mentari mulai condong ke arah barat, jingga cahayanya bangkitkan khayalan. ketenangan, kedamaian.
hari itu kami beranjak pulang. ya kami. saya bersama atasan dan seorang rekan, dengan sebuah mobil kecil kami lintasi jalanan yang tak rata menuju pondok peristirahatan.
tiba-tiba anganku melayang melamunkan yang entah apa.
namun seketika atasan kami yg duduk di kursi penumpang depan memposisikan kursinya bersiap untuk berbaring melepas lelah. aku yang duduk di belakang sendirian, tak menyangka apa yang akan dia lakukan. seketika sikutnya mencari tempat bersandar. dan tampaknya sikutnya menemukan tempat yang sempurna. di paha saya. ya di paha saya. dengan menekankan sikut dia tampak tenang. dan habislah saya menahan teriakan.sepanjang jalan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar