Rabu, 27 Juni 2012

cobaan datang lagi

kali ini, saya tengah menjalani hari libur dari pekerjaan saya.
seharusnya ini adalah saat-saat yang menyenangkan bagi saya.
awalnya memang seperti itu, namun setelah beberapa hari saya jalani, ini adalah liburan terburuk yang pernah saya alami.

saya memutuskan untuk pulang ke Bandung, ke rumah orang tua saya.
agar saya bisa merasa lebih tenang.
namun kenyataannya, saya malah harus mendapati kejadian yang sangat tidak mengenakan hati, bahkan mungkin saja dapat menghancurkan keutuhan keluarga saya.
tak perlu saya ceritakan panjang  lebar disini.

intinya, saya mendapati keadaan yang membingungkan saya,
entah tindakan apa yang harus saya lakukan.
semua keadaan ini membuat saya tak mampu berpikir jernih.

mungkin ini adalah salah satu cobaan yang Tuhan berikan.
dan ini terasa sangat berat.

yah mungkin Tuhan berikan Ujian ini agar saya mampu menyikapinya dengan dewasa, bukan dengan emosi semata.

Baiklah, ini akan kuselesaikan dengan lembut dan indah. bukan dengan keluh kesah. bukan dengan pedang bersimbah darah.

Selasa, 19 Juni 2012

Pengorbanan Tiada Tara

tadi malam, saya mendapat begitu banyak pelajaran berharga tentang pengorbanan cinta.
ini cerita nyata. fakta. tanpa dusta.

seperti yang telah saya ceritakan di posting sebelumnya,
kini berlanjut lagi.
kemarin sore, teman saya pulang membawa seorang wanita muda yang katanya sudah dianggap seperti adiknya sendiri. buat saya, ya itu terserah saja.
tapi tidak demikian menurut mantan isterinya. di begitu marah, meski tidak dia ungkapkan. namun tampak jelas di matanya.
meskipun dia adalah mantan isteri teman saya, namun ia begitu menyayangi teman saya ini, sampai sampai ia nekad melarikan diri dari rumah orang tuanya di Bandung untuk mengurus keluarga mantan suaminya itu di Pangandaran.
dan sesampainya di Pangandaran ia hanya hidup dari uang yang ia hasilkan sendiri, bukan dari si mantan suami. padahal ia harus menghidupi mantan suaminya, ketiga anak mantan suaminya, dan satu anak mereka, juga dirinya sendiri.
sang mantan suami memang malas untuk bekerja, sekalinya mendapat pekerjaan, dan mendapat uang, ia habiskan sendiri tanpa memikirkan keadaan anak anaknya yang seharusnya ia urus.

Sungguh keadaan yang sangat ironis.
namun saya belajar dari sang mantan isteri. tentang pengorbanan yang telah ia lakukan, meski tidak dihargai oleh si mantan suami.
keadaan yang sangat sulit dijalani oleh seorang manusia yang biasa saja.

saya mengerti, inilah pengorbanan cinta yang sesungguhnya. yang membutakan mata hati, yang melumpuhkan logika.

Minggu, 17 Juni 2012

Rumah Tarzan

kini saya mendapatkan pekerjaan baru, namun ya masih di dunia proyek.
kali ini saya bekerja sebagai inspector lapangan di proyek hotel wirton Batu Karas.
gajinya lumayan memang, lebih baik dari pekerjaan saya sebelumnya.
namun jaraknya lebih jauh dari rumah, dan dengan fasilitas yang serba kurang memadai. untuk sementara memang, tapi sampai kapan?
ya saya tahu harus bersabar.

disini, saya tinggal di rumah rekan kerja saya, dengan seorang isterinya dan 4 anaknya.
yah, saya seperti menjadi bagian dari mereka, dengan terpaksa saya harus terima keadaan ini.
terpaksa ?
ya terpaksa, karena nyatanya keempat anak itu mampu membuat saya tidak kerasan tinggal berlama-lama disana. ditambah lagi masalah pelik keluarganya, sang isteri sering bercerita kepada saya tentang permasalahan keluargannya.

ditambah lokasi tempat tinggal teman saya ini berada di tengah perkebunan kelapa dan albasiah.
jauh dengan tetangga, tak ada televisi, apalagi internet.
disana hanya ada sebuah radio, dan ketika matahari kembali ke peraduan, saya hanya bisa terdiam.
tak ada yang bisa saya lakukan.
sungguh sangat membosankan.
sial.

apa tidak ada tempat yang lebih baik dari tempat itu ?
huh...

Senin, 11 Juni 2012

Jalan Tuhan

waktu pun berlalu.
tak terasa, entah bagaimana bisa
kini aku terdampar di pinggiran pantai, dan temukan mata pencaharian

baiklah, mungkin inilah jalan Tuhan
untuk ku, mungkin juga ini ujian,
mampukah aku ?
yah. aku pasti mampu.

disini, aku berdiri diatas kakiku sendiri.
hanya berharap pada Tuhan.
hanya mampu menatap lautan.
disini aku akan tegar
belajar
berkawan makhluk pantai
disini aku ditempa
agar mampu lahir kembali
sebagai lelaki sejati