Ayah.
lelaki tangguh yang selalu berjuang untuk kami, keluarganya.
Ayah selalu bekerja keras untuk kami, keluarganya.
penuhi kebutuhan kami.
pria yang tangguh yang terus berjuang demi masa depan kami, demi kemakmuran kami, dan demi kebahagiaan kami.
namun saya pernah menganggap remeh pekerjaan Ayah.
di mata saya semua yang dilakukannya adalah sia-sia.
tak mengubah apa-apa.
saya sempat menganggapnya tak berguna.
saya sempat kesal dan terbesit tuk menyakitinya.
saya selalu bersikap sinis kepadanya.
saya sempat dibutakan setan.
kini saya tahu bagaimana usaha Ayah tuk hidupi kami, keluarganya.
dengan susah payah.
ia rela gadaikan harga diri untukku, anaknya yang tak tahu diri.
ia yang gantungkan harapan besar untukku.
bahkan ketika saya masih bayi, ia membuka usaha Photography agar bisa menyekolahkanku di perguruan tinggi. yang bahkan saya tidak pernah ia diberi tahu, hingga saya mengetahuinya dari sang Kakek.
ia satu-satunya orang yang menangis ketika saya harus berhenti dari perguruan tinggi.
ia gantungkan harapan besar di pundakku. anaknya yang tidak tahu diri.
ia yang selalu tertawa di depanku, dan menangis di belakangku.
Ayah,,
selama yang kau lakukan baik untukmu, dan keluargamu. aku kan selalu mendukungmu.
Ayah,,
maafkanlah aku.
Ya Tuhan, angkatlah beban Ayah dan Ibuku. taruhlah di pundakku.
sebagai penebus rasa bersalahku, yang selalu mengecewakan mereka. yang mencaci mereka. yang goreskan luka pedih di hati mereka, yang selalu hadirkan mimpi buruk dalam mimpi mereka...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar