Minggu, 18 Maret 2012

Rizal Awwal Albar Matdese Putra

ini kisah hidup saya yang saya dengar dari kesaksian orang-orang terdekat.

3 November 1991.
Ayah dan Ibu berikrar di depan Tuhan sebagai dua insan manusia yang saling mencintai dan berkomitmen untuk membangun keluarga baru. dan saling melengkapi.
saat itu usia ayah telah menginjak 30 Tahun, dan Ibu berusia 22 tahun.
pesta pernikahan hanya digelar dengan sederhana.

setelah sekian bulan bermesraan, kemudian Ibu membiarkan saya tumbuh dan menetap dalam rahimnya selama 9 bulan.
dan ketika saya akan lahir ke dunia ini, Ayah tidak mempersiapkan kelahiran saya dengan matang, tidak ada uang tabungan atau simpanan. karena saat itu keluarga sedang mengalami masalah keuangan yang serba kekurangan.
kemudian Ayah tidak kehilangan akal, ia mencari pinjaman kesana-kemari untuk biaya kehadiran saya di dunia. saudara yang punya rezeki berlebihan, tidak mau memberikan pinjaman, lalu ia pergi ke tempat seorang teman, dan akhirnya ia mampu membayar biaya persalinan.
terbayang di benak saya betapa gelisahnya, dan betapa merasa bersalahnya ia waktu itu.

dan akhirnya saya pun dapat hadir di dunia ini pada 7 Agustus 1992.
dan Ayah memberikan nama yang indah kepada saya:
Rizal Awwal Albar Matdese Putra.
yang artinya.
Rizal = laki-laki
Awwal = Pertama
Albar = Dermawan
Matdese = adalah singkatan nama Ayah saya. Mochammad Ali Toha ( Dunguscariang )
Putra = Anak laki-laki
jadi, anak laki-laki pertama yang mudah-mudahan dermawan anak Mochammad Ali Toha ( Dunguscariang )  yang benar-benar laki-laki.

dan kemudian, ia membuka sebuah usaha yang bergerak di bidang Photography dengan harapan agar mampu menafkahi keluarga dan cita-citanya yang paling besar adalah :
ketika usia saya belum menginjak 1 tahun, ia ingin mampu menyekolahkan saya hingga di perguruan tinggi dengan biaya dari usaha yang baru dibukanya.
ini alasan yang membuat saya selalu merasa ingin menangis, ketika saya sadar saya tidak mampu mewujudkan cita-citanya.
Maaf Ayah...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar