Jumat, 27 April 2012

Kutukan Hari Kamis

saya bekerja di suatu perusahaan, dan semuanya berjalan seperti biasa. tak ada yang terasa aneh.
seiring waktu berjalan, saya mulai melihat kelakuan-kelakuan pegawai yang tidak saya suka.
membuat saya geram, ingin meninju mereka satu persatu rasanya.

sampai suatu ketika saya rasakan dendam yang sangat dalam kepada mereka yang telah membuat saya geram.
waktu itu hari kamis. saya sangat ingat.
semenjak kejadian itu, entah mengapa setiap hari kamis, saya selalu merasakan kembali dendam yang ingin saya lampiaskan. tapi keadaan tidak mendukung untuk saya lakukan itu.
akhirnya saya hanya bisa menahannya, meski menjadi saya merasa tidak karuan.

ini yang saya sebut dengan "Kutukan Hari Kamis"
entah mengapa saya tiba-tiba menjadi tidak ramah, menyebalkan, dan terlihat resah.
dan biasanya keadaan ini berlanjut hingga hari berikutnya.
lalu hilang di hari sabtu, yang memang hari itu saya libur bekerja.

sialnya, gelisah yang saya rasakan itu tidak hilang begitu saja, harus di"refresh".
dan refreshing ini yang tidak murah. akibatnya saya harus merogoh kocek semakin dalam hanya untuk menghilangkan perasaan yang seperti Kutukan ini.

ingin rasanya hidup seperti mereka yang normal.
ingin sekali saya lepas dari Kutukan ini.

Tuhan, tolonglah saya, lepaskanlah saya dari kutukan ini....
aamiin....

Rabu, 25 April 2012

MERDEKA ?

saya merasa prihatin melihat kenyataan tentang kondisi Indonesia yang sekarang.

bagaimana tidak ?
semangat kemerdekaan sudah tidak lagi berkobar di setiap dada manusia Indonesia. mungkin saya termasuk juga di dalamnya.
Bahkan untuk sekedar nyanyikan lagu Indonesia Raya saja kita masih terbata-bata. Lagu Indonesia Raya kalah pamor oleh lagu-lagu cinta. atau bahkan yang lebih parah lagi, kita bahkan lupa bunyi dari setiap butir Pancasila.

yang sering kita lakukan sekarang ini adalah membuat diri lebih dan lebih kaya dengan harta, dengan tahta hingga lupa tetangga merintih sengsara.
saya sangat kecewa dengan keadaan yang ada, tapi apalah daya saya tak mampu berbuat lebih untuk kembalikan Indonesia yang sejahtera.

saya tak sanggup membayangkan jika Bung Karno, Bung Hatta, dan Para Pahlawan Revolusi masih hidup dan lihat keadaan Indonesia sekarang, yang dulu mereka Banggakan, Perjuangkan. Bertaruh jiwa dan raga, bahkan nyawa dan keluarga, hanya untuk ciptakan Indonesia yang merdeka.
dan bila mereka tahu akan seperti ini jadinya, mungkin mereka tidak akan repot-repot bersusah payah seperti itu, toh ternyata tak banyak yang bisa dibanggakan dari penerus bangsa.

saya tak berani untuk menatap mata Sang Garuda, yang berkaca-kaca melihat anak-anak Bangsa Indonesia hanya saling berselisih, berebut kuasa. dan jelas, Sang Garuda sangat kecewa.
bahkan Sang Merah Putih tak lagi berkibar kala diterpa angin, mungkin ia malas untuk berkibar dengan gagah di negeri yang hanya berisi bualan dan sumpah serapah.

saya malu pada Para Pahlawan, pada Sang Garuda, pada Merah Putih.
saya tak mampu berbuat apa-apa
Maafkan Saya.....
Karena tak mampu buat kalian bangga.

Selasa, 24 April 2012

2 Nama 2 Jiwa

saya terlahir dengan nama " Rizal Awwal Albar Matdese Putra" nama ini adalah pemberian orang tua, yah tentu di akta kelahiran juga itu namanya.
dengan nama ini, saya berusaha menjadi pribadi yang baik, seperti manusia yang sewajarnya.
karena nama ini tidak boleh tercemar sedikit pun. ini nama yang berarti banyak untuk saya.
dengan nama ini saya dibesarkan dengan penuh kasih dan cinta.

nah beranjak dewasa, tepatnya ketika masuk bangku SMA saya mempunyai nama baru, yang adalah pemberian dari kawan seperjuangan. hahaha.
LUPUS, begitulah saya dipanggil teman-teman, bahkan hingga mereka lupa siapa nama asli saya.
dengan nama ini saya menjadi manusia yang miliki pribadi yang berbeda.
menjadi seseorang yang liar, keras, dan semrawutan.
tapi baiknya, dengan nama ini saya mampu mengekspresikan semua rasa di dalam dada, bertindak tak terkendali, bahkan menggila tanpa harus mencemari nama asli saya yang saya jaga dengan hati-hati.

jadi, jika anda ingin panggil kebaikan saya, panggil saya "Rizal"
jika, anda ingin panggil kegilaan saya, panggil saya "Lupus"

dan anda akan tahu dimana perbedaannya....

Minggu, 22 April 2012

Bunga Trotoar

di setiap menjelang pertengahan malam di kota kembang,
banyak sekali terdapat wanita wanita dengan pakaian yang menggoda berdiri di trotoar-trotoar jalan tertentu di Kota Kembang.

mereka bukanlah model jalanan,
mereka jajakan tubuh menjual kenikmatan kepada semua pria yang mau membelinya.
tidak peduli batasan usia si pelanggan, "bunga-bunga Trotoar" ini siap melayani.

kemudian ketika ada pria mendekat, ia menyapa dengan suara lembut memanja, gerak tubuh nan menggoda.
coba bangkitkan hasrat sang pria seraya mengajaknya bercinta.

Bunga Trotoar, wangimu tumbuhkan hasrat.
tubuhmu janjikan nikmat.
hingga jerumuskan pria-pria kesepian untuk singgah, dan sekedar usir dingin malam dalam dekapanmu.

engkau bekerja dengan tubuh bermandikan peluh,
engkau merintih menikmati segala rasa yang mereka berikan,
engkau berikan mereka kenikmatan, membiarkan mereka hingga merasa perkasa.
hingga lendir lendir berceceran.
kemudian kau raup uang yang kau butuhkan.

inikah kehidupan ?
inikah keadilan ?
Bunga-bunga Trotoar, malang nasibmu...
tak peduli dosa, apalagi kata orang...
karena kau pikir tak ada pilihan.
untuk hidup dan bertahan, hanya itu yang mampu kau lakukan....




Jumat, 20 April 2012

Indonesia Raya

" Indonesia Raya " lagu kebanggaan Bangsa yang kini terasa asing di telinga seiring berlalunya masa.
dewasa ini, lagu "Indonesia Raya" ciptaan W.R. Soepratman, tidak begitu populer di kalangan manusia-manusia Indonesia yang kini sudah merdeka.

lagu yang penuh makna ini entah kenapa terasa asing di telinga.
mungkin karena sangat jarangnya dilantunkan, sehingga saya tidak lagi merasa getaran semangat kemerdekaan, semangat persatuan, apalagi tentang cinta untuk negara ini.

Lagu Indonesia Raya sekarang hanyalah dilantunkan di acara-acara upacara saja.
seperti upacara di sekolah-sekolah, atau upacara di dinas pemerintahan saja, itu pun dinyanyikan seperti asal-asalan saja, tanpa ada penjiwaan, bahkan sampai ada yang tidak hafal lirik lagunya.

W.R. Soepratman sungguh sia-sia menciptakan lagu penuh makna ini.
karena sekarang hanya menjadi lagu ceremonial belaka. hanya jadi barisan kata dengan nada yang tak sejalan dengan alur kehidupan bangsa Indonesia secara nyata. tanpa ada semangat merdeka, tanpa ada kebanggaan menyanyikannya.

"Indonesia Raya" lagu kebangsaan yang maknanya mulai terlupa.

korupsi di depan mata

saya bekerja di sebuah perusahaan yang bekerja sama dengan pemerintah untuk mengatasi masalah yang ada di wilayah pemerintahan suatu daerah.
saya menjabat sebagai keset.

saya hanya seorang pesuruh disini.
tapi orang sebodoh saya pun bisa merasakan, mendengarkan, kelakuan pejabat pejabat, atasan atasan saya bekerjasama merancang sebuah strategi untuk korupsi.

imbasnya, saya yang bodoh ini terus memikirkan mengapa saya ada di sini ?
menyaksikan sendiri praktik kotor ini. sementara saya tak berdaya untuk merubah apa-apa.
apakah semua yang saya makan ini haram ?

pikiran seperti ini selalu melintas dalam kepala saya,
membuat saya tidak kerasan lagi bekerja di tempat ini.
bukan karena suasana atau galaknya atasan saya, tapi karena saya tidak bisa hidup di lahan yang seharusnya saya hancurkan.
disini, saya seperti ada di kandang lawan.
tak ada yang bisa saya lakukan.

saya sudah muak dengan semua ini.
mungkin satu satunya jalan adalah pergi.

Senin, 16 April 2012

Teller Bank

suatu hari saya sedang merasa sangat malas dan kesal.
kemudian saya diminta untuk pergi ke sebuah Bank di Kota Bandung.

seperti biasa, saya langsung ambil nomor antrean, isi form yang sudah disediakan kemudian duduk menunggu nomor antrean yang masih jauh dari nomor antrean milik saya.
setelah lama menunggu, tiba lah giliran saya.

kemudian saya berjalan menuju meja teller.
sapa hangat dan senyum manis terlihat dari petugas yang terlihat cantik.
tapi saya sedang merasa kesal, jadi gak ngaruh sama sekali.
setelah bla bla bla bla si petugas berkicau, saya langsung mengutarakan maksud saya untuk transfer uang.
dan setelahnya terjadilah percakapan dian tara kami.

teller bilang : Baik Bapak Rizal, ada lagi yang bisa Kami bantu ?
( masih dengan senyum manis di wajahnya )
saya : ada mbak.
( dengan muka asam )
teller : apa itu Pak ?
( tetap dengan nada lembut memanja )
Saya : ( saya dekati telinganya dan dengan sedikit berbisik dan nada mengancam ) Jangan panggil saya Bapak !
Teller : Baik, baik maaf.
( dengan wajah malu memerah )

dan kemudian saya pun keluar dan bergegas pergi meninggalkannya dengan dingin.

Minggu, 15 April 2012

Cerita Sang Ayah

Suatu ketika saya tengah diguncang oleh perasaan jenuh yang sesak, sehingga membuat saya bimbang.
saya ceritakan semua kepada sang Ayah.
padahal saya sangat jarang sekali berbincang dengannya, apalagi untuk bercerita tentang masalah saya.

tapi entah mengapa hari itu saya tiba-tiba menghampirinya dan memulai ceritakan masalah saya.
dengan bijak, Ayah kemudian memberikan solusi yang paling tepat untuk masalah saya ini.
Ia sedikit bercerita tentang hidupnya.
sebuah pesan tersirat namun tak terucap dari mulutnya.
" Ini kehidupan Nak, tidak mudah. cobalah untuk menjalaninya. hadapilah. Aku membesarkanmu bukan untuk kalah, Aku membesarkanmu dengan jerih payah, Bangkitlah ! Bangkitlah ! "

pesan ini akan kulekatkan dalam-dalam dalam benak.
sungguh pesan inilah yang mampu membuatku kembali merasa hidup.
kata-kata yang keluar dari mulutnya terasa hingga ke dalam dada. hingga penat hilang begitu saja.

Meski selintas Ayah terlihat acuh terhadapku. seperti tak pernah menganggapku.
ternyata Ayah menyimpan cinta yang tak terhingga, yang tak pernah terucap dengan kata-kata.
sekali Ayah berbicara, cintanya langsung terasa.

terima kasih Ayah, engkau memang yang paling mampu mengerti Aku.
sini Ayah simpanlah harapanmu di pundakku.

Jumat, 13 April 2012

Menjelang Perpisahan

hari ini, Jum'at, 13 April 2012
saya menyampaikan salam selamat jalan pada seorang rekan, yang seperti orang tua saya sendiri.
dengan berat saya beritahukan kepadanya, bahwa saya akan berhenti dari pekerjaan ini.

dan beliau pun tampak berat untuk melepasku.
dan kemudian, beliau menuju kamarnya, dan merogoh saku tasnya, kemudian kembali sambil membawa sebuah plastik yang terikat.
di plastik itu ada empat butir peluru kosong.
dan beliau memberikannya padaku dan berkata :
" ini buat kamu, mungkin kamu mau bikin ini jadi kalung... "
dan saya menjawab :
" tentu pak, ini akan saya jadikan kalung "

beberapa butir peluru kosong ini adalah barang yang selama ini saya dambakan.
dan betapa baiknya Tuhan, Ia memberikan apa yang aku inginkan dengan sejuta kenangan.
hingga butir-butir peluru yang tak aktif lagi menjadi barang yang sangat berarti.

terima kasih Tuhan, telah pertemukan aku dengan manusia yang seperti Beliau,
meski singkat, namun sangat berharga.

namun inilah kehidupan.
meski kita sering bercanda dan tertawa bersama,
namun akhirnya kita kan berpisah juga.

ini berat, namun harus kulakukan.
ini sulit, namun aku tak tahan terus terhimpit.

selamat tinggal Ayah, Kawan,
aku kan ingat setiap nasihat yang Kau berikan.

Kamis, 12 April 2012

Kutipan Mario Teguh

Tidak sedikit orang tersiksa di dalam pekerjaannya, tapi tidak berani menggerakkan diri untuk keluar, karena dia takut rezeki Tuhan tidak ada selain di tempat yang buruk itu.

Rezeki Tuhan tersebar di muka bumi.

Bukankah ada banyak orang yang makmur di bidang pekerjaan lain dan di luar tempat kita bekerja?

Masalahnya adalah nilai diri kita, yang harus kita tingkatkan, agar orang menghargai kita sesuai dengan yang kita harapkan, sekarang atau nanti, di sini atau di mana pun.

Tegaslah.

Jumat, 06 April 2012

Karena Kau Bukan Aku

kau tak tahu apa rasaku
kau tak tahu apa pikirku
kau tak tahu apa maksudku
kau tak tahu apa inginku

karena kau bukan aku

Tersesat

tersesat

entah dimana aku berada
bingung tuk tentukan arah
semua nampak sama

terperangkap di alam bebas
tak ada rantai
namun tak mampu langkah

dengan sejuta amarah
aku macan dalam kandang
dengan sejuta dendam
aku gelap dalam terang

Pelampiasan

akhir-akhir ini saya merasakan kegelisahan yang luar biasa, yang entah apa penyebabnya.

saya jadi kembali ingin lampiaskan perasaan ini.
ingin meledakkan amarah rasanya.
namun apa ? siapa sasarannya ?

saya tak punya apa-apa atau siapa-siapa sebagai pelampiasan saya.

dulu biasanya saya melampiaskan rasa ini dengan mabuk-mabukan, atau sekedar adu tinju dengan siapa saja.
atau bahkan cara yang paling menyenangkan adalah dengan menghisap beberapa linting marijuana yang mampu membuat saya tertawa lepas tanpa beban.

namun kini semua berbeda.
saya masih sangat merindukan aroma dan nikmatnya asap marijuana.
dunia serasa surga.
semua beban hilang rasanya.

marijuana.....
kapankah kita kan kembali bersama ?

Kamis, 05 April 2012

Susilo Bambang Yudhoyono

jika kita telaah lebih mendalam, kinerja Presiden kita yang sekarang ini sangatlah buruk.
ga ada prestasi yang bisa dibanggakan. kecuali 4 album yang telah diluncurkan.

Presiden macam apa ? yang sibuk nyanyi-nyanyi sampai rekaman segala.
sementara rakyat semakin menjerit terhimpit keadaan.
katanya jumlah rakyat miskin di Indonesia berkurang.
nyatanya, kok malah makin banyak ya ?

SBY itu pendusta tingkat Dewa.
selama masa jabatannya malah makin banyak masalah yang melanda Republik ini.
terlalu banyak pengalihan issu.
sepertinya SBY ingin menutupi setiap kebusukannya, jadi rakyat dibuat bingung dengan bermunculannya kasus-kasus yang membingungkan dan gak pernah ada yang bisa terselesaikan.

SBY cenderung menggunakan jabatannya untuk kepentingan pribadi saja.
memperkaya diri. katanya mau berantas korupsi. tapi lihat sekarang nyatanya anggota Partainya sendiri yang banyak tersandung kasus korupsi. Apa Gak Malu Pak ?

Presiden kok bisanya nyanyi, sama curhat aja ?
Presiden macam apa ini ?
urusin dong rakyat yang kelaparan.

saran buat Pak SBY, mending jadi artis aja kalo hobi nyanyi. atau jadi penulis aja, kan Bapak hobi curhat, atau kalo pengen kaya, jadi pengusaha aja, jangan cuma ngembat duit rakyat !!

Rabu, 04 April 2012

Aku Ingin

aku ingin seperti udara
memberi tanpa tersadari

aku ingin seperti tanah
memberi mereka pijakan

aku ingin seperti air
berikan mereka kehidupan

aku ingin seperti matahari
memberi mereka cahya abadi

aku ingin seperti api
berikan mereka kehangatan

aku ingin seperti bulan
sinari gelap malam

aku ingin seperti bintang
hiasi gelap langit malam

aku ingin seperti ini
karena aku ciptaan Tuhan

Racun rasa

aku hisap engkau dengan seluruh nafasku
aku hisap engkau sedalam anganku
hingga kepulan asap beterbangan
yang padati udara di sekeliling angkasa

engkau meresap hingga dalam dada
engkau mengalir dalam setiap urat nadi

engkau hadir
buat aku tergila
jiwa terlepas dari raga
engkau bunuh aku dengan rasa

Selasa, 03 April 2012

selamat malam dunia


dunia memanglah tak seindah surga.
namun, malam cukup tenangkan jiwa.
ramai usai. enyah. pergi.
ramai usai. hadirkan sepi.

damaikan jiwa
menembus sukma
lelah terlepas raga

tak ada canda
tak ada duka
hingga esok kala mata terbuka

selamat malam dunia

Senin, 02 April 2012

Yang Entah Siapa

hey, engkau wanita yang kelak akan menjadi pendamping hidupku, yang entah siapa.

aku ingin menjadi bulan yang menerangi setiap malammu.
aku ingin menjadi bintang yang menghiasi langit di setiap malammu.
aku ingin menjadi embun yang sejukkan pagimu.
aku ingin menjadi mentari yang menyinari harimu.

hai, engkau wanita yang kelak akan menjadi pendamping hidupku, yang entah siapa.

aku ingin mampu menjadi penyejuk hatimu.
aku ingin mampu menjadi penghancur sedihmu.
aku ingin mampu menjadi peredam amarahmu.
aku ingin mampu menjadi penyambuk semangatmu.
aku ingin mampu menjadi sandaran di setiap rasa letihmu.

hai, engkau wanita yang kelak akan menjadi pendamping hidupku, yang entah siapa.

aku ingin merindukanmu di setiap detik yang kulalui tanpamu disisiku.
aku ingin merasakan mencintaimu di setiap aliran darah dalam tubuhku.
aku ingin mencintaimu dalam damai.
aku ingin mencintaimu dalam gundah.
aku ingin membencimu hanya dalam mimpiku.

hai, engkau wanita yang kelak akan menjadi pendamping hidupku, yang entah siapa.

aku ingin menjadi harapanmu.
aku ingin menjadi kenanganmu.
aku ingin menjadi kebanggaanmu.

hai, engkau wanita yang kelak akan menjadi pendamping hidupku, yang entah siapa.

aku ingin mampu menjadi suamimu.
aku ingin mampu menjadi kekasihmu.
aku ingin mampu menjadi temanmu.
aku ingin mampu menjadi sahabatmu.
aku ingin mampu menjadi pemimpinmu.
aku ingin mampu menjadi pemimpinmu.
aku ingin mampu menjadi seperti ayahmu.
aku ingin mampu menjadi seperti anakmu.

hai, engkau wanita yang kelak akan menjadi pendamping hidupku, yang entah siapa.

aku ingin mampu bertahan dalam perjuanganku untukmu.
aku ingin mampu membawamu ke dalam gelisah.
aku ingin mampu membawamu ke dalam sedih.
aku ingin mampu membawamu ke dalam bahagia.

hai, engkau wanita yang kelak akan menjadi pendamping hidupku, yang entah siapa.

aku ingin kita mampu menjadi satu.
aku ingin kita mampu berjuang bersama.
aku ingin kita mampu merawat anak-anak kita bersama.
aku ingin kita mampu menua bersama.
aku ingin kita mampu meraih ridha dan cinta Tuhan.

hai, engkau wanita yang kelak akan menjadi pendamping hidupku, yang entah siapa.

siapakah engkau ?
adakah engkau disana ?
atau dimana ?