sekitar akhir tahun 2010, saya pernah berbincang dengan seorang sepupu saya yang telah saya anggap sebagai kakak saya sendiri, beliau bekerja di sebuah perusahaan, sedangkan saya waktu itu baru masuk salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Bandung.
Beliau menceritakan sebagian perjalanan hidupnya kepada saya, dengan seksama saya simak setiap kata yang beliau lontarkan kala itu.
hingga beliau berkata " saya mungkin telah bekerja dan memiliki penghasilan sendiri, namun saya menyesal karena dulu saya menolak ketika saya disuguhi kesempatan untuk berkuliah. jadi jangan kamu sia-siakan kesempatanmu sekarang. belajarlah dari kesalahanku. " kira-kira itulah yang beliau katakan.
entah apa maksudnya, saya tak mengerti.
kemudian semua kembali berjalan seperti biasa, saya masih berkuliah dengan asal-asalan. menyia-nyiakan waktu seakan waktu tak akan berlalu.
dan alhasil, baru satu tahun saya rasakan bangku kuliah, saya pun harus " lulus " lebih awal.
lama sudah saya tak berjumpa sepupu saya itu.
sampai suatu ketika saya bertemu kembali, namun dalam suasana yang tidak mengenakkan. sepupu saya didiagnosa terkena kanker lidah. namun ia masih sempat bercanda memperlihatkan benjolan di bawah lidahnya, kemudian berkata " nih liat. ini karena rokok. makanya stop ngrokok! " sambil tertawa mencoba menyinggung saya yang kala itu tengah menghisap batang rokok. saya hanya tersenyum.
kemudian setelahnya saya menjalani kehidupan seperti biasa,
namun sekitar beberapa bulan setelah pertemuan itu, akhirnya sepupu saya meninggal dunia.
kini, saya telah kembali menjajal studi di salah satu perguruan tinggi negeri swasta di Kota Bandung.
dan disini, saya akan bersungguh-sungguh. semua kenangan dan sebaris kalimat dari Almarhum, menyadarkan saya. ini amanahnya.
Terima kasih sepupuku, kakakku. Fajar ( Alm. )
seraya berdoa untukmu.
aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar