Jumat, 13 April 2012

Menjelang Perpisahan

hari ini, Jum'at, 13 April 2012
saya menyampaikan salam selamat jalan pada seorang rekan, yang seperti orang tua saya sendiri.
dengan berat saya beritahukan kepadanya, bahwa saya akan berhenti dari pekerjaan ini.

dan beliau pun tampak berat untuk melepasku.
dan kemudian, beliau menuju kamarnya, dan merogoh saku tasnya, kemudian kembali sambil membawa sebuah plastik yang terikat.
di plastik itu ada empat butir peluru kosong.
dan beliau memberikannya padaku dan berkata :
" ini buat kamu, mungkin kamu mau bikin ini jadi kalung... "
dan saya menjawab :
" tentu pak, ini akan saya jadikan kalung "

beberapa butir peluru kosong ini adalah barang yang selama ini saya dambakan.
dan betapa baiknya Tuhan, Ia memberikan apa yang aku inginkan dengan sejuta kenangan.
hingga butir-butir peluru yang tak aktif lagi menjadi barang yang sangat berarti.

terima kasih Tuhan, telah pertemukan aku dengan manusia yang seperti Beliau,
meski singkat, namun sangat berharga.

namun inilah kehidupan.
meski kita sering bercanda dan tertawa bersama,
namun akhirnya kita kan berpisah juga.

ini berat, namun harus kulakukan.
ini sulit, namun aku tak tahan terus terhimpit.

selamat tinggal Ayah, Kawan,
aku kan ingat setiap nasihat yang Kau berikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar