mengerti arti kedamaian yang sebenarnya.
terima kasih Tuhan, karena Engkau telah ciptakan manusia yang mampu membuka pikiran saya, dan mampu membuat saya menjadi pribadi lebih baik. dan mampu membuat saya lebih mencintai-Mu.
musik memberikan saya inspirasi, memberikan saya semangat dalam menjalani setiap bagian dari hidup saya, berbagai aliran musik pernah rasuki kehidupan saya, namun genre musik yang satu ini mampu membuka mata saya tentang dunia, tentang keguncangan, tentang penindasan yang dahulu tak pernah saya tahu.
Reggae Music
Reggae mampu membantu saya menjadi seseorang yang baru, yang mampu membantu saya merasuki rasa damai, mengorbankan semangat. memberikan kebahagiaan,
Reggae Music
bangkitkan rasa cinta, dan mampu membuang dendam dalam dada, hingga saya mampu mengerti arti kedamaian yang sebenarnya.
terima kasih Tuhan, karena Engkau telah ciptakan manusia yang mampu membuka pikiran saya, dan mampu membuat saya menjadi pribadi lebih baik. dan mampu membuat saya lebih mencintai-Mu.
Di Balik Benteng
di posting saya kali ini saya ingin menceritakan betapa perbedaan yang begitu mencolok antara si kaya dan si miskin.
saya bekerja di sebuah perusahaan yang kantornya berada di dalam sebuah komplek perumahan yang cukup bergengsi. dekat dengan mall, rumah sakit, dan fasilitas publik lainnya.
tidak heran jika penghuni komplek ini pun adalah orang-orang yang berduit.
di sekeliling komplek terdapat perkampungan warga yang dipisahkan dengan benteng setinggi 3 meter dan dilengkapi dengan kawat berduri.
dengan rumah-rumah yang berdiri tegak, indah dan megah, namun dibalik semua itu, dibalik benteng pemisah, terlihat rumah-rumah kecil, sesak dan nampak usang.
yang lebih membuat miris hati saya adalah di balik benteng di perkampungan, ada 1 kamar mandi yang hanya ditutupi benteng setinggi sekitar 1 meter di sekelilingnya, dengan pintu yang hanya disandarkan diantara kedua benteng, tanpa atap. bayangkan jika anda mandi/lakukan kegiatan yang pribadi. sungguh kenyataan yang sangat mencengangkan.
inilah kehidupan, ketika si kaya tak lagi peka. dan si miskin semakin tersiksa.
dengan rumah-rumah yang berdiri tegak, indah dan megah, namun dibalik semua itu, dibalik benteng pemisah, terlihat rumah-rumah kecil, sesak dan nampak usang.
yang lebih membuat miris hati saya adalah di balik benteng di perkampungan, ada 1 kamar mandi yang hanya ditutupi benteng setinggi sekitar 1 meter di sekelilingnya, dengan pintu yang hanya disandarkan diantara kedua benteng, tanpa atap. bayangkan jika anda mandi/lakukan kegiatan yang pribadi. sungguh kenyataan yang sangat mencengangkan.
inilah kehidupan, ketika si kaya tak lagi peka. dan si miskin semakin tersiksa.
Kamis, 08 Maret 2012
Work by Bob Marley
We, Jah people, can make it work;
Come together and make it work, yeah!
We can make it work;
We can make it work.
Five days to go: working for the next day;
Four days to go: working for the next day;
Say we got: three days to go now: working for the next day;
Two days to go (ooh): working for the next day, yeah.
Say we got: one day to go: working for the -
Every day is work - work - work - work!
We can make it work;
We can make it work.
---
/Short guitar break/
---
We, Jah people, can make it work;
Come together and make it work.
We can make it work;
We can make it work.
We got: five days to go work, oh! - working for the next day, eh!
Four days to go: working for the -
Three days to go now: working for the next day, yeah!
Two days to go: working for the next day
Say we got: one day to go now: working for -
Every day is work, wotcha-wa!
(Work!) I work in the mid-day sun;
(Work!) I work till the evening come!
(Work!) If ya ain't got nothing to do!
(Work!) Ooh-ooh-ooh-oo-oo-ooh!
(Work!) /fadeout/
Come together and make it work, yeah!
We can make it work;
We can make it work.
Five days to go: working for the next day;
Four days to go: working for the next day;
Say we got: three days to go now: working for the next day;
Two days to go (ooh): working for the next day, yeah.
Say we got: one day to go: working for the -
Every day is work - work - work - work!
We can make it work;
We can make it work.
---
/Short guitar break/
---
We, Jah people, can make it work;
Come together and make it work.
We can make it work;
We can make it work.
We got: five days to go work, oh! - working for the next day, eh!
Four days to go: working for the -
Three days to go now: working for the next day, yeah!
Two days to go: working for the next day
Say we got: one day to go now: working for -
Every day is work, wotcha-wa!
(Work!) I work in the mid-day sun;
(Work!) I work till the evening come!
(Work!) If ya ain't got nothing to do!
(Work!) Ooh-ooh-ooh-oo-oo-ooh!
(Work!) /fadeout/
Rabu, 07 Maret 2012
Ayah
Ayah.
lelaki tangguh yang selalu berjuang untuk kami, keluarganya.
Ayah selalu bekerja keras untuk kami, keluarganya.
penuhi kebutuhan kami.
pria yang tangguh yang terus berjuang demi masa depan kami, demi kemakmuran kami, dan demi kebahagiaan kami.
namun saya pernah menganggap remeh pekerjaan Ayah.
di mata saya semua yang dilakukannya adalah sia-sia.
tak mengubah apa-apa.
saya sempat menganggapnya tak berguna.
saya sempat kesal dan terbesit tuk menyakitinya.
saya selalu bersikap sinis kepadanya.
saya sempat dibutakan setan.
kini saya tahu bagaimana usaha Ayah tuk hidupi kami, keluarganya.
dengan susah payah.
ia rela gadaikan harga diri untukku, anaknya yang tak tahu diri.
ia yang gantungkan harapan besar untukku.
bahkan ketika saya masih bayi, ia membuka usaha Photography agar bisa menyekolahkanku di perguruan tinggi. yang bahkan saya tidak pernah ia diberi tahu, hingga saya mengetahuinya dari sang Kakek.
ia satu-satunya orang yang menangis ketika saya harus berhenti dari perguruan tinggi.
ia gantungkan harapan besar di pundakku. anaknya yang tidak tahu diri.
ia yang selalu tertawa di depanku, dan menangis di belakangku.
Ayah,,
selama yang kau lakukan baik untukmu, dan keluargamu. aku kan selalu mendukungmu.
Ayah,,
maafkanlah aku.
Ya Tuhan, angkatlah beban Ayah dan Ibuku. taruhlah di pundakku.
sebagai penebus rasa bersalahku, yang selalu mengecewakan mereka. yang mencaci mereka. yang goreskan luka pedih di hati mereka, yang selalu hadirkan mimpi buruk dalam mimpi mereka...
Ibu
Ibu.
ia wanita yang rela kucurkan peluh dengan derasnya hingga basahi sekujur tubuhnya untuk kami, anaknya.
ia yang selalu mendoakan kami di setiap doanya.
ia yang memprioritaskan kami dalam hidupnya.
ia yang membelai kami dengan halus tubuhnya.
ia yang hangatkan kami dengan kehangatan cintanya.
ia yang hadirkan kembali senyum kami dalam kerisauan kami.
ia yang mendekap erat kami dalam guncangan kehidupan.
ia yang rangkul kami dari arah kesesatan.
ia yang maafkan kami dari segala kesalahan.
ia yang selalu sibuk mengkhawatirkan kami.
ia yang mengobati kami.
ia yang membesarkan kami.
ia yang menginspirasi kami.
ia yang rela tinggalkan tidur nyenyaknya untuk kami.
ia yang bakar semangat kami.
ia yang kucurkan air matanya untuk kami.
ia yang lindungi kami.
ia yang mampu sembunyikan kekecewaannya di balik senyumannya.
ia yang tak mengeluh atas kesalahan kami.
ia yang meluruskan jalan kami.
ia yang hadirkan yang terbaik untuk kami.
ia yang memutihkan hitam kami.
ia yang mampu menahan laparnya untuk kami.
ia yang mampu menahan dahaganya untuk kami
Terima Kasih Ibu.....
Suatu hari nanti akan kulukis senyjm manis di wajahmu.
Ya Tuhan, Jagalah Ibu kami, berikanlah kedamaian dalam hatinya, hadirkanlah mimpi-mimpi indah dalam setiap tidurnya, dan berikanlah aku kemampuan untuk membahagiakannya.
War
Until the philosophy which hold one race superior
And another
Inferior
Is finally
And permanently
Discredited
And abandoned -
Everywhere is war -
Me say war.
That until there no longer
First class and second class citizens of any nation
Until the colour of a man's skin
Is of no more significance than the colour of his eyes -
Me say war.
That until the basic human rights
Are equally guaranteed to all,
Without regard to race -
Dis a war.
That until that day
The dream of lasting peace,
World citizenship
Rule of international morality
Will remain in but a fleeting illusion to be pursued,
But never attained -
Now everywhere is war - war.
And until the ignoble and unhappy regimes
that hold our brothers in Angola,
In Mozambique,
South Africa
Sub-human bondage
Have been toppled,
Utterly destroyed -
Well, everywhere is war -
Me say war.
War in the east,
War in the west,
War up north,
War down south -
War - war -
Rumours of war.
And until that day,
The African continent
Will not know peace,
We Africans will fight - we find it necessary -
And we know we shall win
As we are confident
In the victory
Of good over evil -
Good over evil, yeah!
Good over evil -
Good over evil, yeah!
Good over evil -
Good over evil, yeah!
bob Marley
And another
Inferior
Is finally
And permanently
Discredited
And abandoned -
Everywhere is war -
Me say war.
That until there no longer
First class and second class citizens of any nation
Until the colour of a man's skin
Is of no more significance than the colour of his eyes -
Me say war.
That until the basic human rights
Are equally guaranteed to all,
Without regard to race -
Dis a war.
That until that day
The dream of lasting peace,
World citizenship
Rule of international morality
Will remain in but a fleeting illusion to be pursued,
But never attained -
Now everywhere is war - war.
And until the ignoble and unhappy regimes
that hold our brothers in Angola,
In Mozambique,
South Africa
Sub-human bondage
Have been toppled,
Utterly destroyed -
Well, everywhere is war -
Me say war.
War in the east,
War in the west,
War up north,
War down south -
War - war -
Rumours of war.
And until that day,
The African continent
Will not know peace,
We Africans will fight - we find it necessary -
And we know we shall win
As we are confident
In the victory
Of good over evil -
Good over evil, yeah!
Good over evil -
Good over evil, yeah!
Good over evil -
Good over evil, yeah!
bob Marley
Langganan:
Komentar (Atom)