Ibu,
suatu ketika ibu merasa tidak enak badan. lalu saya usulkan untuk memeriksakan kondisinya ke dokter umum yang berpraktek dekat kediaman kami. tanpa banyak berpikir Ibu mau saya ajak. ini tidak seperti biasanya.
kami pun pergi menuju tempat praktek si dokter. setelah mengantre kami pun masuk ke ruang periksa.
Ibu berbaring di tempat tidur yang telah disiapkan. kemudian dokter mendiagnosa. katanya" Ibu sabar ya "
kemudian ia melanjutkan :
Ibu menderita beberapa penyakit, yaitu :
penyakit jantung
penyakit lever
maag kronis
penyakit paru-paru
urat kejepit ( yang sewaktu-waktu bisa menjadi kelumpuhan )
penipisan bola mata ( yang sewaktu-waktu bisa mengakibatkan kebutaan )
walah-walah saya sampai bingung mendengar penjelasan dokter yang satu ini.
namun tidak demikian dengan Ibu. entah apa yang dia rasakan. mungkin takut. mungkin sedih. entahlah.
dan semenjak hari itu ibu tidak pernah mau lagi diperiksakan kesehatannya ke dokter manapun.
ya sudahlah Bu, biarpun jutaan penyakit menggerogoti tubuhmu, saya akan selalu mendampingimu, menyehatkanmu. ya karena kamu Ibuku.
Senin, 24 September 2012
Jumat, 07 September 2012
Sikutmu Di Pahaku.
mentari mulai condong ke arah barat, jingga cahayanya bangkitkan khayalan. ketenangan, kedamaian.
hari itu kami beranjak pulang. ya kami. saya bersama atasan dan seorang rekan, dengan sebuah mobil kecil kami lintasi jalanan yang tak rata menuju pondok peristirahatan.
tiba-tiba anganku melayang melamunkan yang entah apa.
namun seketika atasan kami yg duduk di kursi penumpang depan memposisikan kursinya bersiap untuk berbaring melepas lelah. aku yang duduk di belakang sendirian, tak menyangka apa yang akan dia lakukan. seketika sikutnya mencari tempat bersandar. dan tampaknya sikutnya menemukan tempat yang sempurna. di paha saya. ya di paha saya. dengan menekankan sikut dia tampak tenang. dan habislah saya menahan teriakan.sepanjang jalan.
hari itu kami beranjak pulang. ya kami. saya bersama atasan dan seorang rekan, dengan sebuah mobil kecil kami lintasi jalanan yang tak rata menuju pondok peristirahatan.
tiba-tiba anganku melayang melamunkan yang entah apa.
namun seketika atasan kami yg duduk di kursi penumpang depan memposisikan kursinya bersiap untuk berbaring melepas lelah. aku yang duduk di belakang sendirian, tak menyangka apa yang akan dia lakukan. seketika sikutnya mencari tempat bersandar. dan tampaknya sikutnya menemukan tempat yang sempurna. di paha saya. ya di paha saya. dengan menekankan sikut dia tampak tenang. dan habislah saya menahan teriakan.sepanjang jalan.
Langganan:
Komentar (Atom)