Senin, 16 April 2012

Teller Bank

suatu hari saya sedang merasa sangat malas dan kesal.
kemudian saya diminta untuk pergi ke sebuah Bank di Kota Bandung.

seperti biasa, saya langsung ambil nomor antrean, isi form yang sudah disediakan kemudian duduk menunggu nomor antrean yang masih jauh dari nomor antrean milik saya.
setelah lama menunggu, tiba lah giliran saya.

kemudian saya berjalan menuju meja teller.
sapa hangat dan senyum manis terlihat dari petugas yang terlihat cantik.
tapi saya sedang merasa kesal, jadi gak ngaruh sama sekali.
setelah bla bla bla bla si petugas berkicau, saya langsung mengutarakan maksud saya untuk transfer uang.
dan setelahnya terjadilah percakapan dian tara kami.

teller bilang : Baik Bapak Rizal, ada lagi yang bisa Kami bantu ?
( masih dengan senyum manis di wajahnya )
saya : ada mbak.
( dengan muka asam )
teller : apa itu Pak ?
( tetap dengan nada lembut memanja )
Saya : ( saya dekati telinganya dan dengan sedikit berbisik dan nada mengancam ) Jangan panggil saya Bapak !
Teller : Baik, baik maaf.
( dengan wajah malu memerah )

dan kemudian saya pun keluar dan bergegas pergi meninggalkannya dengan dingin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar