Suatu ketika saya tengah diguncang oleh perasaan jenuh yang sesak, sehingga membuat saya bimbang.
saya ceritakan semua kepada sang Ayah.
padahal saya sangat jarang sekali berbincang dengannya, apalagi untuk bercerita tentang masalah saya.
tapi entah mengapa hari itu saya tiba-tiba menghampirinya dan memulai ceritakan masalah saya.
dengan bijak, Ayah kemudian memberikan solusi yang paling tepat untuk masalah saya ini.
Ia sedikit bercerita tentang hidupnya.
sebuah pesan tersirat namun tak terucap dari mulutnya.
" Ini kehidupan Nak, tidak mudah. cobalah untuk menjalaninya. hadapilah. Aku membesarkanmu bukan untuk kalah, Aku membesarkanmu dengan jerih payah, Bangkitlah ! Bangkitlah ! "
pesan ini akan kulekatkan dalam-dalam dalam benak.
sungguh pesan inilah yang mampu membuatku kembali merasa hidup.
kata-kata yang keluar dari mulutnya terasa hingga ke dalam dada. hingga penat hilang begitu saja.
Meski selintas Ayah terlihat acuh terhadapku. seperti tak pernah menganggapku.
ternyata Ayah menyimpan cinta yang tak terhingga, yang tak pernah terucap dengan kata-kata.
sekali Ayah berbicara, cintanya langsung terasa.
terima kasih Ayah, engkau memang yang paling mampu mengerti Aku.
sini Ayah simpanlah harapanmu di pundakku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar