Ketika Sendirian

ketika saya sendirian,
seringkali saya merasa kebingungan tentang apa yang harus saya lakukan,
seringkali banyak muncul pemikiran mengenai hal-hal yang biasanya tak pernah terpikirkan.
seringkali kenangan masa lalu hadir kembali menemani kerinduan hati akan keramaian. terkadang kenangan itu  muncul dan goreskan kembali luka di masa lalu, atau melukiskan senyuman di wajah, bahkan menghadirkan kembali rasa rindu yang pernah hilang, terkadang memunculkan penyesalan yang dalam.

ketika saya sendirian,
saya di bawah pengawasan Tuhan.
namun seringkali saya lebih merasa nyaman dalam dekapan setan.
saya sadar ketika setan menghinggapi raga dan mengaliri setiap nadi dalam raga, mencoba merasuk ke dalam jiwa. tapi saya terbuai dalam keindahan yang ia tawarkan walapun terasa begitu fana.
dan kemudian ia terus mencoba merasuk lebih dalam ke dalam jiwa dan membuatnya hitam legam.

ini untukmu setan :
hidupku kelam jika kamu terus dekap aku dalam buaianmu.
dan kamu terus saja cambuki aku agar aku menuruti kemauanmu, agar aku kembali menemanimu.
tapi ingatlah aku lebih sempurna dari kamu. aku kan berusaha mencampakkanmu ketika kamu akan masuk lagi dalam ragaku, kedalam jiwaku, mengusik kedamaianku, mengguncang ketenanganku.
aku hamba Tuhan. bukan hambamu.

Ya Tuhan, berikanlah aku kemampuan untuk dapat merasakan keberadaanmu disaat aku sendiri, atau disaat aku merasa sendiri.
Ya Tuhan, izinkanlah aku merasakan kehangatan-Mu dalam dingin yang merasuki jiwaku.
Ya Tuhan, jagalah aku dari godaan setan.
Ya Tuhan , bukakanlah wawasanku agar aku mengetahui apa yang baik dan yang buruk bagiku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar