Kamis, 24 Mei 2012

Tertawa Karena Tawa

SMA, masa-masa gila. jiwa muda yang masih belum terkendali.

suatu hari setelah pulang sekolah, setelah nongkrong di BK.
saat perjalanan pulang....
saya pulang diantar seorang teman.
dengan perasaan bahagia kami berjalan menapaki setiap geratan aspal.
langit teduh saat itu, matahari tak terlalu menggila menyengat tubuh kami.
dengan berbalutkan seragam putih-abu, diatas sebuah motor hitam.

kami berbincang di perjalanan...
dan entah apa yang kami ceritakan, saya lupa.
tapi sepertinya itu adalah cerita yang cukup lucu, karena saya masih ingat kami berdua tertawa.

berawal dari sinilah, sebuah kejadian langka dimulali.
mulanya kami tertawa dengan cerita kami berdua,
namun selanjutnya, kami malah tertawa geli mendengar tawa saya dan dia.
saya kegelian mendengar tawa teman saya itu,
dia juga malah kegelian mendengar tawa saya.

alhasil, sepanjang perjalanan kami tak mampu menghentikan tawa renyah kami berdua.
suara tawa lepas dan lantang. sepanjang jalan kami menjadi pusat perhatian.
yah, biarlah apa kata orang, tidak kami hiraukan.
yang kami lakukan hanya tertawa dan coba menikmatinya.
sesekali menyela berbicara saling meminta untuk hentikan tawa, namun tetap tak bisa.

Hah, saya rindu mengalaminya ingin rasanya mengulang waktu, atau sejenak rasakan kembali hal yang sama.
namun, yah inilah hidup. selalu ada perpisahan yang tak akan pernah terhindarkan.
kami kuliah di universitas yang berbeda selulusnya sekolah.
dan semenjak saat itu, kami sangat jarang bertemu, sudah beda jalan sepertinya.
tapi ya sudah lah, kini saya hanya bisa mengingat-ingat kejadian itu dan menjadikannya kenangan yang tak ingin terlupakan....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar