sepertinya ini adalah malam terakhir saya di perusahaan ini, di depan komputer ini, menekan keyboard ini, dengarkan lagu dari speaker ini.
ya, karena esok saya akan mulai berkemas meninggalkan tempat ini.
untuk selamanya, ya selamanya
sayang rasanya memejamkan mata malam ini, aku ingin menghabiskannya dengan sadar hingga fajar kembali menampakkan sinarnya.
banyak kisah cerita. suka duka, seperti sebelumnya, semua akan jadi kenangan indah di masa depan.
esok saya akan mulai hidup saya tanpa naungan siapapun. hanya saya dan Tuhan.
saya hanya mau berjalan diatas Bumi-Nya, dan berharap pada-Nya.
semoga keyakinan ini adalah sebuah kebenaran,
bukan sekedar keangkuhan.
bukan sekedar keegoisan.
Aamiin
Kamis, 31 Mei 2012
Rasaku Akanmu
aku terlanjur jatuh dalam cengkramanmu
terpikat pesonamu
terhanyut tingkah lakumu
terbuai suaramu
aku tak ingin memilikimu
aku tak ingin menguasaimu
aku tak ingin merajaimu
aku hanya ingin sekedar menyayangimu
sekedar melindungimu
sekedar mengasihimu
karena aku memanglah aku
tak mampu membahagiakanmu
tak mampu hadirkan senyum manis di wajahmu
tak mampu sapa hangat
tak mampu menyentuhmu
kini biarlah aku, yah aku
pergi dari sekitarmu
pergi dari kehidupanmu
pergi dari hadapanmu
dan biarlah aku titipkan kau Pada Tuhan.
biarlah doaku tetap dampingimu
selamat tinggal.
yah selamat tinggal
hanya sekedar selamat tinggal...
terpikat pesonamu
terhanyut tingkah lakumu
terbuai suaramu
aku tak ingin memilikimu
aku tak ingin menguasaimu
aku tak ingin merajaimu
aku hanya ingin sekedar menyayangimu
sekedar melindungimu
sekedar mengasihimu
karena aku memanglah aku
tak mampu membahagiakanmu
tak mampu hadirkan senyum manis di wajahmu
tak mampu sapa hangat
tak mampu menyentuhmu
kini biarlah aku, yah aku
pergi dari sekitarmu
pergi dari kehidupanmu
pergi dari hadapanmu
dan biarlah aku titipkan kau Pada Tuhan.
biarlah doaku tetap dampingimu
selamat tinggal.
yah selamat tinggal
hanya sekedar selamat tinggal...
Rabu, 30 Mei 2012
SE vs OB
Hari ini H-1 dari hari pengunduran diri saya.
saya sudah membawa dan mengenalkan orang yang akan menggantikan saya di posisi 'Office Boy'.
pagi berjalan seperti biasa, tak ada yang istimewa.
namun pagi tadi, saya bangkit dari lelap tidur malam dengan dendam yang tak lagi tergenggam.
dan akhirnya, kesempatan pun datang
ketika target mulai masuk perangkap, saya langsung beri dia tinju tanpa ampun.
puas rasanya.
seketika emosi meledak, tak ada kata, hanya kepalan tangan yang mampu berbicara.
itulah, saya sudah coba untuk menahan amarah berbulan-bulan lamanya.
mungkin itu puncaknya, tapi saya masih ingin lebih dari itu.
ini sudah skenario saya menyambut kepergian saya dari perusahaan ini.
jadi, buat yang merasa dirugikan, ya maaf saja...
saya tidak ada pilihan.
jika ada yang tersakiti atau terluka, ya rasakanlah !
itu macan saya, ketika ia tak mampu saya tahan lagi, ya begitu lah...
kerasa sendiri kan ?
saya sudah membawa dan mengenalkan orang yang akan menggantikan saya di posisi 'Office Boy'.
pagi berjalan seperti biasa, tak ada yang istimewa.
namun pagi tadi, saya bangkit dari lelap tidur malam dengan dendam yang tak lagi tergenggam.
dan akhirnya, kesempatan pun datang
ketika target mulai masuk perangkap, saya langsung beri dia tinju tanpa ampun.
puas rasanya.
seketika emosi meledak, tak ada kata, hanya kepalan tangan yang mampu berbicara.
itulah, saya sudah coba untuk menahan amarah berbulan-bulan lamanya.
mungkin itu puncaknya, tapi saya masih ingin lebih dari itu.
ini sudah skenario saya menyambut kepergian saya dari perusahaan ini.
jadi, buat yang merasa dirugikan, ya maaf saja...
saya tidak ada pilihan.
jika ada yang tersakiti atau terluka, ya rasakanlah !
itu macan saya, ketika ia tak mampu saya tahan lagi, ya begitu lah...
kerasa sendiri kan ?
Selasa, 29 Mei 2012
Lanjutan Kisah Akhir Karir
hari ini,
adalah H-3 dari hari dikabulkannya pengunduran diri saya dari perusahaan ini.
hari ini banyak hal mengejutan yang terjadi.
pertama, saya ditanya oleh atasan alasan saya mengundurkan diri,
" kamu serius mau berhenti ? "
saya jawab "iya"
kemudian ia kembali bertanya " kenapa ? apa ada masalah dengan personil disini ? "
" ah enggak juga pak, saya cuma mau buka usaha kecil-kecilan. kalau pun saya ada masalah sama personil disini, saya pasti bisa menyelesaikannya sendiri." saya jawab kembali.
yah, disini memang ada seorang karyawan yang tidak disenangi karyawan lain.
Inisialnya " Drs. Enjan Janudin, M.Pd "
orang ini emang rada beda sama karyawan lain. serba lebih lah...
nah, gak lama kemudian, orang yang sedang kami bicarakan pun datang dengan marah sambil menendang pintu, mungkin karena kesal minta dijemput, tapi ga ada yang mau jemput. ( edan ga tuh )
hahahaha
dan kemudian atasan saya memarahinya karena dianggap telah membuat saya tidak kerasan bekerja di perusahaan ini.
kedua,
hampir senja, saya kembali ditanyakan keseriusan saya untuk mengundurkan diri dari perusahaan ini.
kali ini oleh Manager Kantor ( Office Manager ).
saya kembali menjawab dengan jawaban yang sama,
lalu dia bertanya hal yang sama " apa kamu keluar karena ada masalah sama personil lain ? "
yah jawaban saya pun tetap sama seperti sebelumnya.
nah kemudian ia menjelaskan, " Gini Zal, kamu itu mau di pindah posisinya jadi 'assistant Site Engineer' kalo kamu ga buru-buru keluar.... "
dan saya pun menjawab : " enggak ah Bu, saya sudah bulatkan tekad untuk berhenti bekerja, sekalipun saya akan ditempatkan di posisi yang lebih baik. "
( padahal sebenernya lumayan tertarik juga sih dengan penawaran yang dia berikan, hahaha)
tapi, kata sudah terlanjur terlontarkan, dan saya terlalu egois untuk menarik kata-kata saya kembali.
ini saya anggap sebagai konsekuensi dari apa yang telah saya katakan.
artinya, saya tidak boleh menyesali setiap keputusan yang sudah saya buat.
terserah apa kata orang, tapi ini prinsip saya. saya ingin keras memperlakukan diri saya sendiri.
hahaha....
saya tidak menyangka, pengunduran diri saya ini begitu menjadi sorotan. jadi "trending topic" lah kayanya.
hahaha
sebenarnya apa sih istimewanya saya ? saya kan hanya seorang "Office Boy" ?
posisi yang bisa dikerjakan siapapun ?
begitu berharga kah saya bagi mereka ?
aaahhh, sudahlah....
Thank's udah baca.
hahaha
adalah H-3 dari hari dikabulkannya pengunduran diri saya dari perusahaan ini.
hari ini banyak hal mengejutan yang terjadi.
pertama, saya ditanya oleh atasan alasan saya mengundurkan diri,
" kamu serius mau berhenti ? "
saya jawab "iya"
kemudian ia kembali bertanya " kenapa ? apa ada masalah dengan personil disini ? "
" ah enggak juga pak, saya cuma mau buka usaha kecil-kecilan. kalau pun saya ada masalah sama personil disini, saya pasti bisa menyelesaikannya sendiri." saya jawab kembali.
yah, disini memang ada seorang karyawan yang tidak disenangi karyawan lain.
Inisialnya " Drs. Enjan Janudin, M.Pd "
orang ini emang rada beda sama karyawan lain. serba lebih lah...
nah, gak lama kemudian, orang yang sedang kami bicarakan pun datang dengan marah sambil menendang pintu, mungkin karena kesal minta dijemput, tapi ga ada yang mau jemput. ( edan ga tuh )
hahahaha
dan kemudian atasan saya memarahinya karena dianggap telah membuat saya tidak kerasan bekerja di perusahaan ini.
kedua,
hampir senja, saya kembali ditanyakan keseriusan saya untuk mengundurkan diri dari perusahaan ini.
kali ini oleh Manager Kantor ( Office Manager ).
saya kembali menjawab dengan jawaban yang sama,
lalu dia bertanya hal yang sama " apa kamu keluar karena ada masalah sama personil lain ? "
yah jawaban saya pun tetap sama seperti sebelumnya.
nah kemudian ia menjelaskan, " Gini Zal, kamu itu mau di pindah posisinya jadi 'assistant Site Engineer' kalo kamu ga buru-buru keluar.... "
dan saya pun menjawab : " enggak ah Bu, saya sudah bulatkan tekad untuk berhenti bekerja, sekalipun saya akan ditempatkan di posisi yang lebih baik. "
( padahal sebenernya lumayan tertarik juga sih dengan penawaran yang dia berikan, hahaha)
tapi, kata sudah terlanjur terlontarkan, dan saya terlalu egois untuk menarik kata-kata saya kembali.
ini saya anggap sebagai konsekuensi dari apa yang telah saya katakan.
artinya, saya tidak boleh menyesali setiap keputusan yang sudah saya buat.
terserah apa kata orang, tapi ini prinsip saya. saya ingin keras memperlakukan diri saya sendiri.
hahaha....
saya tidak menyangka, pengunduran diri saya ini begitu menjadi sorotan. jadi "trending topic" lah kayanya.
hahaha
sebenarnya apa sih istimewanya saya ? saya kan hanya seorang "Office Boy" ?
posisi yang bisa dikerjakan siapapun ?
begitu berharga kah saya bagi mereka ?
aaahhh, sudahlah....
Thank's udah baca.
hahaha
Minggu, 27 Mei 2012
25-5-2012
25 Mei 2012, hari Jum'at.
tepat hari ini saya menyatakan, menyampaikan maksud saya untuk mengundurkan diri dari perusahaan sebagai "Office Boy".
padahal baru empat bulan saya bekerja di perusahaan ini,
namun dengan mantap dan penuh percaya diri saya menyampaikan maksud saya ini kepada atasan.
bukan masalah pekerjaan saya sebagai OB yang jadi masalah,
tapi disini saya merasa tak berdaya, tak bisa berkembang, dan malah melakukan hal yang sangat saya benci.
apa itu ? penipuan, pemalsuan.
saya tidak ingin jadi bagian dari mereka yang berusaha untuk dapatkan pundi-pundi kekayaan lewat jalan yang licik.
lagi pula selama berada disini aku terus berpura pura, berperan sebagai orang yang bertolak belakang dengan saya yang nyata senyata-nyatanya saya.
disini saya merasa terkekang. tak mampu melihat dan perhatikan yang ada di alam kehidupan.
disini aku menjadi pasif dan seakan hanya bergerak jika atasan saya menekan tombol melalui instruksinya.
25 Mei 2012, saya memberanikan diri untuk meminta pergi.
kemudian 31 Mei 2012, saya akan benar-benar pergi dari sini.
berat rasanya harus meninggalkan mereka yang selama ini menanamkan rasa nyaman di hati,
namun ini keputusan saya, ada kehidupan yang menantang dengan tegarnya. dan saya harus menaklukannya.
dua setengah tahun berada disini dan hanya menjadi Office Boy tanpa kesempatan berkembang ?
waktu yang terlalu lama untuk jiwa muda saya yang masih harus terus berkembang.
mungkin banyak raut wajah kekecewaan dari apa yang telah saya putuskan.
untuk ayah, Ibu, tenanglah....
saya akan berusaha berjalan diatas samudera kehidupan ini, dengan cara saya.
saya punya jiwa yang tak mampu terbeli oleh mereka.
terima kasih teman, kawan, sahabat.
atas segala perlakuan kalian yang begitu menyenangkan.
tepat hari ini saya menyatakan, menyampaikan maksud saya untuk mengundurkan diri dari perusahaan sebagai "Office Boy".
padahal baru empat bulan saya bekerja di perusahaan ini,
namun dengan mantap dan penuh percaya diri saya menyampaikan maksud saya ini kepada atasan.
bukan masalah pekerjaan saya sebagai OB yang jadi masalah,
tapi disini saya merasa tak berdaya, tak bisa berkembang, dan malah melakukan hal yang sangat saya benci.
apa itu ? penipuan, pemalsuan.
saya tidak ingin jadi bagian dari mereka yang berusaha untuk dapatkan pundi-pundi kekayaan lewat jalan yang licik.
lagi pula selama berada disini aku terus berpura pura, berperan sebagai orang yang bertolak belakang dengan saya yang nyata senyata-nyatanya saya.
disini saya merasa terkekang. tak mampu melihat dan perhatikan yang ada di alam kehidupan.
disini aku menjadi pasif dan seakan hanya bergerak jika atasan saya menekan tombol melalui instruksinya.
25 Mei 2012, saya memberanikan diri untuk meminta pergi.
kemudian 31 Mei 2012, saya akan benar-benar pergi dari sini.
berat rasanya harus meninggalkan mereka yang selama ini menanamkan rasa nyaman di hati,
namun ini keputusan saya, ada kehidupan yang menantang dengan tegarnya. dan saya harus menaklukannya.
dua setengah tahun berada disini dan hanya menjadi Office Boy tanpa kesempatan berkembang ?
waktu yang terlalu lama untuk jiwa muda saya yang masih harus terus berkembang.
mungkin banyak raut wajah kekecewaan dari apa yang telah saya putuskan.
untuk ayah, Ibu, tenanglah....
saya akan berusaha berjalan diatas samudera kehidupan ini, dengan cara saya.
saya punya jiwa yang tak mampu terbeli oleh mereka.
terima kasih teman, kawan, sahabat.
atas segala perlakuan kalian yang begitu menyenangkan.
Kamis, 24 Mei 2012
Tertawa Karena Tawa
SMA, masa-masa gila. jiwa muda yang masih belum terkendali.
suatu hari setelah pulang sekolah, setelah nongkrong di BK.
saat perjalanan pulang....
saya pulang diantar seorang teman.
dengan perasaan bahagia kami berjalan menapaki setiap geratan aspal.
langit teduh saat itu, matahari tak terlalu menggila menyengat tubuh kami.
dengan berbalutkan seragam putih-abu, diatas sebuah motor hitam.
kami berbincang di perjalanan...
dan entah apa yang kami ceritakan, saya lupa.
tapi sepertinya itu adalah cerita yang cukup lucu, karena saya masih ingat kami berdua tertawa.
berawal dari sinilah, sebuah kejadian langka dimulali.
mulanya kami tertawa dengan cerita kami berdua,
namun selanjutnya, kami malah tertawa geli mendengar tawa saya dan dia.
saya kegelian mendengar tawa teman saya itu,
dia juga malah kegelian mendengar tawa saya.
alhasil, sepanjang perjalanan kami tak mampu menghentikan tawa renyah kami berdua.
suara tawa lepas dan lantang. sepanjang jalan kami menjadi pusat perhatian.
yah, biarlah apa kata orang, tidak kami hiraukan.
yang kami lakukan hanya tertawa dan coba menikmatinya.
sesekali menyela berbicara saling meminta untuk hentikan tawa, namun tetap tak bisa.
Hah, saya rindu mengalaminya ingin rasanya mengulang waktu, atau sejenak rasakan kembali hal yang sama.
namun, yah inilah hidup. selalu ada perpisahan yang tak akan pernah terhindarkan.
kami kuliah di universitas yang berbeda selulusnya sekolah.
dan semenjak saat itu, kami sangat jarang bertemu, sudah beda jalan sepertinya.
tapi ya sudah lah, kini saya hanya bisa mengingat-ingat kejadian itu dan menjadikannya kenangan yang tak ingin terlupakan....
suatu hari setelah pulang sekolah, setelah nongkrong di BK.
saat perjalanan pulang....
saya pulang diantar seorang teman.
dengan perasaan bahagia kami berjalan menapaki setiap geratan aspal.
langit teduh saat itu, matahari tak terlalu menggila menyengat tubuh kami.
dengan berbalutkan seragam putih-abu, diatas sebuah motor hitam.
kami berbincang di perjalanan...
dan entah apa yang kami ceritakan, saya lupa.
tapi sepertinya itu adalah cerita yang cukup lucu, karena saya masih ingat kami berdua tertawa.
berawal dari sinilah, sebuah kejadian langka dimulali.
mulanya kami tertawa dengan cerita kami berdua,
namun selanjutnya, kami malah tertawa geli mendengar tawa saya dan dia.
saya kegelian mendengar tawa teman saya itu,
dia juga malah kegelian mendengar tawa saya.
alhasil, sepanjang perjalanan kami tak mampu menghentikan tawa renyah kami berdua.
suara tawa lepas dan lantang. sepanjang jalan kami menjadi pusat perhatian.
yah, biarlah apa kata orang, tidak kami hiraukan.
yang kami lakukan hanya tertawa dan coba menikmatinya.
sesekali menyela berbicara saling meminta untuk hentikan tawa, namun tetap tak bisa.
Hah, saya rindu mengalaminya ingin rasanya mengulang waktu, atau sejenak rasakan kembali hal yang sama.
namun, yah inilah hidup. selalu ada perpisahan yang tak akan pernah terhindarkan.
kami kuliah di universitas yang berbeda selulusnya sekolah.
dan semenjak saat itu, kami sangat jarang bertemu, sudah beda jalan sepertinya.
tapi ya sudah lah, kini saya hanya bisa mengingat-ingat kejadian itu dan menjadikannya kenangan yang tak ingin terlupakan....
Selasa, 22 Mei 2012
Langkah Gadis Teras
Dia seorang wanita yang selalu menarik tuk aku pandangi
gadis mungil yang kerap kali aku temui
di hamparan pagi teras rumah yang sepi
gadis manis dengan rambut terurai lembut
wajahnya lembut
dari teras rumah yang sepi
aku memandangnya kala dia melintas
kulit coklat eksotika gadis belia
langkahmu anggun menggoda
nampak berkelas mempesona
aku terpikat langkahmu
bukan wajahmu
bukan senyumu
bukan tutur manjamu
langkahmu anggun membuatku tergila
gadis mungil yang manja
aku tanamkan sebuah rasa
engkaulah si gadis teras.
gadis mungil yang kerap kali aku temui
di hamparan pagi teras rumah yang sepi
gadis manis dengan rambut terurai lembut
wajahnya lembut
dari teras rumah yang sepi
aku memandangnya kala dia melintas
kulit coklat eksotika gadis belia
langkahmu anggun menggoda
nampak berkelas mempesona
aku terpikat langkahmu
bukan wajahmu
bukan senyumu
bukan tutur manjamu
langkahmu anggun membuatku tergila
gadis mungil yang manja
aku tanamkan sebuah rasa
engkaulah si gadis teras.
Senin, 21 Mei 2012
Sawarna
Cita-cita tuk berada disana.
Pantai Sawarna, Banten.
akhirnya tercapai jua.
meski pada awalnya, keadaan tampak tak mendukung,
pertama, waktu kami akan pergi tuk berkumpul di suatu tempat, tiba-tiba hujan deras mengguyur.
" sial " itu kata yang pertama terlintas dalam benak.
setelah lama menunggu, akhirnya hujan pun reda.
lalu saya kembali ke rumah untuk mengambil jas hujan yang tertinggal. dengan maksud yah untuk jaga-jaga kalo nanti hujan akan kembali melanda.
dan "sial" yang kedua, pas tiba di rumah, dengan jas hujan telah di tangan. saya tidak sengaja menginjak pecahan kaca. luka cukup dalam hingga darah yang keluar cukup banyak. dan kondisi tubuh langsung drop.
akhirnya saya memutuskan untuk tidur karena tidak kuat menahan pusing di kepala.
dan sekitar pukul 04.00 WIB seorang teman menelpon saya, dan menanyakan kesiapan saya untuk pergi ke pantai sawarna.
awalnya saya jawab tidak.
lalu teman saya mengancam bahwa mereka tidak akan pergi tanpa saya.
akhirnya, ya saya jawab iya !
singkat cerita kami pun berangkat, dan bersenang-senang setibanya di sana.
kami pergi dan pulang dengan perasaan gembira, dan meninggalkan kenangan yang manis. teramat manis bahkan.
Pantai Sawarna, Banten.
akhirnya tercapai jua.
meski pada awalnya, keadaan tampak tak mendukung,
pertama, waktu kami akan pergi tuk berkumpul di suatu tempat, tiba-tiba hujan deras mengguyur.
" sial " itu kata yang pertama terlintas dalam benak.
setelah lama menunggu, akhirnya hujan pun reda.
lalu saya kembali ke rumah untuk mengambil jas hujan yang tertinggal. dengan maksud yah untuk jaga-jaga kalo nanti hujan akan kembali melanda.
dan "sial" yang kedua, pas tiba di rumah, dengan jas hujan telah di tangan. saya tidak sengaja menginjak pecahan kaca. luka cukup dalam hingga darah yang keluar cukup banyak. dan kondisi tubuh langsung drop.
akhirnya saya memutuskan untuk tidur karena tidak kuat menahan pusing di kepala.
dan sekitar pukul 04.00 WIB seorang teman menelpon saya, dan menanyakan kesiapan saya untuk pergi ke pantai sawarna.
awalnya saya jawab tidak.
lalu teman saya mengancam bahwa mereka tidak akan pergi tanpa saya.
akhirnya, ya saya jawab iya !
singkat cerita kami pun berangkat, dan bersenang-senang setibanya di sana.
kami pergi dan pulang dengan perasaan gembira, dan meninggalkan kenangan yang manis. teramat manis bahkan.
Selasa, 08 Mei 2012
Pengasingan
Disini saya memang bekerja, namun saya terkekang, terikat tanggung jawab.
awalnya biasa saja, tak terasa apa-apa.
namun setelah sekian lama, saya kemudian pulang dan berkeliling kota di alam malam bersama kawan.
dan saya lihat banyak yang berubah, padahal belum lama rasanya saya ke tempat ini. tapi sudah begitu banyak yang berubah.
seketika, saya merasa asing dengan tempat saya dulu habiskan waktu.
saya merasa terasing dari hingar bingar kota.
dari semaraknya pesta pora.
sebenarnya sejauh apa jarak tempat saya bekerja ?
ini masih satu kota. !
saya tak bisa nikmati berbagai macam hal yang ditawarkan, bahkan saya tak diperkenankan untuk tahu apa yang ditawarkannya.
malangnya nasib saya.
tapi ya sudahlah...
ini takdir saya, jalan hidup saya.
saya harus bertarung untuk hidup saya.
lupakan sejenak pesta pora, gemerlap lantai dansa, atau sesaknya jalanan kota.
untuk mimpi dan cita-cita.
awalnya biasa saja, tak terasa apa-apa.
namun setelah sekian lama, saya kemudian pulang dan berkeliling kota di alam malam bersama kawan.
dan saya lihat banyak yang berubah, padahal belum lama rasanya saya ke tempat ini. tapi sudah begitu banyak yang berubah.
seketika, saya merasa asing dengan tempat saya dulu habiskan waktu.
saya merasa terasing dari hingar bingar kota.
dari semaraknya pesta pora.
sebenarnya sejauh apa jarak tempat saya bekerja ?
ini masih satu kota. !
saya tak bisa nikmati berbagai macam hal yang ditawarkan, bahkan saya tak diperkenankan untuk tahu apa yang ditawarkannya.
malangnya nasib saya.
tapi ya sudahlah...
ini takdir saya, jalan hidup saya.
saya harus bertarung untuk hidup saya.
lupakan sejenak pesta pora, gemerlap lantai dansa, atau sesaknya jalanan kota.
untuk mimpi dan cita-cita.
Langganan:
Komentar (Atom)